Tagihan Listrik Meledak Tidak Masuk Akal


Sebelumnya, saya mendapat keluhan dari ebebrapa kenalan yang mengeluh tagihan listrik di rumahnya mengalami kenaikan yang tidak biasa, bahkan tidak masuk akal karena kenaikannya bisa mencapai 300%, sedangkan pemakaian dinilai biasa saja, bahkan sebagian sudah ada yang mencoba mengurangi pemakaian listrik di rumahnya. Saya hanya bisa menyarankan mereka untuk datang langsung saja ke kantor PLN setempat untuk meminta klarifikasi, syukur-syukur bisa mendapat solusi, setelah itu saya hanya berlalu karena selama ini tagihan listrik di rumah saya normal-normal saja. 

Tagihan Listrik Meledak!

Namun, saya dibuat kaget oleh jumlah tagihan listrik bulan Oktober 2020 lalu. Betapa tidak, tagihan listrik rumah saya yang sebelumnya berada di kisaran 80 hingga 90 ribuan, namun tagihan listrik bulan Oktober 2020 mencapai 580 ribuan, kenaikannya hingga 600%! 

Saat itu kami tidak langsung meminta klarifikasi ke kantor PLN, kami sepakat untuk menunggu untuk melihat tagihan bulan selanjutnya, dan tagihan bulan November adalah 180 ribuan. Baiklah, kami bisa menerima itu, namun kami tetap akan melihat tagihan bulan selanjutnya sebelum memutuskan untuk meminta klarifikasi secara langsung dari pihak PLN. Tagihan bulan Desember 2020 pun sudah keluar, dan...BOOM!!! Tagihan listrik kami kembali membumbung di angka 480 ribuan! 

Mendatangi Kantor PLN

Habis kesabaran, saya pun bergi ke kantor PLN untuk meminta penjelasan atas kejanggalan ini. Saya langsung bertanya tentang meledaknya tagihan listrik dengan daya 1300VA di rumah saya tersebut. Petugas mulai membuka data menjelaskan bahwa sejak bulan Mei 2019 petugas PLN tidak bisa memeriksa mereran listrik di rumah kami karena alasan tidak masuk gerbang. Ya, memang sejak itu rumah kami digerbang, pada siang hari di hari kerja gerbang selalu digembok, karena saya dan istri bekerja. 

Petugas kembali menjelaskan bahwa tagihan yang keluar dari bulan Juni 2019 hingga bulan September 2020 hanya bebannya saja yaitu sejumlah Rp. 86.929. Yang jadi pertanyaan saya, apakah biaya beban listrik 1300VA memang sebesar itu? Terus dengan penjelasannya, petugas menyebutkan bahwa tagihan normal listrik di rumah kami adalah dikisaran 300 hingga 400 ribuan. What???

Yang saya sesalkan sebagai konsumen adalah, mengapa pihak PLN tidak secepatnya memberi solusi atas kendala pengecekan meteran listrik di rumah kami? Kenapa baru bulan September 2020 pihak PLN baru meminta kerja sama kami untuk mengirimkan foto meteran/jumlah KWH setiap tanggal 25-26 untuk keperluan perhitungan tagihan listrik? Sangat mengeceweakan!

Berapa Tarif Listrik pada Tahun 2020 dan 2021? 

Dilansir dari LifePal[dot]Co[dot]Id, besaran tarif dasar listrik 2020 (Oktober – Desember) resmi dari Kementerian ESDM dan PLN menurut golongannya adalah sebagai berikut:

  1. R-1/TR 0 – 450 VA Rp 169/kWh
  2. R-1/TR 451 – 900 VA Rp 274/kWh
  3. R-1M/TR 451 – 900 VA Rp 1.352/kWh
  4. R-1/TR 901 – 1.300 VA Rp 1.444,70/kWh
  5. R-1/TR 1.301 – 2.200 VA Rp 1.444,70/kWh
  6. R-2/TR 2.201 VA – 5.500 VA Rp 1.444,70/kWh
  7. R-3/TR > 5.501 VA Rp 1.444,70/kWh
  8. B-1/TR 0 – 450 VA Rp 254/kWh
  9. B-1/TR 451 – 900 VA Rp 420/kWh
  10. B-1/TR 901 – 1.300 VA Rp 966/kWh
  11. B-1/TR 1.301 – 5.500 VA Rp 1.100/kWh
  12. B-2/TR 5.501 VA – 200 kVA Rp 1.444,70/kWh
  13. B-3/TM > 200 kVA Rp 1.035,78/kWh
  14. I-1/TR 0 – 450 VA Rp 160/kWh
  15. I-1/TR 450 – 900 VA Rp 315/kWh
  16. I-1/TR 900 – 1.300 VA Rp 930/kWh
  17. I-1/TR 1.301 – 2.200 VA Rp 960/kWh
  18. I-1/TR 3.500 – 14.000 VA Rp 1.112/kWh
  19. I-2/TR 14.001 – 200 kVA Rp 972/kWh
  20. I-3P/TM > 200 kVA Rp 1.035,78/kWh
  21. I-3/TM > 200 kVA Rp 1.035,78/kWh
  22. I-4/TT > 2.000 kVA Rp 996,74/kWh
  23. P-1/TR 0 – 450 VA Rp 575/kWh
  24. P-1/TR 451 – 900 VA Rp 600/kWh
  25. P-1/TR 1.300 VA Rp 1.049/kWh
  26. P-1/TR 2.200 – 5.500 VA Rp 1.076/kWh
  27. P-1/TR 5.501 – 200 kVA Rp 1.444,70/kWh
  28. P-2/TR > 200 kVA Rp 1.035,78/kWh

Dlansir dari CNBCIndonesia[dot]Com, tarif listrik Januari hingga Maret 2021 adalah sebagai berikut: 

  1. R-1/ Tegangan Rendah (TR) berdaya 900 VA, Rp 1.352 per kWh.
  2. R-1/ TR berdaya 1.300 VA, Rp 1.444,70 per kWh.
  3. R-1/ TR berdaya 2.200 VA, Rp 1.444,70 per kWh.
  4. R-2/ TR berdaya 3.500-5.500 VA, Rp 1.444,70 per kWh.
  5. R-3/ TR berdaya 6.600 VA ke atas, Rp 1.444,70 per kWh.
  6. B-2/ TR berdaya 6.600 VA-200 kVA, Rp 1.444,70 per kWh.
  7. B-3/ Tegangan Menengah (TM) berdaya di atas 200 kVA, Rp 1.114,74 per kWh.
  8. I-3/ TM berdaya di atas 200 kVA, Rp 1.114,74 per kWh.
  9. I-4/ Tegangan Tinggi (TT) berdaya 30.000 kVA ke atas, Rp 996,74 per kWh.
  10. P-1/ TR berdaya 6.600 VA-200 kVA, Rp 1.444,70 per kWh.
  11. P-2/ TM berdaya di atas 200 kVA, Rp 1.114,74 per kWh.
  12. P-3/ TR untuk penerangan jalan umum, Rp 1.444,70 per kWh.
  13. L/ TR, TM, TT, Rp 1.644,52 per kWh.

Mulai Menghitung Penggunaan Listrik

Sejak petugas mengatakan bahwa tagihan listrik rumah kami berada pada kisaran 300-400an ribu, kami mulai menghitung, karena kami tetap merasa janggal. Kami membandingkan dengan jumlah biaya listrik per bulan di rumah Orangtua kami yang ternyata tidak beda jauh dengan tagihan listrik rumah kami yang 300-400an ribu itu, padahal rumah orang tua memasah paket 2200VA untuk listrik, dan penggunaannya juga hampir 24 jam dengan peralatan elektronik yang cukup banyak, maklum di rumah Orangtua terdapat usaha yang membutuhkan daya listrik yang besar. Sedangkan di rumah kami penggunaan sangat sedikit, pada siang hari tidak banyak penggunaan listrik karena kami berdua bekerja, malam hari kami tak banyak menggunakan elektronik. Kami termasuk keluarga yang memiliki perhatian pada penghematan energi. 

Kami pun mulai menghitung penggunaan rata-rata listrik pada rumah tangga kami berbekal dokumentasi foto meteran per bulan. Sebagai contoh: 

Angka meteran pada 11 November 2020 adalah 13169 kWh

Angka meteran pada 26 November 2020 adalah 13216 kWh 

Artinya penggunaan listrik rumah tangga kami adalah 13216 - 13169 = 47 kWh selama 15 hari (dari tanggal 11-26 November 2020). Kami pun hitung dengan penggunaan hingga bulan Desember, hasil rata-ratanya adalah sama, karena kami sangat yakin tak ada yang penambahan berarti dalam menggunakan listrik.

Jika dirata-ratakan per hari, rumah tangga kami hanya memakai sekitar 3,5 kWh. Jika tarif pe kWh untuk paket 1300VA adalah Rp. 1.444,70, jadi: 

Rata-rata Penggunaan listrik per hari : 3,5 kWh x Rp. 1.444,70 = Rp. 5.056,45

Rata-rata Penggunaan Listrik per Bulan : Rp. 5.056,45 x 30 hari = Rp. 151.693,5

Jadi jika dirata-rata kan per bulan kami menggunakan listrik seharga Rp. 151.693,5 ditambah dengan biaya beban yang entah berapa. Tidak sampai 300 ribu, apalagi 600 ribu. 

Ini hanya perhitungan kasar saja, saya tidak tahu bagaimana cara menghitung tarif listrik yang tepat. Ini hanyalah kegelisahan dari seorang konsumen yang merasa dirugikan atau ingin mendapat kejelasan tentang sebuah kejanggalan. 

Mungkin ada yang bisa menjelaskan perihal hal ini, silakan tulis di kolom komentar, saya sangat mengharapkan sharing-nya. Terima kasih. 

0 Comments:

Posting Komentar