Selasa, 19 Februari 2013

Sama-sama Dihargai

Aaaarrgghh...yang beli Ikan disini penuh banget. Antriii. Mana gak bawa hape lagi.

#mati gaya

Celingukan ditengah pasar ikan yang becek dan banyak ojek.

Menengok ke arah jam sembilan, kulihat seorang gadis manis berjilbab warna coklat dan berkacamata. Sejuk. Mempesona. Aura kecerdasan terpancar dari dirinya. Sampai aku segan dibuatnya. Tampak ia sedang  memesan sesuatu pada Abang penjual ikan.

Aku hanya mampu menyembunyikan senyum.

Menengok ke arah jam lima, tampak seorang gadis memakai T-shirt ketat berwarna biru muda dan celana pendek ketat berwarna putih. Dia berdiri membelakangiku. Paha mulusnya tampak menyenangkan, lengan putihnya tampak menyilaukan dan rambut yang diikat ala Ballerina bun itu tampak menggemaskan. Ingin rasanya aku mukulin panci sampai berisik hingga dia menoleh dan memperlihatkan wajahnya padaku. Hanya untuk memenuhi rasa penasaranku saja.

Yaa Tuhan, maafkan aku.

Di tempat becek itu aku bertemu dengan dua orang gadis yang sanggup membuatku memberikan perhatian lebih. 

Gadis berkerudung coklat itu telah sukses membuatku ingin menyapa dengan sapaan "Assalamu'alaikum yaa Ukhti..."

Dan gadis dengan T-shirt biru muda yang aku sebut gadis berpakaian setengah telanjang itu juga telah sukses membuatku penasaran ingin menyapa "Berapaan, Neng?"

Dan tolong jangan sepenuhnya menyalahkanku, bila aku bertanya seperti itu.

Intinya, keduanya sama-sama dihargai, tapi dengan makna yang berbeda. 

Mengerti kan maksudku?