Senin, 28 Desember 2015

Mengenal Otot Fast Twitch & Slow Twitch

Gambar oleh: Wira Thobias
Dulu setiap kali menyaksikan kejuaraan lari marathon, saya selalu dibuat kagum oleh kemampuan tubuh para atlet elit profesional yang begitu tahan melibas lintasan sepanjang 42,195 kilometer tanpa berhenti dengan pace yang mengagumkan. Tapi ada satu pertanyaan yang menggelitik saya, yaitu kenapa atlet maraton profesional itu rata-rata memiliki tubuh yang cenderung kurus? Ternyata ada bebrapa penjelasan ilmiah mengenai hal ini, tapi dalam postingan ini saya akan mengulas jenis otot pada pelari. 

Secara umum serat otot terbagi menjadi dua tipe, yaitu Slow Twitch (Tipe I) dan Fast Twitch (Tipe II). Pada dasarnya otot manusia terdiri dari kedua tipe otot ini, dengan perbandingan yang cenderung simbang. Tapi dengan aktivitas atau latihan tertentu, salah satu dari dua jenis otot tersebut bisa terbentuk menjadi lebih dominan dari yang lainnya, dan dapat memberi pengaruh pada efisiensi konteraksi otot, sehingga dapat memeberi peluang keberhasilan yang lebih besar pada cabang olahraga tertentu

Otot Tipe I (Slow Twitch
Otot tipe ini memiliki serat otot yang berkonteraksi relatif lebih lambat namun memiliki ketahanan yang lebih lama. Otot jenis ini menggunakan oksigen dalam meghasilkan energi. Seorang pelari marathon atau dia yang terbiasa melakukan lari endurance akan mempunyai persentase yang lebih besar memiliki jenis otot Tipe I ini. Dari segi efisiensi, otot slow twitch memang lebih cocok bagi cabang lari endurance/marathon. 


Otot Tipe II (Fast Twitch
Otot tipe ini memiliki serat otot yang berkonteraksi relatif cepat dan menghasilkan energi secara anaeribic atau tanpa menggunakan oksigen. Otot jenis ini memiliki ketahanan yang tidak terlalu baik atau mudah lelah, sehingga kurang cocok untuk lari endurance. Otot Fast Twitch sangat efektif dalam gerakan yang membutuhkan upaya maksimal berdurasi pendek, sehingga akan sangat cocok dimiliki oleh seorang Sprinter

Khusus untuk otot Tipe II terbagi menjadi dua jenis, yaitu: 

Tipe IIa
Dikenal juga sebagai serat otot intermediate. Jenis serat bersifat aerobic dan anaerobic dalam menghasilkan energi. Type IIa merupakan kombinasi dari otot Tipe I dan Tipe II.

Tipe IIb. 
Tipe IIb memiliki karakter yang hampir sangat mirip dengan otot Fast Twitch. Serat Tipe IIb ini menggunakan metabolisme anaerobic untuk menciptakan energi dan merupakan "Classic Fast Twitch" yang unggul dalam menghasilkan kecepatan dan hentakan yang kuat. Tipe IIb memiliki tingkat konteraksi paling cepat dibanding tipe otot jenis lain, hanya saja Tipe IIb juga mudah lelah. 

Tipe otot memang menjadi salah satu penunjang dalam satu bidang olahraga, namun bukan berarti menjadi jaminan keberhasilan, karena banyak faktor yang dapat menentukan keberhasilan dalam bidang olahraga yang digeluti. Namun dengan mengetahui tipe otot seperti diatas, kita dapat lebih bisa menentukan bidang olahraga apa yang tepat dengan tipe otot yang dimiliki.