Sabtu, 01 September 2012

Children See, Children do

Saya belum menikah, apalagi punya anak, jadi saya belum pernah merasakan gimana rasanya mengurus seorang anak. Tapi ketika saya memperhatkan sekitar, saya bisa membayangkan dan sangat yakin kalau mengurus anak itu pasti 'ramai rasanya'.

Tanggung jawab kita sebagai orang dewasa (terutama Orang Tua) untuk mendidik dan membentuk karakter, sifat dan sikap seorang anak, ya pastinya semua sudah mengerti itu. Tidak tahu wajar atau tidak, atau mungkin karena saya ini memang KEPO, ketika saya bertemu atau berinteraksi dengan anak-anak, saya cenderung selalu membandingkan karakter mereka, dari cara mereka berbicara, cara berinteraksi dengan sebaya dan dengan orang yang lebih tua, gestur, kebiasaan, dan tingkat pemahaman si anak terhadap apa yang saya sampaikan.

Beberapa waktu lalu saya dikejutkan oleh seorang anak usia 4 tahunan yang sedang asyik merokok. Oke, mungkin ini bukan hal yang baru, tapi bagi saya itu adalah pengalaman pertama kali melihatnya secara langsung. Dan ada juga anak yang menurut saya dewasa sebelum waktunya. saat anak itu berbicara, selalu ada saja topik yang yang mengarah pada hal-hal yang bernuansa sex, padahal anak seumurnya kebayakan belum mengerti apa itu bersetubuh, berciuman, pacaran, lesbi dan lainnya,  (gak tega lagi nyebutinnya hehe...). Itu hanya beberapa contoh saja.

Lalu mental KEPO sayapun timbul lagi, saya berusaha memperhatikan lingkungan terdekat si anak (walaupun saya gak sampai bawa kaca pembesar segala), dan ternyata memang apa yang dilakukan orang dewasa di lingkungan si anak tersebut tidak berbeda dengan apa yang dilakukan si anak. Nah disini kita tinggal membalikannya, berarti si anaklah yang mencontoh apa yang dilakukan oleh orang dewasa disekitarnya.

“Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Lha kalo guru kencing berlari, mungkin murid akan kencing sambil lompat-lompat kali yak?. Dan yang lebih mengkhawatirkan kalo gurunya kencing sambil lompat-lompat, kemungkinan besar si murid akan kencig sambil salto...kasihan kan?.

Oke lah ya, saya juga sadar masih memiliki banyak kekurangan dalam bersikap, kadang masih kekanak-kanakan, tapi dengan contoh yang pernah saya lihat, semoga ini akan menjadi pembelajaran bagi saya tentang bagaimana seharusnya bersikap di depan anak-anak, dan pelajaran bagi saya dalam mendidik anak jika kelak mempunyai anak.

Baiklah, ini hanya uneg-uneg saya saja kok, saya yang seorang yang belum banyak tahu tentang mendidik anak. Dan kepada Abang-abang dan Mbak-mbak ku yang lebih berpengalaman, saya mohon tergurannya jika ada ungkapan saya yang tidak tepat. Terima kasih.