Selasa, 22 Desember 2015

Ketika Cedera Pergelangan Kaki Pulih Karena Berlari

Gambar Oleh@Irdanmau
Juli 2008 mungkin akan menjadi bulan yang tak terlupakan bagi saya, karena di bulan itu saya mengalami kejadian buruk yang membuat saya harus bed rest hampir satu bulan lamanya. Semua itu karena kaki kanan saya mengalami cedera cukup parah akibat tertindih motor saat mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Bypass Soekarno-Hatta, Bandung. Bersyukur saya tidak mengalami patah tulang, akan tetapi ada beberapa jaringan otot kaki yang terputus dan bergesernya beberapa bagian sendi. Butuh berbulan-bulan proses penyembuhan hingga saya bisa berjalan kembali.

Kaki kanan saya sudah bisa berfungsi seperti sedia kala, namun ternyata kondisi pergelangan kaki atau engkel saya tidak se-normal dulu. Aktivitas yang memberi tekanan cukup besar pada pergelangan kaki seperti menaiki tangga, melompat, menendang selalu membuat engkel terasa sakit, bahkan bengkak. Bahkan rasa sakit tersebut membuat gerakan shalat saya menjadi tidak sempurna. Sudah banyak cara saya coba untuk mengatasi masalah pada engkel saya tersebut, mulai dari cara tradisional hingga medis, untuk beberapa waktu memang terasa dampak positifnya, tapi biasanya tak bertahan lama, rasa sakit pada engkel pun timbul kembali.

Tiga tahun berlalu dan tidak ada perkembangan berarti pada engkel saya. Dalam kurun waktu tersebut, cedera engkel seakan sudah terasa sangat biasa, hingga akhirnya pada awal tahun 2012 saya bertemu dengan beberapa sahabat yang sanggup menghidupkan kembali semangat berolahraga dalam diri saya , dan mereka juga yang membuat saya sangat mencintai dunia lari.

Tak mudah merintis kembali kondisi fisik yang stabil menghadapi tekanan latihan, berbulan-bulan saya masih belum bisa terbebas dari cedera engkel. Hampir menyerah saat itu, namun sekali lagi semangat dari sahabat membuat saya malu untuk menyerah. Seiring dengan terus berjalannya proses latihan, kondisi engkel saya pun semakin membaik, tak mudah mengalami cedera sekalipun ketika harus menjalani proses latihan yang cukup berat. Sebuah kemajuan yang sudah lama sangat saya harapkan.

Sampai pada sebuah rencana yang membuat saya harus membuat pertimbangan berulang kali, yaitu melakukan trail running pertama saya di gunung. Sebagaimana yang sudah kita tahu bahwa track trail running di gunung memiliki karakter yang sangat ekstrim, artinya sangat tidak bersahabat bagi engkel yang selama ini terbiasa dilatih di track datar dan lunak. Tapi saya tidak akan tahu batas kemampuan jika tidak berani menerima tantangan baru. Dan bersyukur setelah diajak melintasi litasan yang sangat ekstrim, engkel saya tidak mengalami masalah yang berarti, sejak saat itu saya yakin bahwa kondisi engkel saya sudah benar-benar pulih dari cedera yang telah saya derita hingga bertahun-tahun.

Inilah salah satu alasan mengapa saya sangat mencintai olahraga lari, banyak sekali hal positif yang saya dapatkan. Dan sedikit-banyak telah mengubah hidup saya. BTW, kok cerita saya kali ini lebih mirip drama kehidupan, ya? Ah sudahlah...abaikan!

Salam #MariLari