Jumat, 24 Juli 2020

Rheumatoid Arthritis: Pengertian, Gejala, Penyebab dan Faktor Risiko


Rheumatoid Arthritis adalah peradangan pada sendi yang yang terjadi akibat autoimun atau system kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri. Rheumatoid Arthritis tidak hanya menyerang persendian, namun dapat memperngaruhi jaringan rubuh lain seperti pembuluh darah, kulit, mata, bahkan paru-paru dan jantung. Berbeda dengan Osteoarthritis, Rhematoid Arthritis menyebabkan pembengkakan pada sendi yang akhirnya menyebabkan erosi tulang dan deformitas sendi. Rhematoid Arthritis yang sudah termasuk pada tahap parah dapat menyebabkan cacat fisik. 

GEJALA
Terdapat beberapa gejala umum yang dapat diedintifikasi sebagai gejala Rheumatoid Arthritis: 
  • Sendi terasa nyeri dan bengkak
  • Sendi terasa kaku, terutama pada pagi hari dan setelah tidak melakukan aktivitas
  • Rasa lelah yang berkepanjangan 
  • Demam 
  • Kehilangan nafsu makan 

Biasanya dalam tahap pertamnya Rheumatoid Arthritis menyerang persendian kecil terlebih dahulu, seperti sendi pada jari tangan dan jari kaki. Dalam banyak kasus, dalam perkembangannya Rheumatoid Arthritis akan menjalar ke bagian lain seperti pergelangan tangan, siku, bahu, pinggul dan pergelangan kaki. Beberapa penderita juga mengalami gejala yang menyerang bagian diluar persendian, seperti Kelenjar ludah, jaringan syaraf, sumsum tulang, ginjal dan beberapa bagian yang sudah disebutkan di atas. 
Gejala Rheumatoid Arthritis tidak selalu sama pada setiap orang, hal ini dipengaruhi oleh tingkat keparahannya, bahkan dalam kondisi tertentu gejala akan timbul tenggelam atau berpindah tempat. Untuk langkah antisipatif, jika terjadi gejala-gejala umum seperti di atas sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penangan medis yang tepat secepat mungkin.

PENYEBAB
Rheumatoid Arthritis terjadi akibat autoimun atau sistem kekebalan tubuh menyerang Sinovium. Sinovium adalah membrane/selaput tipis yang membungkus sendi, cairan sinoval yang berfungsi sebagai lubrikasi sendi agar kartilago tetap licin. Peradangan pada sendi dapat mengentalkan sinovium yang efeknya dapat merusak tulang rawan dan tulang di dalam sendi. Ligamen dan tendon yang mengikat sendi akan meregang dan melemah sehingga stabilitas tulang tidak terjaga, hasilnya adalah tulang mengjadi tampak bengkok. Faktor lingkungan seperti infeksi virus atau bakteri tertentu dapat menjadi faktor terbesar yang menyebabkan penyakit ini.



FAKTOR RISIKO
Berikut adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya Rheumatoid Arthritis: 
  • Jenis Kelamin. Wanita lebih rentan terserang Rheumatoid Arthritis dibanding pria
  • Usia. Walau Rheumatoid Arthritis tidak memandang usia, namun usia diatas 40 tahun lebih rentan terserang penyakit ini. 
  • Riwayat Keluarga. Jika dalam sebuah keluarga memiliki riwayat menderita Rheumatoid Arthritis, maka anggota keluarga lain memiliki risiko yang lebih tinggi terserang penyakit ini.
  • Merokok. Seperti yang kita tahu bahwa rokok dapat menimbulkan banyak masalah kesehatan pada tubuh kita. Nah, salah satu masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah Rheumatoid Arthritis. Terlebih bagi mereka yang memiliki riwayat dalam keluarganya, tentu risikonya lebih besar.
  • Paparan Lingkungan. Beberapa bahan kimia yang terkandung pada barang-barang di sekitar kita seperti Asbes dan Silika dapat menjadi penyebab Rheumatoid Arthritis. Selain itu infeksi virus dan bakteri juga bias jadi penyebabnya.
  • Kegemukan. Mereka yang kelebihan berat badan atau obesitas terutama pada wanita dapat meingkatkan risiko terkena Rhematoid Arthritis

KOMPLIKASI
Sebagaimana yang telah diungkapkan di atas bahwa Rheumatoid Arthritis ini dapat menyebar pada jaringan yang bukan termasuk persendian, berikut adalah komplikasi yang dapat terjadi:

Osteoporosis (Pengeroposan Tulang)
Rusaknya jaringan tubuh akibat Rheumatoid Arthritis juga dapat menyebabkan osteoporosis, dan beberapa jenis obat yang digunakan untuk mengobati Rheumatoid Arthritis dapat memperparah osteoporosis. 

Nodul Rheumatoid
Nodul rheumatoid adalah benjolan keras yang muncul pada bagian subkutan di bawah kulit. Jaringan ini seringkali terbentuk di sekitar titik tekan seperti siku. Namun nodul dapat terbentuk dimana saja, termasuk pada paru-paru. 

Mata dan Mulut Kering. 
Mereka yang terserang Rheumatoid Arthritis memiliki risiko lebih tinggi terserang sindrom Sjogren, yaitu sebuah kondisi ketika sistem imun menyerang kelenjar cairan pada tubuh, seperti kelenjar liur dan air mata. 

Infeksi
Rheumatoid Arthritis dan obat-obatan yang dipergunakan untuk mengatasinya dapat mengacaukan sistem kekebalan tubuh, salah satu efeknya adalah system kekebalan tubuh yang semakin menurun sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi.

Jika Rheumatoid Arthritis menyerang sendi pada pergelangan tangan, maka dapat menyebabkan Carpal Tunnel Syndrome, yaitu sindrom yang terjadi ketika syaraf di dalam pergelangan tangan terhimpit sehingga menyebabkan nyeri, kesemutan bahkan mati rasa. 

Masalah Jantung
Rhematoid Arthritis dapat menimbulkan masalah pada jantung dikarenakan sistem imunitas yang kacau dapat menyebabkan peradangan pada arteri sehingga mengeras dan tersumbat. 

Masalah Paru-Paru
Rheumatoid Arthritis dapat menimbulkan peradangan pada jaringan parut paru-paru, yang dapat menyebabkan sesak napas progresif.

Limfoma atau Kanker Kelenjar Getah Bening
Peradangan pada kelenjar getah bening akibat kanker yang menyerang Limfosit atau sel darah putih. 

Dilansir dari Mayo Clinic