Minggu, 13 Mei 2012

Ketika Aku...

Ketika aku masih tak punya apa-apa, ketika aku masih tak punya kuasa, ketika aku masih tak punya tenaga, kasih sayang orang lainlah yang membuatku bisa tetap bertahan.

Ketika aku masih disuapin makanan lembek bergizi tinggi, ketika aku masih punya senyum manis walau tanpa gigi, ketika aku masih dicebokin Orang Tua tanpa Ia merasa jijik, aku masih bisa tetap bertahan dengan kasih sayang mereka walau aku belum mengerti apa-apa.

Ketika aku mulai diajarkan cara bertahan, ketika aku mulai mengerti kasih sayang, sampai ketika aku mulai tahu cara membangkang, sekitarku berusaha membimbingku dengan kesederhanaan.

Ketika aku mulai punya mimpi dan berusaha mengejarnya, ketika aku mulai mencari jati diri dan berusaha menemukannya, ketika aku aku mulai berkenalan dengan rintangan dan berusaha melewatinya, sekitarku tetap mengingatkanku tentang kesederhanaan.

Ketika aku mulai menemukan jalan, ketika aku kehilangan jalan, dan ketika aku menemukan jalanku kembali, kesederhanaan telah memberitahuku bagaimana harus bertahan dan bersyukur.

Ketika aku mendapat kesempatan mengecap pencapaian kecil, ketika aku mulai tahu cara menikmati hidup, ketika aku mulai terbawa suasana egos hati, seolah kesederhanaan dan bersyukur terasa tak begitu berarti.

Kemana sandal jepitku...???, kemana celana jean’s lusuhku...???, kemana ingatanku tentang kerasnya perjalanan saat mencoba meraih mimpi...???

Semoga kelak aku tak lupa diri.

Dan...

Gambar : Arra


Sebuah renungan berdasarkan kegelisahan...