Rabu, 28 November 2012

Tidak Tahu Mula




Dear Bapak Jokowi,

Pertama-tama saya ingin mengucapkan Selamat atas terpilihnya Bapak Joko Widodo dan Bapak Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Periode 2012-2017. Saya harap Bapak bisa dengan tegar dapat menerima musibah ini, karena dengan terpilihnya Bapak menjadi seorang Pemimpin sebuah Kota yang begitu penuh dengan permasalahan yang menunggu untuk diselesaikan, tentunya beban tanggung jawab yang Bapak emban akan akan semakin berat. 

Bahagia sekali rasanya Jagoan saya bisa memenangkan ‘pertempuran’ PILKADA yang sangat menggema ke seluruh Nusantara pada beberapa waktu yang lalu. Saking menggemanya, ketika aku buka Twitte-ku, pasti ada Nama Bapak di Time Line-ku. Ketika saya Blog Walking, nama Bapak pasti nongol lagi di salah satu artikel blog yang saya kunjungi. Ketika saya baru bangun dan lewat di depan TV saat hendak ke kamar kecilpun, pasti saya mendengar nama Bapak disebut oleh salah satu Pembawa berita pagi, haaah...sampai bosen saya, terus menerus menemukan nama Babak disana-sini. Tapi karena Bapak itu seorang pejabat yang Metal dan kita sama-sama nge-fans sama Dream Theater, maka saya tidak jadi deh bosennya.

Oh iya, sebenarnya tulisan ini sudah saya tulis sejak sebelum Bapak dilantik jadi Gubernur DKI lho, tapi saya tidak publish tulisan ini di Blog saya, karena khawatir Bapak benar-benar membacanya, aneh kan? Lha wong ini ditujukan untuk Pak Jokowi. Tapi setelah dipikir-pikir, apa salahnya juga saya publikasikan, toh kita hidup di Negara Demokrasi kan?. Dan akhirnya saya putuskan untuk menjadikan tulisan ini sebagai salah satu postingan blog saya ini, tentunya dengan melakukan beberapa perubahan terlebih dahulu.

Disini saya hanya ingin menuangkan isi pikiran saja. Saya bukan orang yang lahir di Jakarta, dan sekarang saya juga bukan penduduk DKI Jakarta, tapi bagaimanapun sebagai orang yang sedikit banyaknya mengetahui tentang carut–marut kota Jakarta, saya ingin melihat Jakarta yang lebih baik dari sebelumnya, nah sekarang kepada Bapaklah saya menyimpan harapan. 

Melihat prestasi Bapak dan Wakil Bapak saat menjalankan tanggung jawab pada jabatan terdahulu, saya yakin Bapak mempunyai Visi dan Misi yang dapat membuat DKI Jakarta menjadi lebih baik. Terlepas dari segala tindakan Bapak yang dianggap kurang tepat oleh pihak-pihak tertentu, itu merupakan suatu bahan kajian untuk Bapak dalam menusun kebijakan-kebijakan yang akan disusun dimasa yang akan datang. Tak ada gunanya juga semua itu diributkan, karena toh waktu terus berjalan, dan ‘kerja’ Bapak lah yang Jakarta butuhkan.

Salah satu hal yang menarik bagi saya dari PILKADA DKI kemarin adalah RASISME yang begitu kental terasa. Saya bukan tipe orang yang suka mempermasalahkan perbedaan, baik itu Ras, Suku, Agama, atau berbagai macam perbedaan lainnya. Saya suka Bapau, apalagi Nasi Liwet, jadi apapun makanannya, yang penting bergizi dan dapat memberi energi. Siapapun yang menjadi pemimpin, asalkan dia benar-benar tulus bersedia mendedikasikan semua kemampuannya untuk kemakmuran seluruh masyarakat, lalu dimana letak kesalahannya coba?!. 

Tulisan ini adalah suara dari sorang rakyat jelata, yang sudah terbiasa dijejali berbagai janji manis dalam sebuah kampanye. Dan ini juga merupakan tulisan dari seorang rakyat jelata yang sudah terbiasa menyaksikan janji-janji manis itu berakhir menjadi sebuah mimpi. Banyak dari beliau-beliau yang mengalami ‘amnesia’ saat mencapai kejayaannya. Mereka lupa dengan apa yang telah mereka janjikan saat bersaing dalam memperebutkan kursi kekuasaan. Ini berlaku untuk siapa saja. 

Dan saya berharap kepada Bapak Jokowi beserta jajarannya, semoga anda semua tidak menjadi Pemimpin yang Tak Tahu Malu...karena Tak Tahu Mula saat memeperebutkan kursi kekuasaan.

Cukup sekian dan terima kasih.

Tertanda,

Anggota Komisi Penghancur Komen (KPK)
Rudy Arra


Nambah : Untuk sebagian pihak, gambar yang tersemat diatas mungkin akan terasa tidak relevan dengan isi artikel,  dan untuk mendapatkan penjelasan atas semua ini, silahkan menyimak kolom komentar postingan terakhir sebelum postingan ini. Dan pandanglah dari sisi humor semata.