Kamis, 23 Juli 2020

OSTEOARTHRITIS: Pengertian, Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan dan Pencegahan


Pengertian Osteoarthritis
Osteoarthritis adalah terjadinya inflamasi atau peradangan pada sendi akibat rusaknya jaringan pelindung pada tulang rawan. Osteoarthritis menimbulkan rasa nyeri dan kaku pada bagian persendian. Jika tidak segera diidintifikasi dan diatasi, maka secara bertahap akan semakin parah.  Osteoarthritis terbagi menjadi dua, yaitu Osteoarthritis Primer yang terjadi akibat degenerative sendi atau terjadinya penurunan kondisi persendian seiring waktu, biasanya terjadi pada lansia. Yang kedua adalah Osteoarthritis Sekunder, ini terjadi karena terjadinya stress atau trauma lokal atau cedera pada sendi, biasanya ini terjadi akibat beban, latihan atau aktivitas fisik yang memberi beban tumpuan besar pada sendi tertentu.

Gejala Osteoarthritis
Gejala utamanya adalah timbulnya rasa nyeri dan kaku ketika menggerakan sendi, bahkan pada beberapa kasus ditemukan tanda-tanda lain seperti bengkak dan berbunyi ketika sendi yang menderita Osteoartritis digerakkan. 

Tingkat cedera pada setiap orang tentunya berbeda-beda, beberapa orang akan menganggapnya biasa karena rasa sakit yang timbul terkadang hilang, namun seiring waktu dan tanpa perawatan, maka akan terasa semakin parah.

Hampir seluruh persedian dalam tubuh dapat terkena osteoarthritis, tergantung dari aktivitas keseharian setiap orang, namun bagian sendi yang paling banyak terkena adalah sendi lutut, pinggul dan persendian pada tangan. 

Jika terjadi gejala-gejala seperti diatas, sebaiknya segera temui profesinal medis seperti dokter agar dapat segera diedintifikasi dan segera mendapatkan penanganan secara medis. 

Penyebab Osteoarthritis
Sebagai bagian tubuh yang sering dipergunakan dalam keseharian, seringkali persendian mengalami kerusakan pada tingkat yang rendah, namun karena kemampuan tubuh dalam memperbaiki diri termasuk sendi, maka tidak timbul gejaya yang berarti. 

Namun ketika sendi mengalami Osteoarthritis, terjadi kerusakan pada jaringan pelindung tulang rawan, hal ini menyebabkan timbulnya rasa nyeri, bengkak dan membuat pergerakan sendi menjadi tidak optimal. 
Berikut adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan Osteoarthritis pada sendi: 
  • Cedera sendi ringan yang tidak segera ditangani. Sesuai dengan karakteristik Osteoarthritis yang teradi secara bertahap namun berangsur semakin parah, maka perlu penangan dan perawatan sesegera mungkin ketika merasa ada yang tidak beres dengan sendi. 
  • Stres dan Trauma pada bagian sendi. Hal ini sering terjadi pada olahragawan akibat intensitas latihan fisik yang tinggi. Banyak juga terjadi pada para pekerja yang dalam aktivitasnya banyak negangkat beban berat. 
  • Usia lanjut. Seperti yang telah disebutkan di atas, faktor usia lanjut erat kaitannya dengan proses degeneratif pada sendi. 
  • Riwayat keluarga. Beberapa sumber menyatakan bahwa faktor riwayat keluarga dapat memberi kesempatan yang lebih besar terjadinya Osteoarthritis pada seseorang.
  • Obesitas atau kegemukan. Faktor obesitas ini memang banyak menimbulkan masalah penyakit pada tubuh, salah satunya adalah cedera pada sendi akibat persendian yang menanggung beban tubuh yang terlalu berat. Sendi yang sering menderita Osteoarthritis akibat faktor obesitas ini adalah sendi lutut dan sendi panggul. 
  • Penelitian juga menunjukkan bahwa wanita lebih banyak terkena Osteoarthritis dibandingkan dengan pria.


Mendiagnosis Osteoarthritis
Untuk mendiagnosis Osteoarthritis tentu saja kita harus menemui seorang ahli atau dokter, namun sebelum itu ada beebrapa tanda yang perlu diketahui, yaitu:
  • Berusia 45 tahun keatas.
  • Rasa nyeri pada persendian yang terasa semakin parah dari hari ke hari.
  • Rasa kaku pada persedian tidak timbul pada pagi hari, jika pun timbul, tidak terjadi lebih dari 30 menit
  • Jika rasa kaku pada sendi terjadi berkepanjangan, bisa saja ini adalah Rheumatoid Arthritis.
  • Periksalah pada ahli professional atau dokter untuk diagnosis yang lebih akurat, karena bisa saja rasa nyeri disebabkan oleh hal lain seperti Rheumatoid Arthritis atau bahkan patah tulang.

Mengobati Osteoarthritis
Osteoparthritis terjadi dalam jangka panjang dan sulit untuk disembuhkan secara total, namun bukan berarti tidak dapat membaik. Perawatan yang tepat secara medis dapat mengurangi gejala. 

Dalam tahap ringan, berikut adalah cara yang dapat dicoba untuk mengurangi efek Osteoarthritis:
  • Latihan fisik secara teratur, namun harus disesuaikan dengan kondisi tubuh, pilih gerakan yang tepat yang tidak menyebabkan cedera baru. 
  • Tentu saja bagi yang mengalami obesitas, hal yang paling utama dilakukan adalah menurunkan berat badan. 
  • Pakailah alas kaki yang cocok dengan struktur kaki, tidak terlalu ketat atau longgar. 
  • Pakailah alat yang dapat memberi support pada persendian yang mengalami cedera, misalnya memakai Knee Support ketika sendi lutut mengalami cedera. 
  • Menggunakan anti-inflamasi atau obat pereda rasa sakit, tentu saja harus sesuai saran dokter atau dapay menghubungi fisioterapis.
  • Ketika Osteoarthritis sudah pada tahap parah, maka dokter dapat mengambil tindakan pembedahan. Dan hal ini jangan sampai terjadi pada anda. 

Meminimalisir Risiko Osteoarthritis
Hingga kini belum ada metode yang benar-benar sanggup mencegah Osteoarthritis, namun tentu saja kita dapat meminimalisir risiko terserang penyakit ini. 

Olahraga
Jika anda bukan Atlet yang memilik program dalam latihan, istirahat dan asupan gizinya, maka lakukan olahraga secara bijak. Jangan berlebihan dalam berlatih, hindari melakukan olahraga angkat beban dengan beban yang berlebihan hanya karena rasa egois dalam diri. Besepeda, jogging, berenang atau berjalan bisa jadi olahraga rutin setiap minggu. 
Lakukan latihan peregangan yang bisa dilakukan di kamar setelah bangun tidur, ini bisa melatih persendian secara rutin sehingga dapat mempertahankan fungsi persendian. 

Kebiasaan
Pekerjaan anda menuntut untuk duduk dalam waktu lama hingga berjam-jam? Sebaiknya berdiri lalu berjalan atau melakukan peregangan setiap 20 menit sekali. Begitu juga sebaliknya, ketika pekerjaan anda menuntut untuk terus menerus berdiri dalam waktu yang lama. Berada dalam posisi tubuh yang sama dalam waktu yang lama dapat menimbulkan cedera pada otot dan persendian. 

Tidak kalah penting adalah menjaga posisi tubuh dalam keadaan baik, misalnya menjaga posisi tubuh untuk tidak membungkuk ketika sedang duduk, pertahankan posisi duduk dalam keadaan proporsional. 

Kurangi Berat Badan
Juga telah dibahas di atas, betapa pentingnya menjada berat badan dalam keadaan proporsional. Kurangi berat bada jika memang sudah terlanjur menderita obesitas, karena berat badan yang berlebihan dapat memberi beban yang berlebihan pada persendian dalam tubuh, terutama sendi lutut dan pinggul. 

Konsumsi Makanan Sehat
Gaya hidup sehat dapat menjadi langkah preventif dalam meminimalisir risiko Orteoarthritis, salah satunya adalah mengonsumsi makanan sehat.   Konsimsilah makanan yang mengandung asam lemak Omega 3, anti inflamasi, antioksidan, vitamin dan mineral. Beberapa kandungan diatas dapat ditemukan pada bahan makanan seperti Ikan, The Hijau, Minyak Zaitun, buah Anggur, Bayam, Kenari, Brokoli, Jahe, Bawang Putih dan masih banyak lagi. Hubungi ahli gizi untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat.