Senin, 14 Desember 2015

Pengaruh Kelelahan Mental (Fatigue) Terhadap Performa Fisik Saat Berlari

Gambar oleh: Rudy Arra
Saat saya sedang dalam ritual ngopi sambil iseng ngubek dunia maya, saya menemukan sebuah artikel keren di runnersworld.com yang membahas tentang efek dari kondisi tubuh yang sedang mengalami kelelahan mental (Fatigue) terhadap kinerja otot (fisik). Bagi saya ini sangat menarik karena kondisi tersebut sering saya alami. Dan mungkin hal ini ada hubungannya dengan tulisan saya tentang  Krisis Stamina Dalam Olahraga Lari yang saya tulis beberapa waktu yang lalu. 

Jadi begini, pada akhir tahun 1880-an, seorang ahli fisiologi yang bernama Angelo Mosso melakukan sebuah observasi tentang ketahanan/kinerja otot terhadap dua orang yang merupakan sesama Professor sebelum dan sesudah melakuakan Test Lisan, dan hasilnya ternyata setelah mengalami beban kerja mental (Test Lisan), kedua Professor tersebut mengalami penurunan kinerja otot atau kelelahan pada otot secara lebih cepat. Ini merupakan demonstrasi pertama yang menunjukan efek atau pengaruh dari kelelahan mental terhadap performa fisik. 

Selama ini, secara tidak sadar saya telah membuktikan kebenaran hasil observasi Angelo Mosso tersebut. Rasa lelah pada otot yang datang lebih cepat dari biasanya saat berlari biasa timbul salah satunya ketika saya sedang berada dalam kondisi tekanan mental yang cukup tinggi, seperti efek dikejar deadline, tugas yang menumpuk, persoalan  pribadi dan hal lain yang dapat menimbulkan stress. 

Kondisi kelelahan mental akan semakin diuji ketika harus menghadapi Long Run atau lari dengan kategori jarak jauh, yaitu jarak lebih dari 10K. Baik dalam Trail Running ataupun Marathon. Seorang pelari endurance selalu dilatih dan dituntut untuk dapat mengendalikan kondisi mental dan mengatasi rasa sakit secara fisik, tapi hal itu akan terasa sulit jika mental terbebani. Jadi sebaik dan sebugar apapun kondisi fisik pelari, bisa jadi itu tidak akan ada artinya jika kesiapan mental tidak mumpuni. 

Belajar dari pengalaman saya, bagi anda yang akan melakukan Long Run, rancanglah rencana jauh-jauh hari sebelumnya, buatlah  progress untuk menyelesaikan tugas-tugas atau pekerjaan anda paling lambat 3 hari sebelum race. Dengan begitu anda akan memiliki hari-hari tenang pada 2 hari sebelum race, dan anda dapat mengisi hari-hari tenang dengan mempersiapkan perlengkapan lari, Carbo-Loading, pengecekan medis (bila perlu) dan persiapan penting lainnya. Dengan begitu anda dapat berlari dengan pikiran yang tenang tanpa beban mental. 

Menjadi seorang pelari bukan hanya dapat melatih kekuatan fisik, tapi juga dapat mengasah ketahanan mental. Jadi tunggu apa lagi? Mari kita mulai berlari.  

Salam #MariLari

Baca JugaNight Run, Baik atau Buruk?