Rabu, 16 Desember 2015

Mulai Kembali Menulis Menggunakan Bahasa Sunda

Gambar oleh: Rudy Arra
Pada postingan kali ini saya tidak akan membas sesuatu yang bersifat teknis. Mungkin ini lebih bersifat pemberitahuan untuk teman-teman khususnya yang tidak mengerti bahasa sunda.

Terdorong oleh rasa ingin melanjutkan kebiasaan menulis postingan blog dalam bahasa sunda, maka dalam jarak satu minggu sekali saya akan menulis postingan berbahasa sunda di blog ini, lebih tepatnya saya akan mengunggah tulisan saya tersebut khusus setiap hari rabu. Mengapa harus diunggah setiap hari rabu? Karena bertepatan dengan program #ReboNyunda yang dicetuskan oleh Kang Ridwan kamil dan merupakan salah satu program dari Pemerintah Kota Bandung. 

Motivasi saya menulis menggunakan bahasa sunda adalah karena ingin memiliki andil dalam usaha “ngamumule” atau melestarikan bahasa sunda. Selain itu saya merasa miris karena ternyata banyak generasi muda sunda yang sudah mulai merasa malu menggunakan bahasa sunda. Bukan tidak boleh menuruti atau menyukai budaya luar, karena saya juga pengagum beberapa kebudayaan luar, tapi jangan sampai kita menjadi tak peduli atau bahkan lupa pada akar budaya sendiri. 

Kang Ridwan Kamil pernah berkata “Ciri orang ‘keren’ itu ada dua: Pertama, dapat berkompetisi secara global. Kedua, tetap berakar pada budaya lokal.” Mungkin kalimat ‘tetap berakar pada budaya lokal’ mempunyai makna yang luas, tapi saya akan memulainya dari hal yang paling sederhana, yaitu menulis dengan menggunakan bahasa sunda. 

Tapi tulisan-tulisan berbahasa sunda saya nanti tidak akan bersifat teknis, mungkin akan cenderung bersifat personal opinion, jadi saya tetap mempunyai kesempatan menyampaikan uneg-uneg saya di blog ini.

Sebenarnya saya memiliki tiga buah blog. Blog utama saya adalah blog ini, blog yang kedua saya gunakan untuk menyimpan tutorial typography dan blog yang ketiga saya gunakan untuk menyimpan tulisan-tulisan saya dalam bahasa sunda. Tapi karena beberapa waktu lalu saya sempat fakum blogging, blog-blog saya pun terbengkalai, dan sekarang saya berusaha untuk aktif ngeblog kembali, tapi saya menulis hanya di blog ini saja, sedangkan blog saya yang lain sudah saya nonaktifkan. 

Saya sangat berharap kedepannya akan semakin banyak lagi blogger (sunda) yang tidak malu menulis postigan blognya dalam bahasa sunda. Karena melestarikan budaya leluhur itu kalau bukan oleh kita, lalu siapa lagi? 

Hatur Nuhun.