Wednesday, March 1, 2017

Relative Energy Deficiency Syndrome, Akibat Kesalahan dalam Olahraga

Olahraga lari dapat membuat badan menjadi sehat. Ya, nenek-nenek main DOTA juga pasti tahu itu. Namun jika kita mendalaminya, maka kita akan mengerti bahwa lari tak sesederhana itu. Banyak sekali manfaat yang sudah saya dapatkan dari rutinitas berlari, namun selain itu, kini saya juga menjadi lumayan akrab dengan jarum infus. 

Harus saya akui bahwa salah satu kelemahan saya adalah tidak sabaran dalam berlatih. Seringkali saya melanggar aturan dan batasan program latihan, padahal yang menyusun semua itu adalah saya sendiri, hehe. Dan karena sifat nakal saya itu, dalam lima bulan terakhir ini saya sudah dua kali masuk ruang UGD. 

Semua berawal ketika saya dan beberapa teman merencanakan untuk melakukan Trail Running menuju puncak gunung Ciremai pada tanggal 18 Februari 2017. Sejak jauh-jauh hari kami melakukan persiapan mental dan fisik untuk menghadapi trek pendakian gunung Ciremai dengan berlari. Maklum, berlari menanjak di gunung yang memiliki ketinggian 3078 Mdpl pada musim hujan tidak dapat dianggap remeh. 

Motivasi yang mungkin terlalu besar dalam diri saya untuk dapat mencapai puncak Ciremai dengan sempurna dengan berlari menyebabkan saya lupa diri dalam berlatih. Dengan tujuan mendapatkan kondisi tubuh yang lebih baik, menambah durasi latihan pun saya lakukan. Lap Land, Tempo Run, Sprint Endurance, Up Hill dan Long Run pun saya masukan pada program latihan. Tanpa saya sadari atau mungkin karena kelalaian dan kebodohan, akhirnya saya melakukan kesalahan besar dalam latihan, yaitu asupan gizi dan pola istirahat tidak seimbang. 

Tak dapat dipungkiri, akibat dari ketidakseimbangan antara porsi latihan dengan asupan gizi dan pola istirahat, saya pun mengalami sindrom RED (Relative Energy Deficiency), sindrom yang cenderung dialami oleh atlet dan olahragawan yang melakukan kesalahan serupa seperti saya. Akibat dari sindrom RED ini dapat menjadi sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan gangguan pada sistem metabolisme tubuh, daya tahan tubuh berkurang, gangguan sintesis protein, gangguan fungsi pencernaan, berkurangnya fungsi kognitif, hilangnya massa otot, malnutrisi, gangguan mestruasi (pada wanita), bahkan untuk gangguan yang lebih parah dapat mengakibatkan gangguan jantung, rambut menjadi rontok dan kesempatan besar mengalami osteoporosis. Serem, kan? Beberapa gangguan yang saya sebutkan di atas pun saya alami, sehingga saya harus masuk UGD dan dirawat di Rumah Sakit selama beberapa hari. 

Hingga hari ini, saya masih berada dalam masa recovery, karena dokter menyarankan untuk tidak melakukan aktivitas olahraga berat selama 2 bulan. Namun, lagi-lagi saya tidak bisa menahan diri, kemarin saya sudah kembali lagi ke trek, dan menikmati saat-saat dimana napas saya mulai tersengal, seluruh otot kaki saya terasa sakit dan keringat saya mulai deras keluar, padahal masa recovery masih sisa satu bulan. Maaf, dok, saya sakau!

Bagi temen-temen yang juga sangat menggemari olahraga, apapun itu, berlatihlah dengan bijak. Berlatih dengan keras boleh saja, namun juga harus cerdas. Porsi latihan harus seimbang dengan asupan gizi dan istirahat, semakin banyak porsi latihan, semakin tinggi gizi yang diperlukan tubuh. Mengkonsumsi makanan tinggi protein namun rendah lemak dan mengkonsumsi karbohidrat kompleks dapat dijadikan langkah pencegahan terjadinya sindrom RED pada tubuh. Saya hanya bisa berharap semoga saya dapat mengambil pelajaran dari nancleb nya jarum infus di vena, dan mengurangi sifat nakal saya dalam berlatih...walaupun gak yakin, sih. Hihi...

24 comments:

  1. sydrome akibat defiasi dan kelebihan energi yang dikeluarin ketika berolah raga bisa menimbulkan kematian juga loch mang....kata Rcaa mah gituh cenah teh....tapi suwer saya nggak terlalu percaya kalau Rcaa yang ngomongnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya cintanya mamang pernah ditolak sama RCAA ya? Sampe segitu gak percayanya ihh.

      Delete
    2. rcaa memang top ya bikin juragan ubi klepek klepek

      Delete
    3. padahal yang sesungguhnya terjadi mah Rcaa yang klepek-klepek oleh sayah

      Delete
  2. wah bahaya itu mas jika olah raga tanpa memperhatikan kondisi tubuh serta gizi tanpa minum suplemen tanbahan,,,,

    ReplyDelete
  3. kalau saya sih ngga tau kenapa ya kang kurang minat mendaki ke ciremai,saya lebih suka manjat gunung kembar aja :D

    Saya mah merasa aneh aja sih kang, dikalimat terakhirnya nyuruh latihan yang bijak, lah adminnya sendiri belom sembuh udah lari-lari terus. Dah masuk persib ajah kang lah jadi striker :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yagitu deh, ke orang lain nyuruh yang baik-baik, tapi sendirinya bangor hahaha...

      Kalo masuk PERSIB mah udah gam minat ah, mau ngasih kesempatan aja sama anak didik saya...FEBRI HARYADI. :D

      Delete
    2. jangan ngomongin gunung kembar lah entar ada yg sensi

      Delete
    3. wkwkwk, keren itu febri si bow. Lari sama gocekannya. padahal dia masih muda loh kayak saya

      Delete
  4. makanya nurut apa kata saya eh dokter taukk

    ReplyDelete
  5. lalu gegara ini jadi buat alasan vacuum ngeblog gituh?

    ReplyDelete
  6. Hiii serem juga ya gan ? Harus lebih teratur nih dalam mengatur waktu olahraga dengan asupan-asupan gizi yang masuk dan pola istirahat gan. Semoga buat Agan Rudy Arra selalu diberikan kesehatan terus. Salam kenal gan :-)

    ReplyDelete
  7. Mas Rudy. No hape dong. Kirim ke 081316716844

    ReplyDelete
  8. Mas Rudy. No hape dong. Kirim ke 081316716844

    ReplyDelete
  9. dijaga atuh kang supaya tidak terjadi hal yang lebih tidak di inginkan.

    ReplyDelete
  10. saya kemarin mas gara - gara tarik tambang dalam acara penutupan bulan k 3. pinggang pada sakit.

    ReplyDelete
  11. Wah, hati2 mas.... kelelahan juga bisa berujung,,

    ReplyDelete
  12. Segala sesuatu jika dilakukan dengan over memang tidak baik

    ReplyDelete
  13. coba latihanya diseling ama cross training a, kaya sepedaan or renang

    ReplyDelete