Senin, 08 Desember 2014

Mengubah Budaya Buang Sampah Sembarangan di Kota Bandung

Mungkin saya agak telat menulis hal yang saya bahas pada postingan kali ini, tadinya saya ingin menulis di blog jauh sejak masa-masa sosialisasi, tapi ternyata saya hanya sempat menuliskannya di Twitter, tapi tak apa lah, asal jangan sampai telat 3 bulan aja. 

Mulai tanggal 1 Desember 2014 yang lalu penerapan denda bagi pembuang sampah di kota Bandung resmi diberlakukan. Menurut Walikota Bandung, Kang Ridwan Kamil, karena masih dalam tahap sosialisasi, pada satu minggu pertama, sanksi masih berupa teguran secara langsung terhadap pihak yang ketahuan membuang sampah sembarangan (belum ada denda), namun pada pekan kedua atau mulai tanggal 8 Desember 2014 (?) denda mulai diberlakukan. 

Besaran denda bagi pembuang sampah tersebut mulai dari Rp. 250.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) hingga Rp. 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah). Nah puyeng, kan, lo?


Sumber : Twitter

Menurut saya ini adalah sebuah langkah penting mengingat perilaku membuang sampah sembarangan seolah sudah menjadi budaya bagi sebagian besar masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di kota Bandung. Pro-kontra selalu ada, sebagian orang menganggap pemberlakuan denda bagi pembuang sampah sembarangan ini terlalu berlebihan, tapi bagi saya pribadi justru ini adalah sebuah langkah yang memang harus dilakukan. Pernah dengar, kan, ungkapan 'Bandung Lautan Sampah' beberapa tahun yang lalu? Nah, sebagai orang yang mencintai Bandung, sakitnya tuh dimana coba? Disini...disiniiii... *nunjuk sekujur tubuh*

Selain itu langkah ini juga dijadikan sebagai usaha untuk merubah perilaku buruk masyarakat dalam memperlakukan sampah. Membudayakan membuang sampah pada tempatnya. Memang benar ini bukan hal yang instan, tapi jika disosialisasikan, diucapkan, ditampilkan dan dilakukan secara terus menerus, maka saya yakin suatu saat akan terasa dampak positifnya. Semacam cuci otak gitu.

Salah satu usaha "mencuci otak" masyarakat agar membiasakan diri untuk tidak membuang sampah sembarangan adalah dengan gencar mensosialisasikannya lewat media sosial seperti Twitter. Twitter dinilai dapat menjadi media yang tepat mengingat kota Bandung adalah salah satu kota dengan pengguna Twitter terbanyak di dunia. Pengguna Twitter Bandung juga didominasi oleh kaum muda, sehingga kaum muda secara tidak langsung akan ter-edukasi tentang bagaimana cara memperlakukan sampah yang baik dan benar. Kan keren jika kaum mudanya sudah tahu aturan memperlakukan sampah.

Selain itu, Twitter juga dijadikan sebagai media sanksi sosial. Sebut saja Kang Erwin Moron, dia adalah orang yang selalu berada di garis depan dalam memberi sanksi sosial pada penyampah tak tahu aturan. Dengan gaya khasnya, Kang Erwin akan langsung mem-bully-nya di Twitter, dengan cara publish foto wajah atau nomor kendaraan si penyampah. Misalnya kayak gini:

Sumber : Twitter
Mungkin ini memang tidak akan selalu berhasil memberi efek jera pada si penyampah secara langsung, tetapi sekali lagi, ini dapat memberi edukasi bagi masyarakat, setidaknya bagi penghuni Twitter. Dan yang saya salut, di Twitter banyak sekali yang berpartisipasi dalam upaya memberantas penyampah sembarangan ini, dengan cara turut memberikan informasi seperti gambar diatas, ataupun dengan cara kreatif seperti membuat gambar himbauan yang unik. 

Jadi, buat urang Bandung atau teman-teman yang ingin berkunjung ke Bandung, mohon untuk tidak buang sampah sembarangan, ya! Atau kalau masih bandel juga, saya do'akan supaya kendaraannya yudadababay kayak gini, biar nyaho!

Sumber : Twitter
Hatur Nuhun.