Selasa, 10 Februari 2015

Pekerjaan Terus Berlanjut (Membangun Lokasana)

Masih nyambung dengan postingan sebelum ini, postingan ini cuma buat ngganjel aja, sih, sebenernya. Sejak saya kumpul dengan sahabat-sahabat saya yang baru saya kenal itu di Lokasana, saya merasa menemukan diri saya kembali, setelah sakian lama. Bentar, saya jelasin dulu tentang kalimat 'sahabat yang baru saya kenal'. Baru kenal kok udah dianggep sahabat? Ya, saya menganggapnya begitu, mungkin karena saya merasa sa' klek banget sama mereka. Kekompakan, kerjasama, pengorbanan, begitu terasa. 'Membangun Lokasana' itu adalah misi kami saat ini. 

Walaupun apa yang kami kerjakan ini sering dianggap mengganggu oleh beberapa pihak, tapi pada faktanya sekarang hasil dari apa yang kami kerjakan selama ini bisa dirasakan oleh banyak orang. Itu adalah salah satu alasan mengapa kami tetap bersemangat. Ini adalah kontribusi kami terhadap salah satu fasilitas publik di daerah kami, kontribusi yang mungkin tak bernilai, begitu kecil, bahkan tidak terlihat. Ya, karena kami bekerja "SENDIRI".

Alhamdulillah, tadi pagi saat kami sedang berkumpul, ada seseorang yang mendatangi kami dan menunjukan dukungannya pada apa yang selama ini kami lakukan. Mungkin beliau memperhatikan saat kami sedang memasang tiang untuk Pull Up Bar tempo hari. Beliau menawarkan bebrapa material bangunan pada kami. Batu bata, Pasir dan Semen. Beliau meminta kami untuk membuat atau menambah satu alat lagi untuk latihan, yaitu Sit Up Bench. Siapa beliau itu? Nanti deh yaa saya kasih tau di postingan selanjutnya. Hehe.

Tak kuasa menolak, kami langsung bertindak. Sebagian material langsung kami bawa saat itu juga. Sempet bingung dengan cara membawa bahan material, karena tak ada alat semacam gerobak atau sejenisnya. Untung salah satu dari kami membawa mobil, dan dia gak keberatan jika mobil kerennya digunakan untuk membawa setumpuk batu bata merah dan semen yang  ditaruh di bagian belakang. Pekerjaan pun beres. Inilah kenapa saya berani menyebut mereka sahabat. Bersyukur saya bertemu dengan orang-orang asik kayak mereka. Semoga kekompakan kami akan tetap terjaga. 

Besok pagi kami berencana mulai bekerja membuat Sit Up Bench, seperti biasa kami menerjakannya sendiri. Sebenernya gak sendiri-sendiri amat, sih, saya minta ada seorang yang memang sudah biasa bekerja di bidang bangunan untuk menemani kami bekerja, maklum kali ini ada kerjaan nempelin adukan semen di batu bata, kalau benar-benar kami lakukan sendiri saya khawatir, bukannya jadi Sit Up Bench tapi malah jadi mirip tembokan makam, kan repot.

Yaudah gitu ajah. Sampai besok, Gais!