Monday, May 15, 2017

Perlunya Kecerdasan Emosional dalam Berlari

Dapat berita duka tentang runner yang meninggal seusai berlari, ini cukup membuat saya mengernyitkan dahi. Hingga saat ini saya belum mendapat sumber yang kredibel tentang berita ini, bagaimana kronolgi kejadiannya, bagaimana sebenarnya kondisi tubuh sang runner (apakah memiliki riwayat penyakit tertentu) dan penyebab pasti dari kematian sang runner menurut medis. 

Namun sebagai orang yang menekuni dunia lari, tentu saja ini akan menjadi pelajaran yang berharga, dimana seorang pelari harus mengenali diri sendiri, memiliki sifat pantang menyerah namun tahu kapan harus berhenti. Berlatih menempa fisik dan mental hingga batas kemampuan memang perlu, namun ingat! hingga batas kemampuan, bukan melebihi batas kemampuan. 

Wednesday, March 1, 2017

Relative Energy Deficiency Syndrome, Akibat Kesalahan dalam Olahraga

Olahraga lari dapat membuat badan menjadi sehat. Ya, nenek-nenek main DOTA juga pasti tahu itu. Namun jika kita mendalaminya, maka kita akan mengerti bahwa lari tak sesederhana itu. Banyak sekali manfaat yang sudah saya dapatkan dari rutinitas berlari, namun selain itu, kini saya juga menjadi lumayan akrab dengan jarum infus. 

Harus saya akui bahwa salah satu kelemahan saya adalah tidak sabaran dalam berlatih. Seringkali saya melanggar aturan dan batasan program latihan, padahal yang menyusun semua itu adalah saya sendiri, hehe. Dan karena sifat nakal saya itu, dalam lima bulan terakhir ini saya sudah dua kali masuk ruang UGD. 

Semua berawal ketika saya dan beberapa teman merencanakan untuk melakukan Trail Running menuju puncak gunung Ciremai pada tanggal 18 Februari 2017. Sejak jauh-jauh hari kami melakukan persiapan mental dan fisik untuk menghadapi trek pendakian gunung Ciremai dengan berlari. Maklum, berlari menanjak di gunung yang memiliki ketinggian 3078 Mdpl pada musim hujan tidak dapat dianggap remeh. 

Thursday, August 18, 2016

Saya dan Trail Running

Hari ini adalah ulang tahun kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-71, tentunya sebagian besar rakyat Indonesia menyambut bahagia dan ingin turut merayakan hari istimewa ini, termasuk saya. Selain ulang tahun kemerdekaan NKRI, hari ini juga merupakan hari ulang tahun dari hobi baru saya yang sangat saya cintai, yaitu Trail Running. Dan untuk merayakan keduanya, saya pun memutuskan untuk melakukan trail running di tempat yang sama saat saya melakukannya untuk pertama kali. 

Flashback dulu bentar yaa. Rasanya masih inget banget, saya melakukan Trail Running pertama pada tanggal 17 Agustus 2015 yang lalu, itupun niatnya hanya iseng karena pada saat itu saya hanya ingin merayakan 17-an dengan melakukan hal menantang yang belum pernah saya lakukan. Berhubung saat itu saya sudah sangat aktif berlari di track lapangan, salah satu teman saya pun memberikan tantangan untuk mencoba berlari pada lintasan yang jauh lebih ekstrim yaitu trail track, dan lintasan pendakian Galunggung pun jadi pilihan kami. Awalnya, sih, gak pede dengan keputusan saya untuk melakukan Trail Running tersebut, ada perasan was-was, takut tidak kuat berlari di track yang ekstrim, namun bukan sifat seorang pelari jika tak mengambil tantangan baru dalam berlari, akhirnya saya menerima tantangan teman saya tersebut. Dan akhirnya pepatah 'Tak kenal maka tak sayang' pun benar adanya, setelah berhasil melintasi lintasan trail Galunggung, saya malah ingin lagi, lagi dan lagi.

Monday, March 21, 2016

Gerakan Pungut Sampah di Lapangan Lokasana Ciamis (Komunitas Running Loka)

Dream come true. Sepertinya bagi saya itulah ungkapan paling tepat untuk menggambarkan kegiatan yang kami lakukan pada hari minggu pagi  (20 Maret 2016), yaitu Gerakan Pungut Sampah di Lapang Lokasana Ciamis bersama Komunitas Running Loka. Betapa tidak, keinginan untuk melakukan kegiatan ini sudah ada sejak lama, tepatnya ketika saya mulai aktif melakukan aktivitas olahraga di Lapangan Lokasana sejak kepindahan saya kembali dari kota Bandung ke kota Ciamis ini.  

Terkadang saya bertanya pada diri sendiri, kontribusi positif  apa yang telah saya lakukan untuk kota yang saya tinggali saat ini? Saya bukan seorang Technopreneur seperti kang Ridwan Kamil yang memiliki kemampuan dan sumber daya untuk mengubah sebuah kota menjadi menawan di banyak bidang. Saya hanya pemuda biasa yang memiliki semangat untuk "menjaga" kotanya, memang tak banyak yang bisa saya lakukan, tapi saya yakin bahwa sekecil apapun tindakan positif tidak akan menjadi sia-sia. 

Sudah bukan rahasia lagi bahwa sampah merupakan masalah yang menjadi prioritas utama bagi sebuah kota. Walau dengan skala yang berbeda, contohnya permasalahan sampah di kota kecil seperti Ciamis mungkin tidak serumit permasalahan sampah di kota besar seperti Bandung atau Jakarta, namun itu tidak serta-merta membuat masalah sampah menjadi dianggap sepele. Peran serta warga masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan tetap sangat penting, dimana pun itu. Hal itu juga yang mendorong keinginan saya untuk melakukan kegiatan kebersihan khususnya di ruang publik seperti Lapang Lokasana. 

Saturday, January 30, 2016

Carbohydrate Loading (Carbo Loading)

Topik tulisan saya kali ini akan membahas tentang carbo loading. Ya, karena saat ini saya sedang dalam proses carbo loading sebagai salah satu persiapan untuk kegiatan outdoor yang akan kami lakukan dalam waktu dekat ini.

Apa sih carbo loading itu? Carbohydrate Loading atau biasa disingkat Carbo Loading adalah salah satu program diet yang biasanya dilakukan oleh seorang Atlet terutama olahraga endurance sebelum melakukan kegiatan olahraga yang memerlukan daya tahan yang berlangsung lebih dari 90 menit dengan cara meningkatkan asupan karbohidrat yang bertujuan untuk memaksimalkan atau meningkatkan cadangan glikogen pada otot. Ini sangat penting karena berhubungan dengan performa tubuh selama proses olahraga. Sebenarnya carbo loading terdiri dari beberapa metode, tentunya dengan rumus dan porsi yang berbeda, disesuaikan dengan berbagai factor, seperti jenis olahraga yang akan dilakukan atau faktor kondisi tubuh Atlet. Namun disini saya akan mengulasnya secara mendasar. 

Sunday, January 10, 2016

Apa itu Achilles Tendinitis?

Gambar oleh:  
Journal of Musculoskeletal Medicine
© Steve Oh, CMI 2009
Dalam tulisan kali ini saya masih mengulas tentang cedera yang umum sering dialami oleh Pelari, karena cedera merupakan salah satu aspek penting dalam dunia lari. Dan jenis cedera yang akan saya ulas kali ini adalah Achilles Tendinitis. 

Achilles Tendinitis adalah cedera yang disebabkan oleh penggunaan yang berlebihan atau terlalu besarnya tekanan pada tendon Achilles. Tendon Achilles sendiri merupakan tendon besar yang menghubungkan dua otot (besar) betis, otot Gastrocnemius dan otot Soleus pada bagian belakang tulang tumit kaki kita. Karena besarnya tekanan maka tendon Achilles akan dibuat bekerja keras sehingga hal ini dapat menyebabkan terjadinya peradangan. Jika ini terjadi secara terus menerus, maka akan timbul jaringan parut yang berakibat akan berkurangnya fleksibilitas tendon. Dalam kasus yang lebih serius, tendon Achilles dapat megalami robek atau bahkan pecah, jika sudah begini mungkin akan diperlukan proses pembedahan.  

Gejala 
Tanda-tanda umum dari gejala Achilles Tendinitis adalah rasa sakit pada bagian belakang kaki atau bagian tepat diatas tumit (disekitar tendon Achilles) setelah melakukan aktivitas berjalan atau berlari.  Pergelangan kaki yang terasa kaku dan timbulnya bengkak pada bagian tendon diatas tumit atau timbulnya rasa sakit ketika melakukan gerakan toe raises juga dapat mengindikasikan terjadinya Achilles Tendinitis. 

Friday, January 8, 2016

Iliotibial Band Syndrome (ITBS)

Pernah dengar istilah Iliotibial Band Syndrome atau ITBS? Saya yakin sebagian dari teman-teman runners pasti pernah mendengarnya, karena ITBS merupakan salah satu jenis cedera yang sering dialami oleh pelari. ITBS biasanya terjadi ketika jaringan Iliotibial Band atau jaringan ikat serat otot tebal yang dimulai dari Iliac Crest (bagian paling menonjol pada tulang panggul) membentang pada bagian Lateral (luar paha) hingga Tibia (tulang kering) mengalami kondisi tegang dan meradang. 

Jaringan ikat Iliotibial yang menempel pada lutut berperan dalam mengkoordinasikan fungsi otot dan menstabilkan gerak sendi pada lutut. Jika Jaringan ikat Iliotibial ini tidak berfungsi dengan baik, maka akan menyebabkan rasa sakit pada lutut yang diakibatkan peradangan pada bagian lateral sendi lutut.