Tuesday, January 1, 2019

1 Januari 2019 Bersama Ririn

Namanya adalah Rini Dianti Kania, aku biasa memanggilnya 'Ririn'. Hari ini, Selasa, 1 Januari 2019, untuk kesekian kalinya aku dan dia jalan bersama untuk sekedar melepas penat. Dan kebetulan hari ini adalah hari libur tahun baru masehi. 

Kali ini kami pergi tidak hanya berdua saja, namun kami pergi berenam, dengan sahabat-sahabatnya. Kami bersama-sama pergi ke Wahana Tirta Pasir Raya Panjalu, sebuah wahana wisata yang tampaknya belum lama peresmiannya. Dari segi infrastruktur, beberapa bagian belum selesai sempurna, terutama barian jalan masuk ke area wisata. Kami diharuskan untuk membayar tiket seharga Rp. 20.000,- per orang untuk dapat masuk dan mencoba seluruh wahana. 

Karena masih tergolong baru dibuka, pepohonan pun belum dapat memerankan fungsinya sebagai penyegar suasana, berhubung tanaman-tanaman tersebut masih kecil. Panas terik sangat terasa, masih sangat minim tempat berteduh. Kami juga menemukan kesulitan dalam mencari jajanan. Dan hal yang paling menjadi sorotanku adalah sampah yang seolah tak terkendali, berserakan di mana-mana. Maklum, jika diperhatikan tempat sampah di area wahana masih sangat sedikit, sehingga tidak mampu menampung sampah bekas pengunjung. Kedepannya aku harap pengelola tampat wisata dapat memberi solusi mengenai sampah ini, baik itu menambah petugas kebersihan, menambah jumlah tempat sampah dan lainnya, namun ini juga perlu didukung oleh kesadaran pengunjung tentang bagaimana memperlakukan sampah dengan baik. 

Sebagai anak outdoor, tentu saja tempat wisata keluarga seperti ini tidak cocok denganku, bagiku ini cukup membosankan, namun karena aku ingin memenuhi keinginannya untuk berkunjung ke wahana ini, aku berusaha menurutinya. 

Tak seperti perjalanan-perjalanan yang kami lakukan sebelumnya, perjalanan kami kali ini terasa lebih melelahkan, karena kami harus menghadapi terik dan hujan, maklum saja kami melakukan perjalanan menggunakan motor. 

Namun terlepas dari segala kendapa yang kami alami selama perjalanan, saya merasa sangat bahagia karena hari ini Ririn terlihat ceria kembali setelah beberapa hari terakhir ini dia terlihat sedih dan bersikap dingin, mungkin ada masalah pribadi yang dia alami. 

Saat ini Ririn adalah gadis yang ada di hatiku, aku sedang memperjuangkannya untuk dijadikan isteri, walau sampai saat ini dia masih belum sepenuhnya yakin padaku. Namun aku masih ingin memperjuangkannya. 


No comments:

Post a Comment