Senin, 24 September 2012

#MuhammadshowedMe

Ternyata masih sangat gencar pemberitaan tentang Protes Film “Innocence Of Muslims” ini. Dan dikabarkan Protes terhadap Film ini terus berlanjut di beberapa negara. Tadi saja waktu mengunjungi VivaNews, saya menemukan kabar terbaru tentang aksi demonstrasi besar yang dilakukan oleh Organisasi pro-toleransi agama yang berbasis di Brazil yaitu Brazilian Commission for Combating Religious Intolerance (CCIR).

Kabarnya sekitar 200.000 orang dari 25 kelompok agama bergabung dalam demonstrasi ini. 25 Kelompok ini diantaranya adalah para pemeluk Islam, Protestan, Katolik, Yahudi, Buddha, dan juga kepercayaan lokal, dan demo yang mereka lakukan ini dikabarkan berlangsung dengan damai.

Saya sebagai Umat Muslim sangat menghargai tindakan saudara-saudara kita yang berbeda agama ini. Ini adalah salah satu bentuk toleransi yang ditunjukan oleh mereka.

Tapi bukan berarti protes terhadap Film “Innocence Of Muslims” ini harus dilakukan dengan turun dan teriak-teriak di jalanan kan?. Apalagi dengan cara anarkis dan sampai menghilangkan nyawa orang lain, tentunya tindakan anarkis itu sangat tidak mencerminkan sifat seorang Muslim bukan?.

Seperti yang telah dilakukan oleh seorang Rapper asal Amerika yaitu Lupe Fiasco. Rapper Muslim dengan nama asli Wasalu Muhammad Jaco ini justru melakukan demonstrasi di akun Twitter-nya @LupeFiasco dengan cara mengirim twitt yang menjukan teladan-teladan Nabi Muhammad SAW dengan hashtag #MuhammadshowedMe.


Twitt Lupe Fiasco ini langsung mendapat Mention dari para Followers-nya, terutama dari Follower Muslim. Dengan followers yang mencapai 1.293.000-an ini saya rasa akan mempunyai pengaruh cukup besar.



Dan sampai hari ini pun twitt dengan hashtag #MuhammadshowedMe masih terus berlangsung, ini membuktikan jika berdemo dengan cara unik seperti inipun dapat menuai banyak simpati, dan saya rasa akan lebih aman juga lebih manusiawi.




Tentunya anda semua pasti sudah mengerti bahwa kekerasan bukan merupakan jalan terakhir untuk menyelesaikan masalah Rasisme seperti ini. Dengan menuangkan pemikiran dan pengaruh dari seorang tokoh, lalu kita mendukungnya, saya rasa itu akan memberi dampak yang jauh lebih baik daripada harus menggunakan kekerasan.

Tapi semua itu dikembalikan lagi pada diri masing-masing individu, jika kita menginginkan kehidupan manusia yang damai, maka kita harus tahu dulu dari mana kita harus memulainya.