Saturday, May 18, 2013

Tak Usah "Menjauhi" Mereka (Orangtua)

Alhamdulillah, sampai usiaku saat ini aku masih bisa melihat kedua Orangtuaku dalam keadaan sehat wal'afiat, tentu saja itu adalah suatu hal yang benar-benar harus aku syukuri, karena bila memperhatikan sekitar, beberapa temanku justru sudah tidak bisa bertemu dengan Orangtuanya, karena Orangtua mereka sudah meninggal dunia.

Tapi ada satu hal yang baru aku sadari. Saat masih kecil, kita cenderung tidak ingin berpisah dari Orangtua. Saat terbangun dari tidur, yang kita cari pasti Orangtua, saat mau makan pun begitu, bahkan saat mau pipis pun kita akan memanggil mereka. Tapi ketika semakin kita tumbuh dewasa, maka akan timbul keinginan untuk menjauh dari Orangtua, dengan alasan "kemandirian" (walaupun aku yakin tidak semua orang begitu.) 

Saat menginjak remaja, kita sudah mulai tak menghiraukan petuah Orangtua, karena (mungkin) tak ingin terlalu diawasi. Saat sudah mempunyai penghasilan sendiri, maka semakin besar keinginan untuk lebih "menjauh" dari Orangtua, punya rumah sendiri, kehidupan sendiri, aturan sendiri, dan yang lainnya pasti anda tahu sendiri hi hi hi. Aku pikir itu memang sesuatu yang wajar, karna ya itu tadi, karena memang alasan ingin mandiri.

Tapi kepikiran gak sih? semakin kita dewasa maka waktu kita untuk melihat Orangtua kita juga semakin berkurang. Kita semakin tua, apalagi Orangtua kita. Disini aku berbicara soal ajal. Tak ada yang bisa menebak masa depan dengan pasti, entah siapa yang terlebih dahulu dipanggil oleh-Nya. 

Nah, dari situ aku berpikir, mengapa aku harus mempunyai pikiran untuk semakin "menjauh" dari Orangtua, sedangkan  kesempatanku untuk bisa melihat / bersama mereka di dunia akan terus berkurang?

Hmm...?

22 comments:

  1. kalo pengen punya rumah sendiri bukan berarti menjauh '-_____- ..
    aku yg segini aja udah pengen punya rumah sendiri, tapi yang deket sama ortu gak jauh-jauh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyadeh, Miz. Asal Miz Tia bahagia he he he

      Delete
    2. modus tuh Miz Tio...xixixi

      Delete
  2. terkadang kesadaran untuk selalu dekat dengan orangtua muncul di saat kita telah kehilangan orangtua

    ReplyDelete
  3. pas banget tadi tidurnya mimpi bapak meninggal :( hiks hiks

    alhamdulillaah setelah nikah dan 'menjauh' (secara fisik) sama ortu, tiap hari selalu sms/telpon orang tua, rajin dikirimi makanan juga.. semoga ortu kita diberikan usia yang panjang dan berkah sama Allah :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dong, Mbak. Walau secara fisik kita jauh dengan Ortu, tapi komunikasi harus jalan teruuuuss... :)

      Delete
    2. stuju. trus kalo lbarn wajib pulang, hehe...

      Delete
    3. bener mas, saking inginnya jagi komunikasi, bapak sampe saya bikinin blog padahal yg ngapdet ya saya jugak :p

      iya ummu hilya, gantian balik ke rumah mertua juga xixixi

      bli, *sungkem*

      Delete
  4. asalkan kita tetap sering menjaga silaturahmi dengan orang tua walaupun beda rumah kan bukan berarti menjauh kang :)

    ReplyDelete
  5. sayangi dengan sepenuh hati dan jiwa raga bila orang tua masih diberi kesehatan, bila sudah meninggal masih ada caranya agar kita masih akan terasa dekat dengan kedua orang tua kita,yaitu do'akan setiap saat tak terbatas ruang dan waktu agar mereka tetap bahagia disurga sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul.. nih komentar yang pas takaranya.

      Delete
    2. kalau nyangkut ortu sayalah orang yang patut bersyukur, karena kedua bigbos dan sang ratunya dirumah masih diberikan nikmat sehat dan ceria selalu kaya anaknya yang manis ini...tentu dosisnya jadi pas...kang

      Delete
    3. sejuknyaaa. pas obatnya nih jelas

      Delete
  6. bener banget, aku ngrantau orang tua bukannya seneng malah nangis, kenapa kita harus jauh2 buat memperbanyak uang dan bahagia, sementara kebahagiaan yang hakiki adalah ketika kita dekat dan memiliki keluarga

    ReplyDelete
  7. Replies
    1. keluar pintu tol cileunyi, hape saya ya kang....asli saya pengen cipika cipiki, sekalian tak bawain ubi cilembu kecilacapnyah nih

      Delete
    2. bawa ke sekadau juga dong.. pontianak aja dah kalo sekadau kejauhan yak

      Delete
  8. Benar juga ya mas ?
    Awalnya saya juga berfikir seperti itu saya pengen hidup mandiri dengan cara punya rumah sendiri bersama suami tapi setelah baca artikel ini saya jadi takut kalau misalkan saya berpisah rumah dengan orangtua saya tidak bisa menemani mereka bahkan sampai ajal tiba ..

    ReplyDelete