Jumat, 15 Februari 2013

Sakit Lagi

Dulu, waktu jamannya masih sekolah, aku termasuk sangat aktif dalam kegiatan olah raga, terutama Volleyball.  Selain dalam kegiatan ekskul, aku juga termasuk salah satu anggota pemain pada klub volley "Tunas Muda" yaitu salah satu klub volleyball di kawasan tempat tinggalku.

Untuk menjaga kondisi fisik,  bila tidak ada latihan dengan klub, kerap kali aku mengisi soreku dengan jogging menyusuri rel kereta api. Di rel kereta?. Ya, rel kereta!, terdengar maco kan? hihihi...alasanku memilih lintasan rel kereta api adalah karena suhu di area lintasan kereta itu lebih tinggi / panas dibanding suhu di alun-alun atau areal olah raga publik lainnya, sehingga tubuh akan lebih terpancing untuk mengeluarkan keringat, walaupun hanya lari kecil saja. Sehingga tubuhku lebih terlatih dan daya tahan tubuhku juga terasa lebih baik.

Biasanya, batas waktu latihan adalah hingga kumandang Adzan Maghrib, sehingga aku sampai rumah lalu mandi diatas pukul 18:00, waktu yang tidak baik bagi tubuh untuk diajak mandi. Tapi, selama itu aku belum pernah merasakan keluhan sakit apapun. Menempuh perjalanan menggunakan motor tanpa memakai jaket atau bahkan lama-lama kehujananpun tubuh tetap bandel, sangat jarang terkena sakit.

Ketika mulai memasuki dunia kerja, aku pun berhenti menekuni olah raga volleyball, dan kegiatan olah ragaku berpindah menjadi bermain futsal yang rutin aku lakukan dalam jangka waktu seminggu sekali dengan teman-teman kantorku. Karena kesibukkan di siang hari, kamipun sepakat untuk mengambil jadwal futsal malam diatas pukul 20:00, dan selesai sekitar pukul 22:00, sehingga tak jarang aku harus sampai rumah lalu mandi pada pukul 23:00. Benar-benar waktu yang tidak wajar untuk mandi. Tapi walaupun begitu, kondisi daya tahan tubuhku tetap stabil. Masih jarang sakit.

Tapi sekarang...ah...rasanya tubuhku ini jadi cemen banget, manja, olo-olo kalo orang Sunda bilang-mah. Mengendarai motor gak pake jaket aja langsung sakit, keujanan dikit aja langsung sakit. Sekarang aja kondisi tubuhku masih belum pulih betul, padahal semenjak tiga hari yang lalu obat resep Dokter menjadi pencuci mulut sehabis makanku. Hadeuuh!

Mungkin ini karena sudah sejak satu tahun terakhir ini aku menghentikan rutinitas olah ragaku. Sebenarnya sih tidak berhenti total, hanya waktunya saja yang tidak teratur. Kini aku baru menyadari bahwa bagiku olah raga itu merupakan sesuatu yang penting. Dan sebaiknya kita memang jangan sampai menghentikan kebiasaan baik, karena kualitas hidup ada di tangan kita sendiri.

#Duh...bobok lagi...