Saturday, February 2, 2013

Asal Ada

Entah kenapa, aku selalu kepikiran hal-hal kecil yang aku dengar secara tidak sengaja (nguping?), hmm...mungkin hal itu memang menarik bagiku. Termasuk tadi siang saat aku sedang mengisi transfer form di BCA. 

Terpisah oleh satu orang dari posisiku menulis adalah dua orang pelajar SMA yang (mungkin) juga sedang mengisi transfer form. 

Sayup-sayup terdengar ditelingaku mereka bercakap.

...
"Eh...tugas makalah PKn udah belom?"
"Udah! Ah asal ada aja."
...

Yang membuatku kepikiran terus adalah dua kata yang terdapat pada dialog tersebut, yaitu "asal ada". Aku jadi berpikir begini, kalau semenjak usia SMA mereka terbiasa mengerjakan tugas dengan cara asal mengerjakan saja, terus bagaimana saat mereka kuliah nanti, atau bahkan saat mereka sudah bekerja nanti?, apakah mereka juga akan terbiasa menyelesaikan pekerjaannya dengan cara asal-asalan atau seadanya saja, tanpa berusaha menghasilkan sesuatu yang mengagumkan? 

Hal ini juga menjadi bahan renungan buatku!

56 comments:

  1. pada kemana ni orang-orang, masih sore udah pada menggelepar pasti, hingga nggak bisa dapet pertamax. akhirnya saya lagi saya lagi. sebel.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sengaja..biarlah abah duluan deh

      Delete
    2. Bapak-bapak ini lagi ronda di rumah masing-masing ya?

      Delete
    3. sekali lagi...
      itu khusus buat sesepuh...

      *kasian udah deket pacul

      Delete
    4. saya mengucapkan selamat kepada mas zach yang sudah mendapatkan pertamax, hadiah minta mas rudy ya..

      Delete
    5. Mendapat pertamax adalah hal yang biasa buat yang keren keren seperti bang Zachflazz. Untuk yang keren lainnnya seperti kita sepertinya harus mengantri dahulu

      Delete
  2. kalo saya nggak sesensitif itu menanggapi pembicaraan mereka Mas. ya mungkin karena saya memang pragmatis dan sama tipikal dengan siswa itu. tapi seandainya dia itu saya, saya akan katakan bahwa sikap mental saya saat itu hanya momen sesaat, karena situasi yang agak mendesak. di saat yang lain, saya akan bilang, "tuh kan saya bisa berbuat terbaik bukan?". tapi mungkin satu simpul yang saya yakin kita sepakat, bahwa dia perlu diberi masukan, bahwa komen dia cukup mengkhawatirkan jika dipegangnya dalam suatu interval waktu yang sangat lama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. the above that could not write, dear zach preceded kang, so rada confused for constructing the other sentences ... hadeuh

      translate by google
      hal diatas itu yang mau tak tulis, sayang keduluan kang zach, jadi rada bingung untuk nyusun kalimat lainnya...hadeuh

      #kang, rada dan hadeuh..ngga ada bhs inggerisnya rupanya ya?...hehe

      Delete
    2. bobok dulu Kang. jam segini masih mengembara aja

      Delete
    3. kita kan udah janjian sama2 mau mengencani kalongwewe tea...

      Delete
    4. Mas Zach : Iya, sebenarnya ini adalah perenungan seorang Rudy terhadap kebiasaan kurang baik yang seringkali dianggap sepele. Aku juga pernah berada pada tindakan seperti itu, baik pada waktu masih sekolah dulu bahkan saat mengerjakan pekerjaanku sekarang. Memang situasional sih, tapi pada saat tertentu aku merasa perlu untuk mengkajinya kembali, agar aku tidak menjadikan ini sebagai sebuah budaya dalam diriku.

      Mungkin memang terasa berlebihan, tapi sebagai seseorang yang masih berpikir labil sepertiku, mungkin bertindak sensitif seperti ini akan menjadi penyeimbang pola pikir buatku.

      Delete
    5. Kang Hadi : sepertinya Kang Hadi ini terlalu antusias pada postingan Mas Raw beberapa waktu yang lalu ya?

      Delete
    6. tolong kalo sebut namaku 3 kali ya...
      biar bisa langsung gentayangan...

      Delete
    7. itu mas zach ngomong apaan? ora mudeng -__-

      Delete
    8. biarin ngomong ndiri dia wkwkwk

      Delete
    9. lebih asik baca komennya Kang Cilembu. dua bahasa tuh

      Delete
    10. Mas Rawins , Mas Rawins , Mas Rawins
      nah saya sudah sebut tiga kali.
      Mana gentayangannya coba?

      Delete
  3. @Kang Cilembu: orang-orang pada kemana ini ya? nggak adminsnya nggak para kurawa, nggak pada keliatan. masa kita berdua kencan buta di blog Mas Rudy sih Kang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. maaf, kag zach. saya semalam tidak bisa hadir soalnya lagi berusaha menyelesaikan game saya.. tanggung nih lagi seru-serunya

      Delete
    2. Bapak-bapak ini memang metal semuah. Ada yang dua-duaan, ada juga yang suka game.

      Hmmm...tapi kalo malem-malem gitu, memangnya main game apaan yak?, sampe gak mau diganggu segala?. Jadi curiga.

      Delete
    3. tenang... kali ini game sungguhan. aku klo maen game harus nunggu si kecil ama ibuknya tidur dulu..biar nggak diganggu si kecil plus diomeli ibuknya :p

      Delete
    4. Game online ya cak Budy? Dulu saya install game jadul tapi asyik buat saya seperti "Street fighter" yang ada chunli,Zagat, Ryu dan lain lainnya. Sepertinya seru aja hiheiheiheiheiee. Gimana cari game game lainnya seperti itu ya

      Delete
  4. mungkin itu hanyalah masalah waktu aja sebelum mereka mulai berpikir secara dewasa, kang. sering kali manusia itu bisa berubah manakala dihadapkan kepada suatu hal yg jika melakukannya harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh.

    kita kembali ke topik 2 anak SMU tadi.. mungkin mereka berpikiran seperti itu juga dikarenakan tugas mereka tidak akan diteliti secara mendetail oleh Guru mereka dan kemungkinan akan tetap dinilai bagus, jadi mereka meremehkan. Coba kalo bapak/Ibu Guru mereka benar2 meneliti dan memberi nilai yg berbeda (mencolok ) antara tugas yg dikerjakan dengan sungguh2 dengan tugas yg dikerjakan asal2an, pasti mereka mau tidak mau akan megerjakan dengan serius.
    (maaf bukannya mau meyalahkan bapak/Ibu Guru.....)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, pengalaman itu juga pastinya pernah banget aku alami. Aku berpikir "ah mau tugasnya bagus atau biasa juga toh palingan nilainya bakal sama ajah". Ya...gitu deh.

      Delete
    2. bukannya selama ini budaya asal gugur kewajiban sudah jadi budaya dimari. yang penting keliatan rajin, soal mutu toh ga ada yang peduli.

      Delete
  5. sy sempatkan dulu hadir...
    nyempetin online, kebetulan lagi ngga ada guru di kelas

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar-benar murid yg kreatif

      #sambil lapor bu guru

      Delete
    2. inilah contoh murid dari posting mas rudy....asal ada
      #mantep bisa rangkin 1 besok tuh

      Delete
  6. komen asal ada aja ah Kang :P
    kwkwkwk

    Kadang tugas yang terlalu banyak dan menumpuk memang membuat kita mengerjakan sekedar melepas tanggung jawab aja Kang
    ini bukan pembelaan sih, ini pengalaman saya Kang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak apa-apa, toh postingannya juga asal ada deh kayaknya. :D

      Itu adalah alasan yang masuk akal tapi bukan yang terbaik hihi...

      Tak usah sungkan, pengalaman kita sama kok hahahaa...

      Delete
  7. santai saja mang...
    yang udah jadi seleblogger juga masih suka asal ada postingan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kita memang perlu kumpul koq, biar ketauan siapa yang paling layak disebut sesepuh

      Delete
  8. bener sobat, sikap disiplin memang harus sudah di tanamkan dalam diri seseorang sejak dini..

    wah sobat ini memang selalu dapat ide buat update blog dari percakapan oranglain hehehe.

    seperti waktu itu sobat juga posting tentang anak kecil yang berdebat di warung bakso, kalau nggak salah tentang pekerjaan ayahnya hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitulah Mas. Ada banyak hal yang bisa kita ceritakan dari sekitar kita, hanya saja terkadang kita sendiri yang berusaha menutup mata. Aku berprinsip, apapun yang kita ceritakan/posting pasti ada saja orang yang tidak menyukainya. Tapi aku yakin pasti ada juga beberapa orang yang dapat mengambil pelajaran dari cerita kita. Jadi, jangan sampai rasa ragu kita menghambat konsistensi kita dalam menulis/blogging.

      Semoga Masnadi dapat mengerti apa yang aku maksud. :)

      Delete
  9. ini posting kok nyidir sayh yak....:D
    asal ada
    asal-asalan
    ya saya sendiri menerapkan prinsip asal-asalan dalam hidup....#EGP
    asal ada tak kerjain,kalo ga ada tak cari.....#mental kuli
    asal kerja dapat duit,dapat duit bisa belanja,abis belanja makan....#top
    dalam melakoni pekerjaan pun suka asal-asalan....asal hasilnya baik dan memuaskan.

    dalam berhubungan intim.....ini sih gak asa-asalan dan ga alas-alasan,tapi lasak-lasakan.....#halal loh

    ReplyDelete
  10. hadir lagii...
    #sudah pulang sklh nih.

    ReplyDelete
  11. eh belom tentu tuh anak beneran ngerjainnya "asal ada" lho, bisa jadi strategi biar si temen juga ngerjain "asal ada", ntar kan dia bs dapet nilai lebih bagus dari temennya :D #pengalaman

    ReplyDelete
  12. Biasanya asal ada aja itu orangnya malas berpikir yang maunya ambil jalan cepat saja dan tak mau ada usaha untuk mendapat nilai terbaik. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi tidak semua siswa berpikiran seperti kedua orang tersebut, masih banyak siswa yang serius belajar dan mengerjalan soal...tapi hal negatif seperti yang sikap dan sifat ke dua siswa itu perlu diantisipasi secara dini, dan dicarikan solusinya...agar tidak menyebar luas bagaikan virus komputer ... :)

      Delete
    2. Kata 'asal ada' itu ada karena adanya keadaan yang tidak tegas. Coba ada keadaan yang tegas, kata 'asal ada' mungkin akan sedikit sulit untuk terucap

      Delete
  13. hm...generasi yang asal2an...
    *deep thinking*

    ReplyDelete
  14. Asal ada, :D
    Asal digaji, asal gaji utuh. kerjaan asal-asalan maunya seh begitu !

    ReplyDelete
  15. ini juga bisa menjadi renungan buat saya pribadi agar pola pikir itu tidak berpengaruh negatif kala sy bekerja. Bnyk dr rekan kerja yang memiliki pola pikir seperti di atas, asal kerja, asal masuk, akhirnya kerjaannya jadi asal2n

    ReplyDelete