8 Kebiasaan Perusak Ginjal, Jangan Sampai Terlambat!


Memiliki tubuh yang seadalah keinginan setiap orang di dunia ini, karena dengan memiliki tubuh yang sehat tentu kita dapat menjalani hidup dengan baik tanpa masalah kesehatan. 


Namun kesehatan tubuh itu tidak serta merta kita dapatkan begitu saja, harus ada usaha untuk menjaganya agar tetap sehat. Salah satu usaha tersebut adalah menjaga kesehatan organ tubuh kita, salah satunya adalah ginjal. Nah pada postingan kali ini saya akan membahas delapan jenis kebiasaan yang harus kita hindari karena dapat merusak salah satu organ tubuh yang sangat penting dalam tubuh manusia, yaitu ginjal. 


1. Konsumsi Obat Pereda Nyeri

Obat jenis ini dapat membahayakan kesehatan ginjal, terutama bila dikonsumsi dengan dosis perlebihan dan jangka panjang. Dilansir dari web NATIONAL KIDNEY FOUNDATION pada sebuah artikel yang berjudul 'Pain Medicines (Analgesics)' sub: 'Can analgesics hurt kidneys?' mengatakan bahwa penggunaan berat atau jangka panjang dari beberapa obat ini, seperti ibuprofen, naproxen, dan aspirin dosis tinggi, dapat menyebabkan penyakit ginjal kronis yang dikenal sebagai nefritis interstitial kronis.


Jika Anda mengalami penurunan fungsi ginjal, obat penghilang rasa sakit yang disebut NSAID dan aspirin dosis tinggi tidak dianjurkan. Bahkan dengan fungsi ginjal normal, Anda harus menggunakan analgesik:

  • Persis seperti yang ditentukan atau seperti pada label
  • Dengan dosis serendah mungkin
  • Untuk periode waktu terpendek
Fakta sedihnya adalah banyak masyarakat yang dengan mudah menggunakan obat pereda rasa sakit yang dibeli dari warung atau Apotek tanpa dosis yang tepat atau resep dokter. Biasanya karena alasan sakit gigi atau pegal-pegal. Tentu hal ini sangat berbahaya. Sepertinya yang berwenang harus memberi tanggapan serius pada hal ini, salah satunya adalah dengan memberi edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan obat pereda rasa sakit yang benar. 


2. Konsumsi Garam Berlebih 

Salah satu fungsi ginjala adalah membuang kelebihan kandungan air pada tubuh dengan menyaring darah melalui ginjal. Nah, ini membutuhkan keseimbangan natrium dan kalium dalam tubuh untuk menarik air melintasi medula dari aliran darah ke pelvis dan kandung kemih. 


Diet tinggi garam akan mengubah keseimbangan natrium ini, menyebabkan fungsi ginjal berkurang dan mengeluarkan lebih sedikit air yang mengakibatkan tekanan darah tinggi. Ini memberi tekanan pada ginjal dan dapat menyebabkan penyakit ginjal.


Selain itu, asupan garam yang tinggi terbukti meningkatkan jumlah protein dalam urin yang merupakan faktor risiko utama penurunan fungsi ginjal. Ada juga semakin banyak bukti bahwa asupan garam yang tinggi dapat meningkatkan kerusakan penyakit ginjal pada orang yang sudah menderita masalah ginjal.


Makanan tinggi garam seperti keripik dan semacamnya dapat meningkatkan tekanan darah. Dalam konsumsi jangka panjang, konsumsi garam berlebih dapat menyerang organ ginjal kita. Kemenkes RI menganjurkan, orang dalam kondisi sehat agar mengkonsumsi garam maksimal 2.000 miligram natrium per hari, atau setara dengan satu sendok teh per hari. 


3. Kurang Minum Air Putih 

Air berperan dalam proses pembuangan 'limbah' dari darah dalam bentuk urin. Selain itu air juga berperan menjaga pembuluh darah tetap terbuka sehingga darah yang penuh dengan nutrisi penting tetap mengalir ke ginjal. 


Namun jika tubuh mengalami dehidrasi, maka ini akan menghambat sistem pengiriman darah keginjal. Dehidrasi ringan dapat membuat tubuh kelelahan dan dapat menghambat fungsi organ tubuh. Dehidrasi yang parah dapat berpengaruh buruk pada ginjal. Namun menurut penelitian, dehidrasi dalam waktu yang sering, daik itu dehidrasi ringan maupun berat dapat merusak ginjal.


Menjaga kecukupan cairan dengan minur air putih dapan membantu ginjal dalam proses pembersihan natrium dan racun dalam tubuh. 


4. Terlalu Sering Makan Makanan Olahan

Salah satu tugas ginjal lainnya dalah menyeimbangkan kandungan fosfor dalam tubuh kita, jika kandungan fosfor berlebihan, maka ginjal akan membuangnya. Fosfor adalah mineral yang ditemukan di tulang Anda. Seiring dengan kalsium, fosfor dibutuhkan untuk membangun tulang sehat yang kuat, serta menjaga bagian lain dari tubuh Anda tetap sehat.


Kadar fosfor yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh Anda. Fosfor ekstra menyebabkan perubahan tubuh yang menarik kalsium keluar dari tulang Anda, membuatnya lemah. Kadar fosfor dan kalsium yang tinggi juga menyebabkan deposit kalsium yang berbahaya di pembuluh darah, paru-paru, mata, dan jantung. Seiring waktu ini dapat menyebabkan peningkatan risiko serangan jantung, stroke atau kematian. Kontrol fosfor dan kalsium sangat penting untuk kesehatan Anda secara keseluruhan.


Nah, makanan instan dan mengandung pengawet banyak mengandung natrium dan fosfor. Keduanya menjadi penyebab ginjal rusak apabila dikonsumsi terus-menerus, karena sekalipun itu hal yang baik jika dikonsumsi secara berlebihan malah akan merusak. 


5. Kurang Tidur pada Malam Hari 

Tidur malam yang nyenak sangat penting untuk menjaga kesehatan ginjal. Ini karena fungsi ginjal salah satunya adalah berperan dalam mengendalikan siklus banggun dan tidur. Apabila terjadi kebiasaan kurang tidur yanga berlangsung lama, beban ginjal akan bertambah dan dengan seiring waktu ginjal akan mengalami kerusakan.  


6. Konsumsi Daging Secara Berlebihan 

Apapun jika dikonsumsi secara berlebihan pasti akan memberi dampak yang buruk pada tubuh, sekalipun makanan tersebut dilabeli sebagai makanan super sehat, salah satunya adalah daging. Daging juga dapat berperan pada kerusakan ginjal apabila dikonsumsi secara berlebihan dalam waktu yang lama, ini dikarenakan protein heweani dapat memproduksi asam dalam jumlah tinggi. Tingginya kadar asam dalam darah dapat memicu asidosis, yaitu sebuah kondisi dimana organ ginjal mengalami kesulitan dalam menetralisir kadar asam dalam darah. 


7. Konsumsi Makanan Tinggi Gula Secara Berlebih. 

Gula tidak menjadi masalah bagi ginjal kecuali jika kadar gula darah terlalu tinggi, namun jika kadar gula darah naik lebih tinggi dari 180 mg/dl, ginjal mulai menumpahkan gula ke dalam urin. Semakin tinggi gula darah, semakin banyak gula yang keluar dalam urin. Jika ginjal normal, hal ini tidak menjadi masalah, tetapi jika Anda menderita diabetes, terlalu banyak gula dapat menyebabkan kerusakan ginjal.


Seperti yang kita tahu bahwa gula adalah salah satu faktor penyebab obesitas jika dikonsumsi secara berlebihan. Hal ini dapat memicu risiko darah tinggi dan diabetes pada seseorang. Darah tinggi dan diabetes merupakan penyebab utama kerusakan pada ginjal, lho. 


Diabetes yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah ginjal dan merusak filter ginjal, hal ini akan membuat fungsi ginjal terganggu. Ketika pembuluh darah pada ginjal rusak, ginjal tidak dapat membersihkan darah dengan benar, sehingga lebih banyak air dan garam yang tertahan dan kotoran akan menumpuk di dalam darah.


8. Rokok dan Alkohol

Hmm, ini sudah bukan rahasia lagi bahwa merokok dan alkohol akan memberi dampak merusak pada tubuh, termasuk pada ginjal. 


Namun masih banyak orang yang mengabaikan hal ini dan tetap melakukan kebiasaan buruk tersebut. Namun, apakah merokok dan alkohol benar-benar dapat merusak ginjal? Jawabannya adalah YA! Alasannya: 

  • Merokok dapat mempengaruhi obat-obatan yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol atau tidak terkontrol dengan baik adalah penyebab utama penyakit ginjal.
  • Merokok memperlambat aliran darah ke organ penting seperti ginjal dan dapat memperburuk penyakit ginjal.
  • Minum alkohol juga dapat memicu naiknya tekanan darah yang merupakan penyebab utama penyakit ginjal. 

Bahkan menurut laporan yang tertuang dalam tulisan di web NATIONAL KIDNEY FOUNDATION menyatakan bahwa bahwa kebanyakan orang dewasa Amerika (dua dari tiga) minum alkohol. Terlalu sering, beberapa peminum biasa ini minum lebih dari lima minuman sekaligus. Faktanya, sekitar seperempat peminum melaporkan bahwa mereka telah melakukan ini setidaknya satu hari dalam satu tahun terakhir. Minum alkohol memiliki efek berbahaya pada ginjal yang bahkan dapat menyebabkan gagal ginjal akut. Penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba disebut gagal ginjal akut. 

Source: 

0 komentar:

Posting Komentar