Sabtu, 22 September 2012

Pesan Dari Yang Tak Sempurna

Pagi ini, aku terbangun tak sepagi kemarin. Mungkin tembok sisi timur rumahku sudah tak sedingin subuh tadi. Terperanjat saat melihat sajadah, dan saya berfikir masih belum terlambat untuk menggunakannya.

Tak biasanya, secangkir kopi di pagi ini membawa ingatanku tertuju pada beberapa tahun lalu, saat aku dan kamu masih sering bertemu, saat terkadang kamu terasa begitu mengesalkan dan saat terkadang kamu begitu mengesankan.

Aku masih ingat, ketika kita bertengkar karena sebungkus Mie Instan, atau pada saat aku terlambat datang karena hujan, huhh...itu sangat menggelikan. Aku juga masih ingat saat aku hampir mati karena batre HP-mu, dan juga pada saat kamu mengorbankan apa yang kamu inginkan karena kamu tak mau mendengar aku dicela. Sekarang aku hanya bisa tersenyum bila ingat itu.

Dan kini, ketika suara hati hanya bisa bicara lewat jari, aku tak ingin kehilangan itu lagi. Aku tidak tahu ini apa, walaupun aku sempat bertanya “Apakan ini rindu?”. Ah terserah lah, karena aku tak mau terlalu larut dan terlalu berlebihan soal itu.

Yang pasti aku sangat peduli padamu, tapi aku tak peduli bagaimana dengan kepedulianmu terhadapku. Kini kau sahabatku, dan sekarang kita saling berjauhan karena obsesi masing-masing. Kamu punya tujuan dan akupun begitu. Bergegaslah, semua tujuanmu telah menunggu.

Dan kenanganku terasa semakin manis ketika teringat pesan mu buatku saat aku pamit padamu, pesan yang terkadang tidak aku penuhi. Saat itu kamu bekata “...disana, kamu jangan lupakan Sholat dan Qur’an mu ya, baca lah walau hanya satu Ayat...” diakhiri dengan tetesan air matamu.