Minggu, 28 Juli 2013

Uang Rupiah Kertas Super Lusuh

Kebiasaanku yang sangat jarang mengecek ulang uang kembalian usai bertransaksi, membuatku kerap pendapatkan uang lusuh dari uang kembalian itu. Beberapa kali uang lusuh tersebut aku dapatkan dari pom bensin, warung kecil, warteg, dan dari abang parkir pun pernah. Bahkan dari beberapa tempat tersebut, aku pernah mendapatkan uang yang kondisinya sudah sobek total tanpa ada potongan sobekannya. Untungnya nominal uang lusuh yang aku dapatkan tersebut biasanya tak terlalu besar, hanya berkisar diantara uang seribuan sampai lima ribuan. Tapi gimanapun juga tetep aja dongkol.

Miris juga sih, sepertinya tidak sedikit uang lusuh lain yang beredar ditengah masyarakat kita. Celakanya, kebanyakan uang lusuh tengah beredar dikalangan masyarakat kecil, yang pastinya sekecil apapun nominal uang akan dirasa sangat bernilai, sedangkan belum tentu uang lusuh pake banget tersebut bisa ditransaksikan kembali. 

Bagi aku pribadi, rasanya berat juga jika harus bertransaksi/membeli sesuatu menggunakan uang dengan kondisi super lusuh. Logikanya, yang namanya orang bisnis pastinya untuk mencari untung, bukan mencari buntung. Gak bagus juga kan mencari keuntungan dari kebuntungan orang, terlebih jika barang/jasa yang kita dapatkan dalam keadaan baik dan memuaskan. Pernah ada yang bilang "...udah, uangnya masukin kotak amal ajah..." Yaelah, bro, nyampah kok di kotak amal, kalo mau nyampah di kolom komen blogku ajah, dijamin aman tanpa perkara. Makanya, uang lusuh yang sampai ketanganku biasanya akan dibebas tugaskan atau ditransfer ke Bank Kotan (Bank Kolong Tangga) alias gudang. Sebenarnya bisa ditukar ke bank atau kalau dulu sih suka ada orang yang keliling buat menukar uang rusak dengan uang yang layak, tapi tanggung juga kalau jumlahnya masih sedikit.

Mungkin semua ini sangat dipengaruhi oleh kebiasaan kita juga sebagai masyarakat pengguna uang rupiah. Sepertinya kebiasaan masyarakat dalam memperlakukan uang kertas memang perlu diperbaiki. Aku masih sering menemukan uang yang disimpan dalam keadaan diuyel-uyel atau dijepret menggunakan stapler, kalau dibawa ke bank pasti disewotin deh tuh sama mbak-mbak teller-nya, hehe.

Ini hanya sekedar keresahanku saja terhadap hal tidak menyenangkan yang terjadi dilingkungan masyarakat kita. Etapi, Bapak SBY tahu gak ya soal hal ini? kalau misalkan beliau belum tahu, lalu dikasih tahu, kayaknya beliau akan bilang...PRIHATIN. Kasihan ah.