Minggu, 04 November 2012

Apakah Itu Berarti Semua?

Seandainya gue bekerja di Direktorat Jenderal Pajak lalu gue melakukan korupsi, terus apakah itu berarti Direktorat Jenderal Pajak adalah lembaga yang korup?

Seandainya gue adalah Bobotoh yang suka bikin rusuh saat di Stadion ataupun diluaran, terus apakah itu bereati semua Bobotoh di dunia ini adalah tukang rusuh?

Seandainya gue seorang anggota Geng Motor lalu gue melakukan kekerasan dijalanan, terus apakah itu berarti semua Geng Motor di dunia ini adalah kumpulan berandalan?

Seandainya gue memperkosa seorang gadis dibawah umur lalu merninggalkannya ditengah hutan, terus apakah itu berarti semua lelaki di dunia ini adalah bajingan?

Seandainya gue melakukan bom bunuh diri disebuah Rumah Ibadah Agama Non Muslim atas nama Allah, terus apakah itu berarti semua umat Islam itu boleh dicap sebagai Teroris?

Seandainya gue adalah Oknum Polantas yang suka melakukan pungli dijalan, terus apakah itu berarti semua Polisi beserta Institusinya adalah kotor?

Seandainya gue adalah orang Arab yang suka menyiksa pembatunya yang berasal dari Indonesia, terus apakah itu berarti semua orang Arab itu adalah tukang aniaya TKI?

Seandainya gue suka memperolok warga keturunan, terus apakah itu bererti semua warga pribumi itu Rasis?

Seandainya gue suka nyimeng, free sex, nge-drugs, dan anti kemapanan, terus apakah itu berarti semua generasi muda Indonesia sekarang ini bermoral bejat?

Seandainya gue ribut dijalanan karena ditagih biaya parkir oleh warga Desa lain, terus apakah itu berarti semua warga Desa gue harus ikut ributin hal ini dengan menyerang Desa orang yang ribut sama gue?

Dan ketika gue memutuskan untuk menjadi seorang anti-mainstream, terus apakah itu berarti gue adalah seorang pemberontak yang pantas didiskriminasikan?

Dan...

Apakah itu berarti semua?

...

Ayolah...ambillah kesimpulan kenapa Tuhan menempatkan OTAK dan HATI kita diposisi yang lebih tinggi daripada PANTAT.