Senin, 17 September 2012

Jadilah Follower Setan-Setan Kecil Itu

Saya yakin, mereka tahu bahwa yang mereka benci adalah mahluk yang sejenis dengan dirinya.
Saya yakin, mereka tahu bahwa yang mereka caci maki adalah saudaranya. 
Saya juga yakin, mereka tahu bahwa yang mereka bunuh adalah sesamanya.
Ya...mereka adalah MANUSIA.  

Tapi kenapa mereka tidak mau mengerti jika mereka adalah sesama manusia?. Sesama manusia yang seharusnya saling menghargai dan saling melindungi. Apa mereka masih pantas disebut manusia?, ahh...tapi bagaimanapun mereka tetap manusia.

Belum lama ini ada sekelompok manusia, tapi saya lebih ingin menyebut mereka sebagai sekelompok setan-setan kecil yang berusaha memecah belah persaudaraan diantara manusia dengan cara membuat sandiwara tak guna yang menjijikan. Menghina idealisme saudaranya sendiri, menjatuhkan harga diri saudaranya sendiri, dan berniat membunuh dengan cara membuat mereka saling membunuh.

Perbedaan!!!

Saya yakin, mereka tahu bahwa manusia dimuka bumi ini adalah berbeda-beda
Saya yakin, mereka tahu bahwa karena perbedaan, kita ada
Dan saya sangat yakin, mereka tahu jika perbedaan itu indah

Tapi kenapa mereka tidak mau mengerti bahwa walaupun berbeda, kita adalah tetap MANUSIA!!!. Jika perbedaan dapat dengan mudah dijadikan sebagai alat provokasi untuk memecah belah persaudaraan, lalu bagaimana nasib manusia selanjutnya?, karena manusia sudah terlanjur ditakdirkan berbeda-beda. Apakah manusia hidup hanya untuk berlomba supaya bisa menjadi kelompok yang paling kuat, sehingga bisa melindas kelompok yang lebih lemah?. Apakah manusia akan lebih bangga jika mereka hidup hanya dengan se-RAS, se-agama, se-kepercayaan, se-pemikiran, se-bahasa, se-idealisme, se-warna kulit dan se-semuanya?. Sial...!!!, jika memang manusia harus menyesali perbedaannya.

Dengan meng-atasnamakan ajaran agama, dengan merasa seakan tanpa dosa, dengan leluasa mereka mengumbar kekerasan secara fisik ataupun psikis. Agama mana yang mengajarkan seperti itu?. Dengan dalih ingin membela agama, tapi malah mencemarkan ajaran agamanya sendiri, sungguh cacat!.

Dunia telah digoyahkan oleh sekelompok setan-setan kecil yang merepotkan, dan mungkin sekarang mereka sedang tertawa tanpa suara karena menyaksikan persaudaraan kita porak poranda. Ya, kita telah kalah, tapi belum telak. Berarti masih ada kesempatan untuk bangkit melawan keangkuhan diri sendiri. Dan bangkitlah sebelum setan-setan kecil itu menyelesaikan ‘hitungan ke-8’ nya.   

Lalu siapa yang paling benar?, apakah yang menulis ini merasa dirinya paling benar?. Saya tidak bisa menjawab “Ya” atau “Tidak”, karena saat menulis ini, saya tidak menggunakan idealisme, tapi menggunakan hati nurani. Hati nurani yang “universal” dan tidak berada di pihak manapun. Hati nurani yang sudah sangat jarang diperankan dalam panggung kehidupan. 

 Jadi sekarang tinggal pilih saja, ingin umat manusia tetap bersaudara dalam perbedaan?, maka dimohon untuk saling menghargai perbedaan itu.

Tapi jika ingin manusia disejajarkan dengan binatang?, maka jadilah follower setan-setan kecil itu!