Minggu, 10 Januari 2016

Apa itu Achilles Tendinitis?

Gambar oleh:  
Journal of Musculoskeletal Medicine
© Steve Oh, CMI 2009
Dalam tulisan kali ini saya masih mengulas tentang cedera yang umum sering dialami oleh Pelari, karena cedera merupakan salah satu aspek penting dalam dunia lari. Dan jenis cedera yang akan saya ulas kali ini adalah Achilles Tendinitis. 

Achilles Tendinitis adalah cedera yang disebabkan oleh penggunaan yang berlebihan atau terlalu besarnya tekanan pada tendon Achilles. Tendon Achilles sendiri merupakan tendon besar yang menghubungkan dua otot (besar) betis, otot Gastrocnemius dan otot Soleus pada bagian belakang tulang tumit kaki kita. Karena besarnya tekanan maka tendon Achilles akan dibuat bekerja keras sehingga hal ini dapat menyebabkan terjadinya peradangan. Jika ini terjadi secara terus menerus, maka akan timbul jaringan parut yang berakibat akan berkurangnya fleksibilitas tendon. Dalam kasus yang lebih serius, tendon Achilles dapat megalami robek atau bahkan pecah, jika sudah begini mungkin akan diperlukan proses pembedahan.  

Gejala 
Tanda-tanda umum dari gejala Achilles Tendinitis adalah rasa sakit pada bagian belakang kaki atau bagian tepat diatas tumit (disekitar tendon Achilles) setelah melakukan aktivitas berjalan atau berlari.  Pergelangan kaki yang terasa kaku dan timbulnya bengkak pada bagian tendon diatas tumit atau timbulnya rasa sakit ketika melakukan gerakan toe raises juga dapat mengindikasikan terjadinya Achilles Tendinitis. 

Penyebab 
Seperti yang telah disebutkan  diatas bahwa Achilles Tendinitis disebabkan oleh tendon Achilles yang terlalu banyak menanggung beban. Otot betis yang terlalu tegang atau terlalu lemah dapat memberikan beban yang lebih besar pada tendon Achilles, ini dapat terjadi karena kurangnya pemanasan, overtraining, ataupun perubahan pergerakan pada kaki secara tiba-tiba dan ekstrim saat berlari. 

Struktur tendon Achilles akan melemah seiring dengan bertambahnya usia, maka dari itu ketika mulai menginjak usia paruh baya harus lebih waspada terhadap cedera ini, karena pada usia tersebut cedera akan lebih rentan terjadi, terlebih jika anda ingin meningkatkan intesitas program latihan. 

Faktor Resiko 
  • Jenis Kelamin: Saya baru tahu ternyata jenis kelamin juga berpengaruh pada factor tesiko terjadinya Achilles Tendinitis. Dan pria mempunyai kemungkinan lebih besar mengalaminya. 
  • Usia: Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa struktur tendon Achilles akan melemah seiring dengan bertambahnya usia, maka sudah dapat dipastikan usia menjadi salah satu dari faktor resiko. 
  • Masalah Fisik: Tipe kaki Flat Arch (telapak kaki rata) dapat memberi tekanan yang lebih besar pada tendon Achilles. Obesitas dan otot betis yang tegang juga dapat meningkatkan ketegangan pada tendon. 
  • Pola Latihan: Menggunakan sepatu yang sudah usang, berlatih pada cuaca yang dingin dan berlari pada lintasan yang memiliki struktur bukit juga dapat meningkatkan resiko Achilles Tendinitis.
  • Kondisi Medis: Orang yang menderita tekanan darah tinggi memilki resiko lebih tinggi mengalami Achilles Tendinitis.
  • Obat-obatan: Beberapa jenis antibiotik yang jenis fluoroquinolones dapat meningkatkan resiko terjadinya Achilles Tendinitis.

Tes dan Diagnosis 
Selama pemeriksaan fisik, dokter dengan lembut akan memeriksa dengan cara menekan bagian kaki yang mengalami cedera, nyeri atau bengkak. Dokter juga akan mengevaluasi fleksibilitas, kesejajaran, ragam gerakan dan reflex dari pergelangan kaki. 

Gambaran Tes 
Dokter mungkin akan mengguakan salah satu dari metode ini untuk mengevaluasi cedera yang kamu alami: 
  • Menggunakan X-Ray: Tes menggunakan X-Ray dapat memberi gambaran jelas dari keadaan tulang kaki dan memberi gambaran jelas apakah bagian tendon Achilles telah mengeras karena mengalami proses pengapuran, ini mengindikasikan terjadinya Insertional Achilles Tendinitis (yang mempengaruhi bagian bawah di mana tendon tersambung ke tumit). Dalam kasus yang lebih parah juga dapat terjadi Noninsertional Achilles tendinitis (mempengaruhi bagian tengah tendon dan terdapat pembengkakan serta penebalan)
  • Menggunakan Ultrasound (USG): Alat ini menggunakan gelombang suara untuk memvisualisasikan jaringan lunak seperti tendon. USG dapat menampilkan gambar secara real time tari pergerakan tendon Achilles, dan Color-Doppler USG dapat mengevaluasi aliran darah di sekitar tendon. 
  • Menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI): Alat ini diperlukan untuk mendiagnosa cedera, penting untuk perecanaan operasi. Scan MRI dapat memberikan gambaran yang rinci mengenai seberapa parah kerusakan pada tendon Achilles. Dan jika operasi memang diperlukan, maka dokter dapat menentukan prosedur operasi sesuai dengan tingkat kerusakan pada tendon.
Perawatan dan Pengobatan
Achilles Tendinitis biasanya akan pulih dengan perawatan yang bisa kamu lakukan di rumah. Namun jika cedera yang kamu alami cukup parah atau berkelanjutan, mungkin dokter akan menyarankan metode perawatan yang lain seperti:
  • Konsumsi Obat: Obat pereda rasa sakit seperti jenis ibuproven, naproxen atau aspirin mungkin akan menjadi rekomendasi dari dokter. Jika itu tidak cukup, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk mengkonsumsi obat dengan  dosis yang lebih tinggi untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit.
  • Terapi Fisik: Seringkali Terapis menyarankan untuk melakukan gerakan peregangan khusus dan latihan penguatan tendon untuk mempercepat proses penyembuhan. 
  • Orthotic Device: Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa Orthotic Device adalah bantalan dasar pada sepatu yang dirancang untuk memulihkan fungsi kaki yang mengalami kelainan bentuk, jadi alat ini dapat menolong proses terapi pada penderita Achilles Tendinitis, tentunya disesuaikan dengan tipe kaki kamu. 
  • Tindakan Operasi: Jika dalam beberapa bulan perawatan konservatif seperti diatas masih tidak membuahkan hasil, mungkin dokter akan menyarankan untuk segera melakukan operasi pembedahan pada tendon Achilles. 
Tindakan Pencegahan
Untuk tindakan pencegahan Achilles Tendinitis ini sebenarnya hampir sama dengan tindakan pencegahan pada Iliotibial Band Syndrome (ITBS), Pronasi, Overpronasi & Supinasi dan Patellofemoral Pain Syndrome yang pernah saya ulas tempo hari, namun disini akan saya coba untuk menguraikannya kembali. 
  • Meningkatkan intensitas latihan secara bertahap. Jika kamu baru memulai aktivitas latihan, mulailah secara perlahan dan bertahap dalam meningkatkan durasi dan intensitas latihan. 
  • Jangan terburu-buru. Kesalahan yang sangat mendasar bagi pelari adalah terburu-buru dalam melakukan latihan. Kurangnya pemanasan dapat member kejutan dan tekanan lebih besar pada tendon. Maka dari itu mulailah berlari hingga kamu merasa kecepatan lari kamu terlalu lambat, ini dapat memberikan kesempatan pada tendon untuk menyesuaikan diri terhadap pergerakan yang semakin intens. 
  • Pemilihan sepatu lari yang sesuai dengan tipe kaki kamu selalu ditekankan pada setiap poin pencegahan cedera pada pelari. Sepatu juga harus selalu dalam keadaan baik, artinya jika sepatu sudah terlalu using, ganti lah dengan sepatu yang baru. Ini sangat penting. 
  • Untuk mempertahankan fleksibilitas tendon Achilles, lakukanlah peregangan setiap pagi, sebelum memulai latihan dan setelah latihan. 
  • Perkuat otot betis kamu, karena tendon Achilles berhubungan langsung dengan otot betis. Oleh karena itu jika kamu memiliki otot betis yang kuat, maka otot betis kamu akan membatu tendon Achilles dalam menerima tekanan dari aktivitas intens berlari. 
  • Rutin melakukan Cross-Trainning juga berdampak sangat baik pada pencegahan  Achilles Tendinitis. 
Sekian ulasan singkat saya tentang Achilles Tendinitis. Semoga dapat menjadi informasi yang berguna bagi teman-teman semua. Tetap semangat berlatih, tetap semangat berlari!

Reference:
http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/achilles-tendinitis/basics/definition/con-20024518
http://orthoinfo.aaos.org/topic.cfm?topic=a00147
https://www.gleneagles.com.sg/id/specialties/medical-specialties/bones/achilles-tendonitis
http://www.runnersworld.com/tag/achilles-tendinitis