Jumat, 16 November 2012

Tadaaaa...!!! #5 "Mbak Ay Sagira"


Syukur Alhamdulillah akhirnya Label Cinderamata Edisi Kelima sudah tiba!. Jujur, aku sangat menikmati setiap proses editing dari Edisi Pertama sampai Edisi yang sekarang ini, dan terdapat kepuasan tersendiri ketika aku dapat menyeleaikan setiap Edisinya dengan hasil yang bagiku cukup memuaskan mengingat berbagai kendala yang aku alami selama proses editing. Semua ini terasa istimewa karena aku akan memberikan setiap karyaku ini untuk kawan-kawan yang memang kuanggap istimewa. Tidak ingin semua ini hanya berakhir sekedar kata, akupun berusaha mewujudkannya walau hanya lewat sebuah karya yang mungkin biasa saja atau bahkan tak bernilai apa-apa. Tapi aku tetap berharap dan selalu optimis jika kawan-kawan dapat berkenan untuk menerimanya.

Oke...cukup melo-melo-nyah, sekarang langsung saja kita ngapelin seorang gadis remaja nan cantik jelita yang sekarang sudah menjadi seorang wanita dewasa yang masih tetap cantik saja (gak berani bilang REMAKO alias ‘Remaja Kolot’ lagi ahh!!!). Aku tidak mengerti kenapa Mas Raw sampai hati memanggil beliau dengan panggilan ‘Si Bebek’, padahal menurutku beliau ini lebih tepat diibaratkan  sebagai seekor Angsa putih nan Anggun dengan bulu halusnya yang sedang berenang ditengah Telaga yang bercahaya (ada yang mau protes??? Hihihi...).

Baiklah sekarang kita Sambit...Mbak Ay Sagira!!! (maksudya ‘sambut’ lho). Silahkan dinikmati hidangannya ya Mbak.

Typography Untuk Mbak Ay Sagira


Aku men-disain ini dengan disertai cucuran keringat, darah dan air mata lho Mbak. Bercucuran keringat karena memang cuaca gerah banget, bercucuran darah karena memang banyak nyamuk yang menghisap darahku, dan bercucuran air mata karena memang waktu ngedit ini aku banyak nguap karena ngantuk sampai mengeluarkan air mata. Bhahahaaa...

Untuk disain foto Mbak Ay aku menggunakan warna ungu, soalnya kan biasanya wanita memang mengukai warna ini. Tadinya aku mau memakai warna coklat, tapi dipikir-pikir lagi aku khawatir nanti malah dapet protes dari Mas Raw, aku takut dia bilang gini “Kok warnanya malah kayak warna bulu Orang Utan???”, kalau warna ungu kan paling parah juga dibilang kayak warna Terong, lumayan lah gak terlalu nyelekit di hati.

Dan alasanku memilih foto Mbak Ay yang ini karena aku naksir sama senumnya itu loh, seksehh abis deh pokoknya. (Pasti Mas Raw protes lagi!).

Baiklah Mbak, aku gak bakalan panjang kali lebar lagi deh, karena khawatir nanti malah jadi tinggi hati, pokoknya Typography ini aku dedikasikan untuk Mbak Ay Sagira, semoga Mbak Ay berkenan menerimanya dengan hati yang ikhlas. Mohon maaf atas kelancanganku dalam proses membuat karya ini, dan mohon maaf juga atas segala kekurangan. 

Terima Kasih.

#kecup