Monday, July 29, 2013

Tulisan Yang Berkualitas?

Mohon koreksinya bila aku salah.

Tapi, sebagai seseorang yang tidak ingin 'gila hormat' dalam menulis, aku masih saja belum dapat benar-benar memahami tentang apa yang disebut dengan 'kualitas' sebuah tulisan. Sebenarnya apa sih kriterianya agar sebuah tulisan dapat digolongkan sebagai tulisan yang berkualitas secara keselurhan? Makanya aku pribadi sih lebih ingin menyikapi sebuah tulisan itu dengan menyebutnya 'menarik' dan 'tidak menarik' (bagiku), karena dengan begitu aku mengambil penilaian dari cara berpikirku, seleraku dan kebutuhanku secara pribadi, tidak memberi penilaian secara keseluruhan dengan menyebutnya 'berkualitas' dan 'tidak berkualitas', karena tulisan yang nemarik bagi orang lain, belum tentu menarik bagiku, begitu juga sebaliknya. Sekali lagi, ini adalah menyangkut kebutuhan masing-masing pribadi.

Dalam mencari bahan bacaan untuk mengisi waktu senggang, biasanya aku mencari tulisan yang renyah-renyah saja, yang tidak mengintimidasi otak dan tidak terlalu panjang. Otakku memang tak terlalu akur dengan tulisan yang terlalu panjang, apalagi bertele-tele. Makanya punyaku pendek. Maksudnya tulisan-tulisanku.

Berbeda ketika aku mencari bahan bacaan berita di media online, aku sih cenderung termasuk gak percayaan. Maksudnya, ketika aku mendapatkan satu tema berita dari sebuah portal berita online, aku mencari kembali tema berita yang sama dari sumber lain. Bukan apa-apa, hanya untuk memastikan kebenaran berita tersebut, walaupun seringnya aku malah nyangkut di kolom komentar untuk melihat-lihat komentar-komentar dari pembaca lain. Seru. Tahu sendiri lah orang kita kalau ngasih komentar di portal berita kritisnya kayak apa. Hehe. Makanya, kalau urusan mencari berita, media cetak tetap menjadi favoritku. 

Pokoknya gitu, bukan untuk menyinggung siapapun kok, tulisan ini hanya sebagai tanggapan terhadap komentar salah satu teman terhadap beberapa tulisanku. 

Terima kasih.

36 comments:

  1. komentar teman ternyata bisa menimbulkan ide untuk membuat tulisan, kalo menurut saya yg awam ini, tulisan apa adanya dari seseorang asli tanpa rekayasa itu sudah berkualitas...tergantung dari sudut mana orang lain memandang, karena menghasilkan satu tulisan saja itu sudah kualitas yang luarbiasa...karena tidak semua orang bisa membuat karya tulis yang apaadanya dan asli tanpa rekayasa.....kalo yang copas sich banyak banget bertebaran di mana-mana.... salam :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. tepuk pramuuuka.
      pra pra pra mu mu mu praja muda karana

      Delete
    2. ahmad keliatan banget menghayati..saya suka tali-temalinya saja, nggak suka tepuk-tepuknya...

      Delete
    3. wah aku mah mbolos terus kalo pramuka..:D
      males disuruh panas2an terus...

      Delete
    4. Wahh rumahku udah berantakan ajah nih, maap baru dateng. hehe

      Delete
  2. kalo saya ngak saya pikir lagi apakah tulisan saya berkualitas atau tidak - dan yang tulisan yang saya baca berkualitas atau tidak. yang penting kalo ikhlas, baca, kalo ikhlas ya nulis. simpel aja.

    kecuali komik wonder woman ya, itu jelas berkualitas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tulisan mas Roni keren..
      banyak kisah hidup yang bisa diambil sebagai contoh yang baik..
      ga kayak aku..nulis ga jelas..

      raw aja suka kesel..hahaha

      Delete
    2. kesel lah ga ada yang mijitin...

      Delete
    3. Sinih aku pijitin, dijamin ++ loh

      Delete
  3. Ide tulisan saya hampir 25 % datang dari komentar teman atau saya mengomentari tulisan teman.
    Saya bingung menentukan tulisan itu berkualitas ato enggak, bagi saya yang penting saya baca tulisan, karena semua tulisan adalah hal baru yang belum pernah saya tulis. Berarto, semua tulisan orang lain adalah berkualitas karena belum terlintas di kepala saya

    ReplyDelete
  4. saya nggak begitu memperhatika tulisan saya malah Kang, pokoknya apa yang ada di kepala ya saya tulis saja. Toh kebanyakan adalah pengalaman sehari-hari, bukan sebuah jurnal penting yang butuh penilaian, sekedar sharing berbagi pengalaman saja kok.

    kalau bahan bacaan, jelas saya suka yang ringan-ringan saja...kayak resep masakan gitu...hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. akur ama mbak khusna :)
      aku malah seneng baca komik daripada cari resep masakan..hihihi :P

      Delete
    2. Aku malah seneng baca isi hati wanita.

      Delete
  5. saya pribadi membuat pemahaman sendiri kawan. kualitas tulisan tergantung dari kuantitas pembaca. tetapi tidak serta merta hanya berlaku untuk hari ini saja. sebagai contoh, ketika mengupdate 1 tulisan, konsumsi pembaca bukan hanya ketika update hari ini saja, tetapi bulan bahkan tahun, pembaca bisa hadir kembali, atau ada yg mencari tulisan tentang apa yg kita tuliskan pada hari ini.
    artinya tulisan tersebut bukannya dibutuhkan atau dicari oleh org pada hari ini, tetapi ada orang lain diwaktu yang lain hadir untuk membaca tulisan tersebut.
    ada banyak artikel berkualitas dengan style penulisan apa adanya yg di cari pada waktu2 tertentu.
    lebih baik lagi jika pembaca dari negara berbeda juga hadir untuk mencari dan membaca tulisan tersebut. kualitas seperti inilah yang menjadi nilai tersendiri, secara khusus dalam dunia internet.

    ReplyDelete
  6. tulisan berkualitas itu...
    yang kalo dimasukin link nya ke tuiter, pembacanya langsung kepengen modol sampe lupa mau bacanya
    percaya deh...

    ReplyDelete
  7. yang penting nulis..dibaca gak dibaca.

    ReplyDelete
  8. Bener tuh kayaknya kata mas gambar pacul, dibaca ato gk yang penting nulis aja deh kalo emang minatnya.hehehe

    ReplyDelete
  9. sependapat :)
    kalo panjang banget tulisannya, udah bikin males duluan.

    ReplyDelete
  10. yang pasti aku nulis di blog sesuai kata hati dan inspirasi ku saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita memang punya banyak sesamaan ya? *ehh* :D

      Delete
  11. Kalau saya nulis yang langsung menuju manfaatnya biar pengunjung tidak sia-sia membaca artikelnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Inilah ciri-ciri seorang penulis yang baik, gak ngawur kayak aku. Terima kasih, Mas. :)

      Delete
    2. tapi kalo kebanyakan tempelan, bermanfaat ga buat pembaca..?

      Delete
  12. mungkin penulisan yang mempunyai fakta dan idea yang bernas dan tepat.
    Saya sebagai pengguna kalau merasakan ia bermanfaat, itu tulisan yang berkualiti.
    ps: sememangnya saya akui, tulisan saya pasti tidak berkualiti. peace. he he he

    ReplyDelete