Senin, 21 Maret 2016

Gerakan Pungut Sampah di Lapangan Lokasana Ciamis (Komunitas Running Loka)

Dream come true. Sepertinya bagi saya itulah ungkapan paling tepat untuk menggambarkan kegiatan yang kami lakukan pada hari minggu pagi  (20 Maret 2016), yaitu Gerakan Pungut Sampah di Lapang Lokasana Ciamis bersama Komunitas Running Loka. Betapa tidak, keinginan untuk melakukan kegiatan ini sudah ada sejak lama, tepatnya ketika saya mulai aktif melakukan aktivitas olahraga di Lapangan Lokasana sejak kepindahan saya kembali dari kota Bandung ke kota Ciamis ini.  

Terkadang saya bertanya pada diri sendiri, kontribusi positif  apa yang telah saya lakukan untuk kota yang saya tinggali saat ini? Saya bukan seorang Technopreneur seperti kang Ridwan Kamil yang memiliki kemampuan dan sumber daya untuk mengubah sebuah kota menjadi menawan di banyak bidang. Saya hanya pemuda biasa yang memiliki semangat untuk "menjaga" kotanya, memang tak banyak yang bisa saya lakukan, tapi saya yakin bahwa sekecil apapun tindakan positif tidak akan menjadi sia-sia. 

Sudah bukan rahasia lagi bahwa sampah merupakan masalah yang menjadi prioritas utama bagi sebuah kota. Walau dengan skala yang berbeda, contohnya permasalahan sampah di kota kecil seperti Ciamis mungkin tidak serumit permasalahan sampah di kota besar seperti Bandung atau Jakarta, namun itu tidak serta-merta membuat masalah sampah menjadi dianggap sepele. Peran serta warga masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan tetap sangat penting, dimana pun itu. Hal itu juga yang mendorong keinginan saya untuk melakukan kegiatan kebersihan khususnya di ruang publik seperti Lapang Lokasana. 

Lebih spesifiknya begini, saya mulai rutin berlatih di Lapang Lokasana sekitar pertengahan tahun 2013 hingga sekarang. Dalam kurun waktu tersebut banyak sekali hal positif yang yang saya dapat, namun banyak juga hal negatif yang saya lihat, dan hal negatif yang paling menarik perhatian saya adalah sampah. Saya yakin pihak pengelola Lapang Lokasana telah bekerja semaksimal mungkin dalam mengelola sampah di komplek Lapang Lokasana tersebut, namun sepertinya masih banyak pihak yang kurang memiliki kesadaran tentang bagaimana cara memperlakukan sampah dengan tepat. Sehingga, tampaknya kerja keras pihak pengelola saja tidak cukup mengatasi masalah sampah ini, sehingga saya merasa tergerak untuk melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah sampah di Lokasana, sejak saat itulah saya mulai memiliki inisiatif untuk melakukan gerakan pungut sampah di Lapangan Lokasana. Lagipula, kita pergi ke sebuah tempat untuk berolahraga, kita berolahraga untuk mencari dan mendapatkan kesehatan. Maka, bukankah akan menjadi absurd jika kita mencari sehat di lingkungan yang tidak sehat?

Saat itu saya mulai berdiskusi dengan seorang teman yang bernama kang Erik Risnandar tentang keinginan saya melakukan gerakan pungut sampah di Lokasana, beliau adalah teman latihan saya. Bersyukur beliau memberi respon yang baik terhadap gagasan saya tersebut dan membuat rencana untuk segera mengimplementasikannya, semua itu pernah saya tulis dalam postingan Gerakan Memungut Sampah di Lapang Lokasana Ciamis  yang saya tulis pada pertengahan tahun 2015 yang lalu. 

Pada saat itu kami melakukan Gerakan Pungut Sampah hanya berdua saja, yang kami lakukan usai berlatih. Tak mudah mengawali sesuatu yang seakan belum membudaya, selain respon positif dari lingkungan sekitar, kami juga mendapat beberapa komentar sinis dan pandangan skeptis dari beberapa pihak, terutama di sosial media. Menggerutu? Gak perlu! Marah? Gak usah! Karena mewujudkan lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah itu tak cukup hanya dengan pasang banyak slogan, tapi harus disertai dengan tindakan. Mengedukasi dengan aksi, itu yang perlu dilakukan.

Hingga akhirnya saya bertemu dengan beberapa anak muda luar biasa yang mempunyai semangat untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungannya. Jiwa sosial tinggi yang ada dalam diri mereka membuat saya tidak sulit mengajak para anak muda ini untuk bekerja sama melakukan Gerakan Pungut Sampah di Lapang Lokasana. Terus terang bagi saya hal ini begitu menyenangkan dan membanggakan. Mereka telah membuktikan bahwa prasangka saya selama ini salah besar, bahwa anak muda Ciamis cenderung memiliki sifat apatis. Dan sekarang saya semakin mengerti bahwa sebuah perubahan akan terjadi jika ada yang memulai.


Kami akan berusaha untuk melakukan kegiatan Gerakan Pungut Sampah di Lokasana ini secara konsisten dan berkesinambungan, yaitu setiap hari minggu pagi usai kegiatan lari pagi bersama. Lebih tepatnya sekitar pukul 08.30 WIB hingga selesai. Untuk durasi kegiatan itu sendiri biasanya berlangsung tidak terlalu lama, hanya akan memakan waktu sekitar 15 hingga 30 menit. Terlebih jika ada teman-teman dari komunitas lain yang bergabung dengan kami dalam gerakan ini. Seperti kemarin, kami mendapat bantuan dari anak-anak Komunitas Bela Diri yang biasa berlatih di Lapang Lokasana setiap minggu pagi. Dalam kesempatan ini saya secara pribadi ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan memberi dukungan pada kegiatan Gerakan Pungut Sampah ini, saya sangat menghargainya.


Untuk perlengkapan yang digunakan dalam Gerakan Pungut Sampah ini, kami menggunakan Sarung Tangan Latex dan Trash Bag atau Karung. Jadi untuk kawan-kawan yang berniat bergabung dengan kami melakukan Gerakan Pungut Sampah di Lokasana, silahkan membawa Sarung Tangan Latex dari rumah. Namun jika pun tidak, kami membawa persediaan Sarung Tangan untuk dibagikan.



Saya sangat berharap untuk kedepannya akan lebih banyak lagi yang bersedia bergabung dengan kami, terutama anak muda. Sudah waktunya anak muda lepas dari sifat apatis terhadap kebersihan lingkungan, dan kita akan memulainya dari memelihara kebersihan ruang publik, karena kondisi ruang publik mencerminkan karakter sebuah kota dan warganya. Mari bersama-sama kita berpartisipasi menjaga kota kita, karena sebagaimana yang pernah dikatakan kang Ridwan Kamil "Our city is our responsibility!"

Hatur nuhun.