Rabu, 09 Januari 2013

Beda

different
Gambar : Rudy Arra

Manusia diciptakan secara berbeda-beda antara satu dengan yang lain, baik itu dari bentuk fisik, sifat, pola fikir, keinginan dan lain sebagainya. Mungkin salah satu alasana kenapa Tuhan menciptakan Manusia dengan perbedaan adalah supaya Manusia bisa belajar memahami diri sendiri dan belajar saling memahami antara satu dengan yang lainnya. 

Sebagai mahluk sosial, tentu saja Manusia membutuhkan pihak lain untuk menyempurnakan statusnya itu, sehingga Manusia dituntut untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Tapi sebagai mahluk yang dikaruniai kemampuan berfikir untuk menentukan jalan hidupnya, tentu saja Manusia juga harus mampu menjaga "Peta Perjalanan" yang dia yakininya sebagai petunjuk dan acuan agar arah tujuannya tetap berada pada jalur yang jelas dan tidak terombag-ambing oleh berbagai pemahaman yang dapat memutar balikkan pemikiran.

Dan tentu saja seseorang juga mempunyai cara sendiri dalam menyusun dan menentukan jalan mana yang akan diambil demi mencapai tujuannya. Ada yang memilih untuk mengikuti mainstream, sedangkan bagi beberapa orang justru memilih untuk berjalan diluar "Zona nyaman".

Pun seperti yang selama ini aku rasakan. Aku lebih memilih untuk menjadi seorang yang tidak merokok ditengah-tengah lingkungan perokok (aku anti merokok lho ya, bukan anti Tembakau). Aku lebih terobsesi untuk membuat pekerjaan daripada mencari pekerjaan. Aku lebih memilih tempat baru penuh resiko tapi memberiku kesempatan untuk berkarya daripada berdiam diri di tempat yang membuatku tidak bisa berkembang. Tapi jika sudah menyangkut masalah gender, aku tidak berani untuk berbeda dengan lelaki normal yang lain, aku akan tetap lebih memilih ngegombalin gadis tulen daripada harus ngegombalin gadis MaCo (Mantan Cowok), apalagi negombalin sesama “Jeruk”...iihh amit-amit bolak-balik deh!.

"If you can't be better, be different!". Quote yang selalu tersemat pada Sidebar Blog-nya Mbak Una ini benar-benar nancep di otakku, aku merasa ini begitu sejalan denganku dan benar-benar menginspirasi. Terima kasih Mbak Una. 

#gak pake kecup deh...gak berani

Jadi, aku nyaman dengan caraku, aku bahagia melewati jalanku, dan tanpa melanggar etika dan norma-norma kebenaran yang mengelilingiku, aku akan tetap berusaha mencapai tujuanku. 

#tulisan untuk KALIAN