Selasa, 06 November 2012

Gak Jadi Seneng

Niatnya ingin melestarikan tradisiku yang selalu nyetok beberapa bungkus Beng-Beng dalam Ransel-ku sebagai camilan dan langkah antisipasi saat kepepet perut protes keras dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk segera makan. Tapi berhubung di warung stock Beng-Beng nya habis, lantas perhatianku tertuju pada Stik rasa Keju yang katanya itu adalah produk/merek baru. Pada awalnya aku tidak tertarik untuk mencobanya, memang sih kalau diperhatikan dari tampilan bungkusnya cukup keren dan eye-catching banget, tapi jika aku menemukan makanan yang belum pernah aku coba sebelumnya dan aku merasa tidak sregg untuk mencobanya, biasanya adaaa saja hal yang mengecewakan dari makanan itu, baik itu dari segi rasa, suasana ataupun harganya.

Tapi tetap saja aku penasaran ingin mencobanya, dan untuk proses adaptasi lidahku dengan produk baru ini, maka aku coba beli produk ini sebanyak dua bungkus saja dulu. Ketika akan mencicipinya, aku melihat ada kejanggalan pada potongan Stik tersebut, bukan terdapat fotoku yang sedang dicium Katy Perry pada potonga Stick itu, melainkan terdapat gulungan kertas sebesar batang rokok didalam potongan Stick itu. Aku penasaran, lantas aku keluarkan gulungan kertas itu dengan mencabutnya dari dalam Stik, saat itu aku baru ngeuh jika gulungan kertas itu adalah uang seribuan yang dimasukkan kedalam semacam sedotan besar. Beginilah penampakannya.

Gambar1 oleh Rudy Arra

Selera makanku langsung hilang saat menemukan hal itu. Betapa tidak, sebuah benda yang tidak seharusnya berada didalam bungkus makanan, lha ini kok malah dengan nyamannya nagkring disana, terlebih lagi benda ini mengalami kontak secara langsung dengan makanan itu sendiri.  Oke lah jika benda itu dibungkus kembali secara rapat seperti bumbu pada kemasan Mie Instan, tapi dalam kasus ini si uang hanya digulung lalu dimasukkan pada benda semacam sedotan besar tanpa ditutup pada kedua ujungnya. Tepatnya semacam gambar dibawah ini.

Gambar2 oleh Rudy Arra

Haaah...Kalau gini caranya, gak jadi seneng deh...

Entah aku salah atau tidak karena terlalu berlebihan dalam menilai hal ini, namun aku cenderung membayangkan akan begitu mudahnya bakteri pada uang itu menyebar pada makanan yang membungkusnya, sehingga makanan itu tidak higienis lagi. Bukan apa-apa lho, soalnya menurutku ini adalah makanan yang dibuat dengan target pasar utamanya adalah anak-anak, nah tentunya bagaimanapun sang Produsen harus bertanggung jawab dong atas kelayakan konsumsi setiap produknya, dan apalagi bila diperhatikan dari kemasannya, aku yakin ini dibuat oleh Produsen yang profesional. 

Dan menurutku inilah bagian paling absurd dari pengalamanku ini. Ketika  aku mengeluarkan gulungan uang itu dari bungkusnya lalu membukanya, inilah yang aku temukan.

Wahai Secengan...tragisnya nasibmu...hiks!

Iiyyaaaktt...speechless aku!. Aku langsung membayangkan betapa panjangnya perjalanan uang ini. Dan bila dilihat dari nasibnya yang tampak begitu tragis seperti ini, aku yakin uang ini sudah banyak berpindah pada tangan-tangan yang tidak begitu nyeni, mungkin juga sudah melewati tempat yang banyak mengandung daki, atau yang paling parah mungkin saja uang ini pernah dipipisin sama Kecoak...siapa tahu kan?!.

Aku mengerti bahwa dalam hal ini sang Produsen sedang dalam tahap gencar dalam mempromosikan produknya dengan cara menyertakan uang pada sebagian kemasan produknya, tapi jika mekanisme-nya seperti kasus diatas, maka ini hanya akan menjadi Negative Buzz Marketing saja. Bagaimanapun segala aspek keamanan dan kenyamanan konsumen harus tetap menjadi prioritas utama. Jika tetap ingin menggunakan cara promosi diatas, maka tolonglah untuk membungkus hadiah tersebut  serapat mungkin, agar ke-higienis-an makanan akan tetap terjaga. 

Haaah...aku jadi greget pengin rikues aja sama Produsen nya agar hadiahnya jangan pakai uang secengan, tapi ganti aja sama Voucher Liburan biar kerenan dikit. Voucher-nya buat dua orang ya, dengan tujuan cukup ke Kalimantan saja, biar aku bisa menyambangi kedua Orang Suhu ku yaitu Kang Asep (mau nagih traktiran Buburnya) dan Mas Rawins (mau nagih kreditan Pancinya).  Hmm...tapi yang bikin aku galau adalah nanti aku mau ngajak siapa ya kesana?, ngajak Katy Perry atau Mas Zach aja yak?

#Ngitung kancing