Sunday, May 13, 2012

Ketika Aku...

Ketika aku masih tak punya apa-apa, ketika aku masih tak punya kuasa, ketika aku masih tak punya tenaga, kasih sayang orang lainlah yang membuatku bisa tetap bertahan.

Ketika aku masih disuapin makanan lembek bergizi tinggi, ketika aku masih punya senyum manis walau tanpa gigi, ketika aku masih dicebokin Orang Tua tanpa Ia merasa jijik, aku masih bisa tetap bertahan dengan kasih sayang mereka walau aku belum mengerti apa-apa.

Ketika aku mulai diajarkan cara bertahan, ketika aku mulai mengerti kasih sayang, sampai ketika aku mulai tahu cara membangkang, sekitarku berusaha membimbingku dengan kesederhanaan.

Ketika aku mulai punya mimpi dan berusaha mengejarnya, ketika aku mulai mencari jati diri dan berusaha menemukannya, ketika aku aku mulai berkenalan dengan rintangan dan berusaha melewatinya, sekitarku tetap mengingatkanku tentang kesederhanaan.

Ketika aku mulai menemukan jalan, ketika aku kehilangan jalan, dan ketika aku menemukan jalanku kembali, kesederhanaan telah memberitahuku bagaimana harus bertahan dan bersyukur.

Ketika aku mendapat kesempatan mengecap pencapaian kecil, ketika aku mulai tahu cara menikmati hidup, ketika aku mulai terbawa suasana egos hati, seolah kesederhanaan dan bersyukur terasa tak begitu berarti.

Kemana sandal jepitku...???, kemana celana jean’s lusuhku...???, kemana ingatanku tentang kerasnya perjalanan saat mencoba meraih mimpi...???

Semoga kelak aku tak lupa diri.

Dan...

Gambar : Arra


Sebuah renungan berdasarkan kegelisahan...


23 comments:

  1. nice post uy.. nyumbang +1 aja deh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih banyak Mas Zuhdi, anda memang baik hati :D

      Delete
  2. wah dahsyat renungganya gan. apalagi yang di puncak tangga tetap melihat ke bawah, aku paling suka tu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yahh...semoga saja saya bisa begitu Mas :)

      Delete
    2. iya bang, dahsyat tu renunggannya. mantap dah. aku suka, simple

      Delete
  3. sederhana, tapi penuh makna..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang bermakna itu terkadang berada pada hal yang sederhana ya :) Terima kasih ya.

      Delete
  4. wahh.. keren abizz, bijak dan bermanfaat artikelnya, terima kasih atas renungannya

    ReplyDelete
  5. Hidup ini tak bisa sendiri,
    tanpa disuapi,
    memang susah untuk berdiri,
    walau punya dua kaki,
    tetap mau bukan kita punya jari,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mba...kalau baca kata-kata Mba kok selalu terasa sejuk ya hehe :)

      Delete
  6. smg aja tak lupa diri..., bnyk2 melihat kebawah membuat kita akan selalu bersyukur...mf baru sempat mampir... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga saja begitu Ya :)
      Tdak apa-apa, toh saya juga baru berkunjung lagi kemarin ke tempat anda hehe :)

      Delete
  7. Replies
    1. Haha...setidaknya ini kan galau berkualitas, bukan galau sehabis stalking mantan :D

      Delete
  8. habis bertapa di mana nih hehehe.. kata-katanya bagus..
    terkadang orang jadi gak tau masa sulit, kebersamaan kalau udah ada posisi..
    semoga kita semua tak lupa diri, selalu melihat kebawah walaupun berada di puncak ya sob. :)
    selamat sore sob.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi...bisa ajahh nih Mas, Terinspirasi Gunung salak kali yahh hehe..

      Yap, semoga saja ya Mas... :)

      Delete
  9. artikel yang menarik, kesimpulan buat kasih sayang seorang ibu

    ReplyDelete
  10. kata²nya nyentuh banget sob...

    pas buat renungan tuh... :)

    ReplyDelete
  11. mampir lagi nyambung silaturrahmi :D

    ReplyDelete