Senin, 04 Januari 2016

My 2016 Running Resolutions

Gambar oleh: Rudy Arra
#LatePost - Saya memberi tagar demikian karena rencananya postingan ini saya upload tepat pada tanggal 1 Januari 2016, tapi karena postingan 'Pronasi, Overpronasi & Supinasi' sudah menjadi draft 80% yang dijadawalkan tayang pada 31 Desember 2015 malah tayang pada tanggal 2 Januari 2016, akhirnya mau gak mau postingan ini yang waktu itu baru menjadi draft judul mendapat jatah tayang pada tanggal 4 Januari 2016. Jadi intinya semua serba terlambat. Yaudah lah yaa asal jangan sampe terlambat 3 bulan aja. 

Dan berikut adalah 10 resolusi lari saya pada tahun 2016. Ini akan saya jadikan catatan penting di tahun ini, walaupun saya tidak akan memaksakan diri untuk mendapatkan pencapaian atas semua poin, karena saya harus menyesuaikan kegiatan latihan dengan kegiatan utama saya sehari-hari yang terkadang sangat menyita waktu. Tapi bagaimanapun saya akan berusaha untuk mencapainya. 

1. Kembali Berlatih Secara Teratur
Kesibukan dalam bekerja di akhir tahun menjadi alasan klasik yang menyebabkan kacaunya jadwal latihan. Nah, kembali berlatih secara teratur menjadi salah satu catatan penting saya tahun ini, karena tingkat keberbasilan poin pertama ini akan sangat berpengaruh pada tingkat keberhasilan poin-poin selanjutnya. Semoga bisa tercapai. Amiin.

2. Berlari Tanpa Cedera
Pada tahun 2015 banyak rekor baru yang saya pecahkan, dan saya sangat mensyukurinya. Tapi selain itu, di tahun 2015 juga saya mengalami banyak cedera, baik cedera ringan maupun cedera yang cukup berat. Ini juga menjadi catatan penting bagi saya, karena dengan beberapa pengetahuan teknis baru yang saya dapatkan, saya berharap setidaknya tahun ini dapat meminimalisir terjadinya cedera yang diakibatkan  oleh kesalahan dalam melakukan teknik latihan. Amiin.
  
3. Pace Lebih Baik 
Pace berlari adalah kecepatan lari yang biasanya digunakan untuk menerangkan durasi waktu dalam mencapai 1 kilometer. Misalnya jika saya dapat menyelesaikan 1 kilometer jarak berlari dalam waktu 5 menit, artinya Pace saya adalah 5. Bila dirata-ratakan, Pace pada statistik latihan saya selama ini berada pada nilai 5,5. Target saya pada tahun ini adalah rata-rata berada pada Pace kepala 4. Bukan hal mudah lho dapat menstabilkan kecepatan lari pada nilai Pace kepala 4. Tapi semoga saja bisa tercapai. Amiin.

4. Lebih Banyak Cross-Trainning
Bagaimanapun juga cross-trainning (latihan selain berlari) mempunyai peran yang besar dalam mendukung latihan utama. Sepertinya tahun ini saya perlu menambah porsi cross-trainning untuk menghindari kejenuhan dalam berlatih. 

5. Half-Marathon Setiap Akhir Pekan 
Jarak Half-Marathon adalah 21 kilometer dan saya masih kesulitan untuk mencapainya secara konsisten pada setiap akhir pekan. Walaupun saya tidak yakin benar-benar dapat melakukannya secara penuh, ini akan saya usahakan. 

6. Full Marathon Event Pertamaku
Seorang pelari akan merasa belum sempurna jika belum mencicipi atmosfer even marathon yang bersifat resmi. Begitu pun dengan saya. Semoga di tahun ini saya memiliki kesempatan untuk mengikuti even resmi marathon, dimanapun itu. Amiin.

7. Mewujudkan Rencana Trail Run yang Tertunda
Pada tahun 2015 kami membuat beberapa rencana ngetrel ke beberapa gunung di Jawa Barat. Namun ada dua gunung yang belum sempat kali jajal lintasannya, yaitu gunung Ciremai dan gunung Papandayan. Entah kapanpun tepatnya, yang pasti tahun ini kami sangat berharap dapat menjajal lintasan kedua gunung tersebut. Amiin. 

8. Mengikuti Bebagai Trail Running Event
Ada dua event trail run yang gagal saya ikuti karen beberapa alasan, yaitu ZINC Trail Run dan TAHURA Trail Run. Tapi tak apa, setelah saya lihat kalender event 2016, ternyata banyak juga event trail run yang akan diselenggarakan pada tahun ini. Semangat, Kakaaak!

9. Pola Istirahat yang Lebih Baik
Nah ini dia salah satu masalah terbesar saya pada tahun 2015, pola istirahat yang acak-acakan...amburadul...porak-poranda...pake banget. Ah sudahlah. 

10. Pola Makan yang Lebih Baik
Setelah sukses berhenti total merokok pada tahun 2009 yang lalu, mungkin sudah waktunya sekarang saya memperbaiki pola makan ke arah yang lebih sehat lagi. Minimal mengurangi konsumsi makanan yang mengandung zat berbahaya. Dimulai dari menghilangkan hobi makan mie instan. Hupp!

Itulah 10 poin resolusi lari saya di tahun 2016. Semoga apa yang saya tuliskan diatas dapat berguna bagi teman-teman seperjuangan atau bahkan bagi teman-teman yang baru ingin memasuki dunia lari. 

Salam #MariLari