Sabtu, 02 Maret 2013

Pemimpin Galau

Aku tertegun saat membaca status facebook salah seorang temanku. Dalam status facebook-nya itu dia mengeluh akan kinerja kerja bawahannya yang jauh dari kata maksimal. Itu yang membuat aku heran, karena yang aku tahu dia tidak pernah menumpahkan keluhan (apalagi yang menyangkut pekerjaan) di media yang teramat "vulgar" itu (status facebook).

Sejauh ini aku mengenal dia sebagai orang yang tidak mudah untuk melontarkan teguran terhadap orang lain, terlebih melakukan komplen. Gak enakan dan takut dibenci oleh bawahan. Maklum saja, di kantor tempat ia bekerja menganut sistem kekeluargaan, padahal itu bukan usaha keluarga. Bingung aku.

Bagaimanapun, sebuah perusahaan sudah sepantasnya memiliki peraturan yang jelas dan disepakati bersama oleh semua pihak yang bersangkutan, agar semua hal yang terjadi didalamnya akan dipandang secara objektif, termasuk dalam menyelesaikan semua persoalan yang timbul. Dan yang tak kalah pentingnya adalah adanya konsistensi dalam menerapkan peraturan, karena bagaimanapun jika seseorang bersedia terlibat dalam seluruh kegiatan suatu perusahaan, itu berarti dia sudah berkomitmen untuk berpartisipasi dalam usaha memajukan perusahaan tersebut.

Sebuah perusahaan diibaratkan menara jam besar yang terdiri dari berbagai ukuran gerigi yang saling terkait dan saling berputar untuk menjalankan Jam tersebut, dan semua gerigi harus berjalan dalam kondisi baik dan sinergi satu sama lain agar Jam dapat menunjukkan waktu dengan tepat. Pernah dengar ungkapan itu, kan?

Begitupun dalam hal kepemimpinan, aku rasa semua akan setuju jika dalam melaksanakan tugasnya, seorang pemimpin dituntut memiliki ketegasan dan objektivitas dalam memenej sebuah tim dalam perusahaan, agar roda penggerak perusahaan akan bisa tetap berjalan pada jalurnya.

Aku tahu persis betapa beratnya tanggung jawab dalam memenej sebuah tim agar dapat selalu berjalan dengan baik dan solid, tapi bukan berarti kita harus berhenti di titik keegoisan diri dalam ketidakberanian mengambil resiko, kan?. 

Maaf, bukannya aku sok tahu apalagi sok menggurui lho, Sob. Siapapun boleh setuju atau tidak dengan apa yang aku tuliskan ini, karena ini memang atas dasar "menurutku". 

"Menjadi seorang pemimpin yang tegas itu memang sulit, tapi menjadi pemimpin yang hebat dan dicintai pengikutnya itu jauh lebih sulit", tapi bukan berarti tidak mungkin untuk dicapai.