2 Contoh Teks Pidato Tema Hari Ibu


CONTOH 1:


Hadirin dan hadirat yang kami muliakan, Ibu-lbu yang kami cintai,


Assalamualaikum Warakhmatullahi Wabarakaatuh!


Selamat sejahtera dan berbahagia bagi hadirin dan hadirat yang beragama selain agama Islam.


Pertama sekali marilah hadirin bersama-sama bersyukur kepada Allah Subhaanahu Wataala, atas nikmat yang diberikan kepada kita sekalian, yang berkumpul untuk yang kesekian kalinya, khususnya pada pagi ini dalam rangka memperingati dan menyemarakkan "Hari Ibu".


Yang kedua marilah kita juga bersyukur kepada Tuhan atas kekuatan yang diberikan kepada kita khususnya para Ibu, yang sampai hari ini belum juga kehilangan semangat dalam menangkap sekaligus mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam hikmah "Hari Ibu" yang kita peringati bersama-sama dengan para ibu di seluruh wilayah Indonesia tercinta ini.


Hadirin yang mulia, khususnya para ibu. Peran ibu dalam masa sekarang tampaknya makin meningkat. Bersamaan dengan itu makin berat pula tantangan yang kita hadapi. Namun sebagai bangsa yang besar, maka kita tentunya sepakat untuk pantang menyerah, pantang mundur, pantang mengeluh. Semuanya tantangan hidup sehari-hari seakan makanan lezat yang harus dihadapi dengan penuh kesabaran dan penuh kesadaran.


Di tengah-tengah teknologi yang semakin canggih, ibu-ibu juga merasakan, betapa hebat dampaknya di keluarga kita ini, tanggung jawab seorang ibu dihadapkan pada berbagai masalah, berbagi ragam tantangan, berbagai bentuk persoalan. Bahkan masalah kaum Bapak pun sekarang sudah menjadi bagian penting adalah kaum ibu. Untuk itu kaum ibu mengimbau, janganlah kaum Bapak menganggap kecil peranan ibu. sebab tanpa ibu ibarat burung tak akan pernah terbang sempurna. Ibarat burung tak akan pernah terbang perkasa.


Kaum ibu hendaknya juga menyadari bahwa dengan tugas berat sekarang ini harus tetap waspada terhadap tanggung jawab hidup. Tanggung jawab dapur dan tempat tidur saja. Lebih dari itu sudah tiba saatnya secara langsung kaum ibu membantu para Bapak, yang kalau perlu wajib membantu tugas Bapak di luar rumah, di kantor, bahkan kalau perlu juga di medan perang.


Hadirin yang mulia, tentunya kita juga tetap harus tahu batas, janganlah mencampuri urusan yang bukan urusan kita. Namun tetaplah waspada. Kapan kita boleh membantu, kapan kita wajib membantu, dan kapan pula kita menentukan sikap terhadap kaum Bapak. Semuanya itu kita lakukan untuk menjaga Citra ibu. Suatu Citra yang harus bersumber kepada kepribadian dan bangsa, yakni kepribadian sebagai bangsa yang luhur, yakni kepribadian Pancasila dan UUD '1945.


Dalam menjalankan tugas sehari-hari, semoga Tuhan senantiasa bersama kita. Masih banyak Yang harus klta kerjakan. Masih banyakyang belum selesai. Selamat berjuang, selamat menjalankan tugas, hingga tercapai keluarga yang berbahagia, keluarga sej ahtera di atas ridla Tuhan Yang Maha Kuasa.


Hadirin sekalian, demikian dulu sambutan kami, mohon maaf jika ada yang salah.


Wassalamualaikum Warakhmatullahi Wabaraatuh!

CONTOH 2 :


Assalamu 'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh


Dengan iringan rahmat, hidayah serta inayah dari Allah, kita semua bangsa Indonesia, lebih-lebih kaum ibu dapat memperingati suatu yang bersejarah yaitu HARI IBU, yang jatuh pada tanggal 22 Desember.


Pada hakikatnya hari ibu ini merupakan rangkaian dari hari Sumpah Pemuda yang beberapa waktu yang lalu juga kita peringati.


Keduanya adalah hari yang membangkitkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.


Pada tanggal 22 Desember sampai 25 Desember tahun 1928 di Yogyakarta telah dilangsungkan kongres wanita Indonesia yang bertujuan mempersatukan berbagai kelompok yang ketika itu masih terpecah belah, dan membentuk suatu kesatuan dalam arti yang bulat.


Peristiwa itulah merupakan titik tolak yang melahirkan gagasan pemerintah untuk menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu.


Hari ibu ini mempunyai kecondongan dalam masalah-masalah yang menyangkut dunia kaum ibu, ialah ibu bagi anak-anaknya, ibu bagi kehidupan rumah tangganya, ibu di dalam masyarakat.


Tuntunan utama sebagai ibu dalam rumah tangga ialah tanggung jawab sebagai pendidik anak-anak dan membina keluarga, sedang sebagai ibu di kalangan masyarakat berkewajiban untuk membina para remaja memberikan pengarahan dan penggalangan para pemuda agar mereka kelak menjadi pribadi yang bertanggungjawab terhadap bangsa dan negara. Kita perhatikan hadits Nabi yang mengatakan: Wanita/ibu merupakan tiang negara„ Sebaliknya bilamana bejat akhlaknya, maka bejatlah pula negaranya.


Peranan dan kedudukan kaum ibu sangatlah penting bagi suatu rumah tangga, maupun dalam masyarakat, bahkan di tengah-tengah pergolakan dunia. Banyaklah sudah kata-kata mutiara yang dirangkai orang untuk mengabdikan jasa-jasa serta pengabdian kaum ibu.


Demikianlah sekedar sambutan kami pada kesempatan ini dalam rangka memperingati hari Ibu. Marilah dalam suasana yang penuh khidmat ini kita panj atkan do' a kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, semoga kita semua dilimpahi taufiq dan hidayah. Amin.


Sekian terima kasih.


Wassalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

0 Comments:

Posting Komentar