Minggu, 02 Agustus 2020

Risiko Buruk Duduk Lama, Bisakah Diatasi dengan Berlari?

Rada kaget juga ketika menemukan sebuah jurnal yang membahas tentang resiko buruk yang diakibatkan kebiasaan duduk terlalu lama. Sebenarnya saya sudah tahu tentang hal itu, tapi yang mengejutkan saya adalah bahwa ternyata resiko buruk duduk terlalu lama tersebut tetap tinggi meskipun rutin melakukan olahraga lari. Betapa tidak, saya termasuk orang yang dalam bekerja selalu dalam posisi duduk hingga berjam-jam, dan sebelumnya saya berpikir dengan rutin berlari dapat mencegah dampak buruk tersebut.

Dalam jurnal tersebut disebutkan pada laporan yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine bulan Januari bahwa posisi duduk dalam waktu lama setiap hari dapat meningkatkan resiko penyakit Kanker, Jantung, Diabetes Tipe-II, dan penyakit Kardiovaskular. Kebiasaan duduk terlalu lama  dapat meningkatkan resiko penyakit jantung sebesar 15-20% dan  Diabetes hingga 90%, dan statisktik tersebut diperoleh dari subjek yang memiliki pola hidup aktif dengan berolahraga sekitar 30 menit setiap harinya.

Nah jadi gimana, dong? Peneliti menyarankan walaupun kita memiliki pola hidup aktif dengan rutin berolahraga, kebiasaan duduk terlalu lama tetap harus dikurangi. Jika memang tidak bisa dihindari, misalnya karena alasan tuntutan pekerjaan, cobalah untuk menyempatkan berdiri selama 1-3 menit dalam jarak 30 menit sekali. Jangan lupa juga untuk banyak minum air putih.

Jika kita bekerja menggunakan Laptop, ini akan memberi keuntungan tersendiri, karena dalam beberapa saat dapat dipindahkan ke meja yang lebih tinggi, sehingga kita dapat berkerja dengan posisi berdiri, cara ini juga dapat membantu untuk mengurangi waktu duduk. Sekali lagi, carilah alasan untuk berdiri ditengah aktivitas duduk.

Logika sederhananya, jika orang yang rutin melakukan aktivitas lari saja tetap memiliki resiko tinggi terkena penyakit seperti yang disebutkan diatas,  apalagi mereka yang tidak berolahraga. Jadi, masih malas bergerak?