Om, Balonnya Basah dan Pahit!!!

Gambar: Google
Ndi adalah seorang anak laki-laki berusia lima tahun yang sangat nakal, hmm...tapi saya lebih nyaman menyebutnya sebagai anak yang selalu ingin tau. Saat dia berkunjung ke rumah Om nya, dia bertemu dengan saudara perempuan yang juga seusia dengannya. Bukan hanya usianya yang sama, tapi juga kadar rasa ingin tau mereka juga hampir sama.

Menclok sana menclok sini sudah jadi kepastian, pegang sana pegang sini pun sepertinya sudah jadi kewajiban. Pintu kamar si Om tampak terbuka. Karena merasa ruangan itu belum pernah terjamah, merekapun lansung merangsek tanpa permisi bak S.A.S Force Warriors yang sedang menjalankan misinya. Tanpa buang waktu mereka langsung melakukan penyisiran, bongkar itu ini dan...mereka menemukan benda yang mencurigakan karena mereka
belum pernah melihatnya. Benda yang terbungkus rapat dengan sejenis plastik aluminium foil yang didalamnya berbentuk seperti bulatan cincin tapi terasa kenyal. Mereka berdua pun membawa barang bukti tersebut kepada Om mereka.

"Om...Om...ini apa sih Om??!!" Ndi bertanya sambil menunjukkan barang itu. Speechless selama  beberapa detik, lalu dengan ekspresi yang terlihat kaget dan bingung Om pun menjawab "Ooh itu balon sayang..!!". Sang Om heran dari mana anak-anak itu bisa dapat barang yang pada bungkusnya terdapat tulisan 'DUREX' itu.

"Asik...aku dapet balon...Om buat aku aja ya, aku mau meniupnya!!!" Pinta Ndi sambil kegirangan. Sontak saja si Om merasa menyesal dan merasa sangat bersalah karena telah bilang kalau benda itu adalah balon. Merasa bingung karena sebenarnya benda itu bukan balon, tapi si Om juga tidak tega melarang karena khawatir mereka malah nangis. Dengan kegalauan yang luarbiasa si Om pun memilih untuk menuruti keinginan Ndi.

'Balon' itupun dibukanya, waktu mendapati isinya Ndi sedikit heran "Om, ko' balonnya basah sih???". Tak peduli dengan hal itu Ndi pun berusaha meniupnya, tapi keheranan Part.2 mampir di otak Ndi, "Om, ko' balonnya pahit banget sih???" dengan lidah melet-melet. Sekarang si Om yang mengalami Speechless Part.2  . Tak bisa berbuat apa-apa lagi, Om hanya bisa tertawa saja.

Keras kepala Ndi memang sudah terbentuk sejak dini. Karena ingin mewujudkan keinginannya, Ndi tidak peduli dengan basah dan rasa pahit 'balon' itu, sampai berhasil meniupnya lalu bermain dengan riang bersama 'balon' berwarna coklat muda transparant itu. Melihat keponakan-keponakannya tenggelam dalam kegembiraan, rasa bersalah si Om bisa sedikit terobati.

Anak-anak itu memang polos tapi bukan berarti halal untuk dibohongi. Jika memang si anak memaksa menanyakan hal yang belum saatnya mereka mengerti, sebaiknya orang dewasa bisa memberikan jawaban yang lebih masuk akal dan tidak menimbulkan penyesalan untuk dirinya sendiri dilain waktu karena telah memberikan jawaban yang kurang tepat.

Masa kanak-kanak memang sangat sulit terlupakan. Setiap moment dimasa itu seakan merekat kuat dalam ingatan Sang Pemeran Utama. Tapi untuk saya pribadi merasa sangat bersyukur karena saya tidak ingat sedikitpun saat prosesi terlahirnya saya kedunia ini. Jika ingat, dampak trauma dari kejadian itu pasti membekas sampai sekarang, karena perjalanannya pasti sangat menyeramkan hihihi...!.

Itulah sekelumit kisah tentang Ndi, dan saat menulis cerita ini saya selalu merasa ingin bilang "...Iyyakkkt...!!!", dan anda pasti bisa menebak siapa sebenarnya Ndi itu. Ah sepertinya sekarang saya butuh kopi untuk menetralkan rasa 'enegh' ini.

See you letter...!!! :)



1 komentar: