Selasa, 12 Maret 2013

"Ulat - Kepompong - Kupu-Kupu"

Pernahkah mengalami kejadian dimana kita bertemu seseorang yang pada awalnya kita anggap "nyebelin" (sebenarnya kata "nyebelin" ini terasa terlalu kasar untuk menggambarkan apa yang aku maksud.) dan membuat kita merasa kurang nyaman? Lalu terjadilah hal-hal yang mengikat interaksi kita dengan orang tersebut. Seiring berjalannya waktu, ikatan itu semakin kuat...semakin kuat dan semakin kuat. Dan pada akhirnya, kita dan orang itu saling menemukan kenyamanan dalam ber-relasi (apapun itu) dan saling ketergantungan, baik dalam bidang pekerjaan, relasi bisnis ataupun dalam hubungan sosial lainnya.

Lalu pernahkah mengalami kejadian dimana kita berjanji pada diri sendiri untuk tidak pernah membeli suatu barang yang kita anggap tidak bermanfaat? Karena proses hidup yang selalu bergulir, dan kebiasaan pun berubah, entah itu karena faktor tempat baru, profesi baru, hubungan baru atau apapun itu, pada akhirnya kita menjadi memerlukan kehadiran barang tersebut, bahkan kita tidak bisa jauh-jauh dari barang yang pada awalnya kita benci itu.

Atau, pernahkah mempunyai perasaan tidak suka pada suatu tempat atau daerah karena alasan tempat/daerah tersebut terlihat tidak nyaman untuk menjalani kehidupan. Mulai dari faktor keamanan, fasilitas umum yang tersedia, faktor geografis, faktor sosial budaya dan sebagainya. Tetapi suatu saat keadaan "memaksa" kita untuk bersedia menetap di daerah tersebut. Dan setelah beberapa waktu menjalani kehidupan di daerah itu, kita justru merasa lebih nyaman dan merasa tempat tersebut lebih sesuai untuk dijadikan sebagai tempat tinggal selanjutnya, dan berkeinginan untuk benar-benar menetap disana.

Aku pernah mengalami hal seperti yang telah aku sebutkan diatas. Dan setelah itu aku jadi merasa berdosa karena merasa telah "mendahului Tuhan" dan telah terlalu dini dalam mengambil kesimpulan.

Aku jadi teringat dengan pesan Uwa, beliau berpesan "Berbaik sangkalah pada apapun, karena hal yang terlihat tidak baikpun pasti akan memiliki sisi positif yang dapat kamu ambil hikmahnya. Seperti Ulat yang dianggap menjijikan, lalu dia akan menjadi Kepompong, dan akhirnya dia menjadi Kupu-Kupu yang tampak indah."

Aku memang masih harus banyak belajar.