Makalah Analisis Manajemen Jasa Laundry (Format Word)


BAB I

PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang

Laundry adalah Bahasa Indonesia disebut dengan “Binantu” atau “penentu” yang mempunyai makna usaha jasa yang bergerak dalam bidang pencucian pakaian atau lebih tepatnya mencuci dan menyetrika dengan hitungan kiloan berdasarkan berat material.

Pengertian laundry menurut para ahli

  • Menurut Rumuekso SE,(2001:hal 23), laundry adalah seksi yang bertanggung jawab atas semua cucian yang dikirim kepadanya.
  • Menurut Agustinus Darsono (1995:hal 89), laundry adalah bagian hotel yang bertanggung jawab terhadap pencucian, baik pencucian pakaian tamu, seragam karyawan maupun linen linen hotel.
  • Menurut Bagyono (2006:hal 59), laundry adalah bagian dari housekeeping yang bertanggung jawab atas pencucian, baik pencucian pakaian tamu (laundry, dry cleaning dan pressing) seragam karyawan maupun linen linen hotel ( house laundry) dan pencucian pakaian atau linen dari luar hotel (outside laundry).

Sejarah Laundry

Pada mulanya kegiatan laundry ini dilakukan menggunakan aliran air sungai untuk melarutkan kotoran pada pakaian. Karena pada saat itu belum ditemukan adanya sabun cuci atau bahkan tempat khusus yang menyediakan jasa pencucian. Jasa laundry pertama kali muncul pada jaman romawi kuno yang dikenal dengan sebutan Fullones (pencuci pakaian) yang bertugas membersihkan dan mencuci pakaian warga romawi. Pada saat itu pekerjaan laundry hanya dilakukan oleh seorang pria karena tugasnya cukup berat yakni menaruh cucian dalam tong kemudian di injak-injak dengan kaki dan dijemur sampai kering.

Kemudian pada abad 18, jaman Eropa kuno proses cuci pakaian atas jasa laundry sudah lebih berkembang karena telah menggunakan sabun yang terbuat dari lemak hewani atau abu kali. Adapun sabun tersebut bisa membersihkan pakaian yang kotor dan menghilangkan noda dengan cukup baik. 

Contoh analisis SWOT usaha laundry

1. Strength (kelebihan) 

Berikut ini kelebihan usaha laundry dibandingkan usaha lainnya :

  • Usaha laundry adalah usaha yang dapat dilakukan oleh siapapun termasuk oleh ibu rumah tangga yang tidak memiliki latar belakang pendidikan tinggi. Skill yang dibutuhkan hanyalah skill mencuci dengan bersih dan menyetrika dengan rapi.
  • Usaha laundry dapat dijalankan sambil bersantai nonton televisi atau sambil mengawasi anak-anak yang sedang bermain.
  • Jasa laundry dibutuhkan oleh siapapun mulai dari petinggi pemerintahan sampai ibu rumah tangga biasa selama mereka tidak memiliki waktu atau keahlian khusus untuk binantu.
  • Modal yang diperlukan untuk membuka bisnis ini relatif tidak besar. Minimal hanya perlu 1 mesin seharga 2 juta rupiah, 1 timbangan digital seharga 200 ribu rupiah, lemari pakaian tambahan dan setrika seharga 200 ribu rupiah. Umumnya setiap rumah tangga sudah memiliki setrika pribadi sehingga tidak perlu beli lagi.
  • Bisnis laundry tidak hanya bisa dibuka untuk cuci baju saja, tapi juga karpet, boneka dan tas. Bahkan kalau mau lebih ekspansi dengan menambah skill, juga bisa dibuka untuk jasa cuci sepatu dan helm.

2. Weaknees (Kelamahan)

Usaha laundry adalah tipe usaha yang memakan waktu. Disadari atau tidak, untuk menyetrika 1 kg baju bisa diperlukan waktu puluhan menit sehingga seorang pengusaha laundry perlu telaten.

  • Mayoritas bisnis laundry masih tergantung dengan paparan cahaya matahari. Akibatnya, jika terjadi hujan pakaian konsumen bisa telat disiapkan.
  • Bisnis laundry juga merupakan bisnis yang memerlukan ketelitian. Tentu konsumen tidak ingin bajunya tercampur dengan pakaian orang lain.
  • Banyak konsumen yang menilai bahwa mencuci menggunakan jasa binantu seringkali kurang bersih karena jasa binantu umumnya menggunakan mesin cuci sehingga baju tidak dikucek dengan tangan.
  • Biaya jasa usaha ini cukup kompetitif. Artinya, anda tidak bisa mematok harga yang jauh lebih mahal dibandingkan dengan pesaing.

3. Opportunity (Peluang)

Saat ini, banyak orang membutuhkan jasa laundry karena mereka fokus bekerja atau belajar sehingga tidak sempat melakukan tugas-tugas rumah. Akibatnya, permintaan terhadap jasa laundry semakin meningkat.

  • Usaha laundry dapat dibuka dimana saja asalkan dekat dengan lokasi keramaian. Entah itu di dekat pasar, perumahan, sekolah atau kampus, perkantoran bahkan pesantren.
  • Mayoritas agama penduduk Indonesia adalah islam yang mana pemeluk agama ini dituntut untuk memakai pakaian yang tidak hanya bersih tetapi juga suci untuk digunakan beribadah setiap hari.
  • Masih berkaitan dengan agama islam, usaha laundry ini juga bisa bekerja sama dengan masjid-masjid untuk program pencucian mukenah dan sajadah baik itu dengan sistem diskon maupun gratis.
  • Bisnis laundry bisa bekerja sama dengan institusi di lain yang berpusat pada pelayanan konsumen seperti, institusi pemerintahan, perhotelan, rumah kos atau bahkan restoran dan ojek online untuk menyediakan jasa laundry dengan diskon khusus untuk konsumen dari kalangan tersebut.

4. Threat (Tantangan)

Karena usaha laundry adalah usaha yang minim modal dan dapat dilakukan dari rumah, banyak bisnis-bisnis laundry baru yang bermunculan sehingga untuk pebisnis kecil susah melakukan branding.

  • Pasar penduduk muslim adalah pasar terbesar bisnis laundry di Indonesia. Namun, masih banyak pebisnis laundry yang tidak memanfaatkan peluang ini dengan menciptakan bisnis laundry yang tidak hanya bersih dan wangi, tapi juga suci.
  • Banyak perusahaan-perusahaan laundry di kota bear yang memanfaatkan teknologi terbaru sehingga proses pencucian jadi lebih cepat.
  • Jasa laundry adalah bisnis yang sangat tergantung dengan tingkat kepuasan konsumen sehingga pebisnis perlu menjalin hubungan baik dengan pelanggan.

Di era modern seperti ini, kaum perempuan mempunyai peluang untuk berkarir sama dengan kaum pria di luar rumah. Hal ini menyebabkan emansipasi wanita dalam rumah tangga dan pekerjaannya tidak lagi ditangai sepeuhnya oleh sang ibu. Salah satu gaya hidup modern dari masyarakat kota adalah mencuci pakaian di tempat-tempat khusus atau dikenal dengan laundry. Dengan mengeluarkan sejumlah uang, mereka tidak memperdulikan dengan masalah pakaian yang kotor. Hal ini memberikan peluang usaha tersendiri, karena kebutuhan akan pelayanan pencucian ini terus meningkat, dikota-kota besar khususnya, gerai-gerai laundry terus tumbuh. Namun bagi masyarakat menengah, biaya laundry ternama masih menjadi perhitungan. Karena alternatif yang bisa dipilih dari beberapa usaha cuci adalah laundry kiloan.


1.2. Rumusan Masalah

Adapun masalah yang perlu dirumuskan adalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana strategi metode marketing mix dalam usaha laundry?
  2. Bagaimana mengetahui kepuasan pelanggan dalam usaha laundry?
  3. Bagaimana pengaruh kualitas terhadap layanan usaha laundry?
  4. Bagaimana mengetahui customer relationship management dalam usaha laundry?
  5. Bagaimana mengetahui benchmarking dalam usaha laundry?


1.3. Tujuan Analisis

Sebuah penelitian yang dilakukan tentu memiliki tujuan tersendiri. Begitu pula dengan penulisan makalah ini yang berjudul “ANALISIS MANAJEMEN JASA BIDANG SERVICE INDIVIDU ATAU PROFESIONAL (LAUNDRY)”.

Tujuan penulisannya sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui strategi metode marketing mix dalam usaha laundry
  2. Untuk mengetahui bagaimana cara memberi kepuasan pelanggan dalam usaha laundry
  3. Untuk mengetahui pengaruh kualitas terhadap layanan usaha laundry
  4. Untuk mengetahui bagaimana customer relationship management dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dalam usaha laundry
  5. Untuk mengetahui bagaimana benchmarking dalam usaha laundry

BAB II

ANALISIS DAN PEMBAHASAN 

(KAJIAN TEORI)


2.1. Strategi Metode Marketing Mix Dalam Usaha Laundry

Marketing Mix atau bauran pemasaran adalah serangkaian tindakan/strategi atau berbagai variabel pemasaran yang digunakan oleh sebuah perusahaan dalam mempromosikan jasa yang dijual di pasar untuk memperoleh tujuan bisnis. Fungsi marketing mix adalah untuk membantu produsen merumuskan strategi marketing yang relatif. Dengan begitu produsen bisa mengkomunikasikan produknya kepada target pasar yang tepat dan dengan pesan yang sesuai atau lebih paham bagaimana cara memasarkannya.


Menurut Tjiptono (2008:30) bauran pemasaran merupakan seperangkat alat yang dapat digunakan pemasar untuk membentuk karakteristik jasa yang ditawarkan kepada pelanggan. Strategi pemasaran jasa dirumuskan dalam konteks pemasaran yang dikenal dengan bauran Pemasaran Jasa terdiri dari 8P yaitu, Product, Price, Place, Promotion, Process, People, dan Program dan Perfomance (Physical evidence). Kedelapan unsur bauran pemasaran tersebut saling berhubungan dan berpengaruh satu sama lain, sehingga harus di upayakan untuk menghasilkan suatu kebijakan pemasaran yang mengarah kepada layanan efektif dan kepuasan konsumen. Tujuan pemasaran yang dilakukan oleh setiap pemasar adalah menciptakan kepuasan bagi pelanggannya yang pada akhinya akan menaikkan kesejahteraan bagi pelanggan dalam jangka panjang. Sebagai kunci untuk memperoleh profit/laba. Hal ini berlaku bukan saja bagi perusahaan yang bergerak di bidang industri saja tapi juga berlaku untuk pemasar non-jasa. 


Strategi marketing merupakan hal yang cukup penting untuk meningkatkan kepuasan pelanggan laundry dengan sebaik mungkin. Aplikasi Saku Laundry dapat menjadi solusi untuk memberikan promosi yang lebih baik dan lebih mudah tentunya. Dimana aplikasi ini sudah dilengkapi dengan voucher dan promo code yang dapat digunakan oleh pelanggan laundry untuk mendapatkan potongan harga. Selain itu, terdapat fitru-fitur menarik lainnya dalam Aplikasi Laundry yang dapat digunakan owner. Salah satunya adalah sistem pembayaran yang sudah dilengkapi dengan code QR dan sistme pembayaran cashless lainnya seperti ovo, shopeepay, gopay dan masih banyak lagi.

Marketing Mix Usaha Laundry


1. Product (produk)

Produk (product) adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, digunakan atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan (Kotler dan Amstrong, 2012). Produk merupakan elemen yang penting dalam sebuah pemasaran. Konsuen semakin banyak memiliki alternatif dan sangat hati-hati dalam menentukan keputusan untuk membeli produk mana yang akan dipilih dengan mempertimbangkan faktor-faktor kebutuhan, keunggulan produk, pelayanan dan perbandngan harga sebelum memutuskan untuk membeli.

Produk yang ditawarkan adalah berupa jasa cuci pakaian, cuci karpet, cuci sepatu, cuci boneka, cuci tas, cuci helm, setrika pakaian, dan cuci + setrika pakaian serta layanan antar jemput. Tidak semua jenis baju atau kain bisa dicuci dengan cara dan deterjen yang sama. Sebagai contoh, baju kebaya akan dicuci dengan manual atau mesin cuci khusus yang daya putarnya tidak terlalu cepat. Selain itu, baju seperti ini tidak bisa dicuci dengan deterjen yang mengandung bleaching atau pemutih, karena bisa membuat warna kain menjadi pudar dan rusak.


2. Price (harga)

Harga merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan suatus usaha laundry,Layanan pencucian sering kali berbeda-beda tergantung pada jenis layanan yang dipilih, biasanya dihitung dalam satuan kilogram. Nantinya harga yang ditetapkan akan berubah sesuai dengan bentuk produk yang dicuci.

Harga dimulai dari Rp. 3.000 – Rp. 20.000 /kg (untuk satuan dan kiloan), harga Rp. 50.000 s/d Rp. 200.000/item (untuk karpet dan sepatu).


3. Place (lokasi)

Salah satu faktor yang tidak kalah penting  dalam membuka usaha laundry adalah lokasi atau tempat usaha. Pilihlah lokasi yang tepat berada di pemukiman yang padat penduduk, misalnya: terdapat banyak tempat kost, apartemen, hotel, kampus, perum-perum dan mudah untuk diakses. Pertimbangannya adalah karena peluang untuk menjadi pelanggan setia sangat besar mengingat keterbatasan waktu, tempat serta tenaga aktivitas yang padat.


4. Promotion (promosi)

  • Periklanan : Word of mounth, Spanduk, Jaringan pertemanan, Social media, Brosur.
  • Quality Service : 1 pelanggan 1 mesin cuci, menggunakan parfum khusus, ketepatan waktu, kesopanan pegawai.
  • Quality Product : Jaminan cuci/setrika kembali apabila pakaian tidak bersih dan rapi.


5. Process (proses)

Proses menurut Ratih Hurriyati (2010) adalah semua prosedur actual, mekanisme dan aliran aktivitas yang digunakan untuk menyampaikan jasa. Kotler (2011) adalah bagaimana cara perusahaan melayani permintaan tiap konsumennya, mulai dari konsumen tersebut memilih (choose), memesan (order), membeli (buy), hingga akhirnya mereka mendapatkan layanan jasa tersebut. Proses pelayanan yang baik dari awal hingga akhir, kerapian dan ketelitian kerja, kemudahan saat melakukan pembayaran (Sukotjo dan Radix, 2010)


6. People (partisipan)

Menurut Lovelock (2011:48) people adalah individu yang memiliki keterampilan interpersonal dan sikap positif yang berinteraksi langsung dengan konsumen. Pendapat ahli lain menyatakan bahwa partisipan (people) merupakan pelaku yang memainkan peranan dalm penyajian jasa sehingga dapat mempengaruhi persepsi pembeli (Ratih Nurhayati, 2005). Dalam penelitian ini karyawan laundry berperan aktif dalam memberikan pelayanan kepada konsumen selama melakukan proses pembelian jasa. Pengetahuan karyawan tentang jasa yang ditawarkan, penampilan karyawan, keramahan karyawan (Sukotjo dan Radix, 2010)


7. Program

Philip Kotler dan Kevin Lane Keller (2006) memodifikasi elemen marketing mix 4P dan menyebunya sebagai evolusi dari manajemen pemasaran yang meliputi : Programs (mencakup Product, Price, Place, dan Promotion).


8. Performance (Physical Evidence)

Physical Evidence menurut Kotler (2011) adalah bukti yang memiliki oleh penyedia jasa yang ditunjukan kepada konsumen sebagai usulan nilai tambah konsumen. Bukti fisik adalah keadaan atau kondisi yang didalamnya juga termasuk suasana tempat laundry. Hal ini akan semakin memperkuat keberadaan dari jasa tersebut. Karena adanya fasilitas pendukung secara fisik, maka pelanggan akan lebih memahami jasa yang ditawarkan tersebut. Pakaian karyawan, peralatan dan desain ruang (Sofiati, 2014). Bukti fisik bisa berwujud dalam bentuk logo, brosur, souvenir, akses untuk menghubungi customer service, seragam karyawan, dan website resmi.


2.2. Mengetahui Kepuasan Pelanggan Dalam Usaha Laundry

Kepuasan Pelanggan merupakan suatu perasaan atau penilaian emosional dari pelanggan atas penggunaan suatu produk barang atau jasa dimana harapan dan kebutuhan mereka terpenuhi.


Menurut Tjiptono (2012), kepuasan pelanggan merupakan situasi yang ditunjukkan oleh konsumen ketika mereka menyadari bahwa kebutuhan dan keinginannya sesuai dengan yang diharapkan serta terpenuhi secara baik.


Menurut Kotler (2014:150), kepuasan pelanggan adalah perasaan senang atau kecewa yang muncul setelah membandingkan kinerja hasil produk yang dipikirkan terhadap kinerja (hasil) yang diharapkan.


Meningkatkan kepuasan pelanggan laundry dapat ditentukan dari berbagai macam faktor. Jika ingin usaha laundry disukai oleh banyak pelanggan, maka jadilah apa yang dicari oleh pelanggan. Menjamurnya usaha laundry tentu memiliki tantangan sendiri dimana sebagai owner laundry harus memiliki cara-cara tersendiri agar dapat memegang kepercayaan pelanggan laundry untuk terus menggunakan jasa laundry. Kebanyakan dari konsumen mengukur kualitas laundry atau ungkapan kepuasan para pelanggan lain. Karena kepuasan pelanggan merupakan evaluasi spesifik terhadap keseluruhan pelayanan yang diberikan pemberi jasa. Keunggulan suatu jasa tergantung pada keunika serta kualitas pelayanan merupakan penilaian mengaruh atas keunggulan suatu jasa. Sebaiknya dalam meningkatkan kepuasan pelanggan semua usaha laundry di harap selalu mengikuti perkembangan trend sehingga bisa memberikan pelayanan laundry dengan hasil yang optimal. Setiap jasa laundry selalu mengutamakan kepuasan, kenyamanan, dan kebersihan agar pelanggan merasa puas dan selalu menggunakan jasa laundry.


Kepuasan pelanggan berkaitan dengan mutu pelayanan suatu usaha. Peningkatan jumlah konsumen sebaiknya diikuti dengan peningkatan pelayanan yang dapat mendorong hubungan yang kuat antara konsumen dengan usaha. Hubungan tersebut dalam jangka panjang akan berdampak pada peningkatan kepuasan pelanggan dan meminimalkan ketidaknyamanan konsumen.


Kualitas barang atau produk mempunyai pengaruh terhadap kepuasan pelanggan. Mutu yang baik menjadi salah satu prioritas usaha dalam menciptakan keunggulan bersaing. Kegagalan meningkatkan kualitas pelayanan akan membuat usaha berada dalam masalah yang kompleks. Pelanggan yang merasa tidak puas akan menceritakan pengalamannya kepada calon konsumen ataupun konsumen yang lain, sehingga berdampak pada kinerja usaha. Perencanaan, pengorganisasian, implementasi dan pengendalian manajemen kualitas barang atau produk wajib dilakukan untuk meningkatkan kepercayaaan  konsumne terhadap kualitas yang diterima dan akan berdampak positif pada kesetiaan pelanggan terhadap usaha laundry.


Kualitas jasa mempunyai lima dimensi yang menjadi dasar pengukuran tingkat kepuasan pelanggan (Zeithaml et al., 1988). Kelima dimensi itu adalah tangible (fasilitas fisik, peralatan dan penampilan pribadi); rellability (kemampuan untuk melakukan layanan yang dijanjikan untuk dapat dipercaya dan akurat); responsivenees (kesediaan membantu dan memberikan pelayanan yang cepat); assurance (pengetahuan dan kesopanan karyawan, keramahan dan memiliki sifat dapat dipercaya sehingga membuat pelanggan yakin dan merasa terhindar dari risiko) dan em pathy (perhatian peronal yang diberikan laundry kepada pelanggan, kemampuan berkomunikasi karyawan dan kemudahan menghubungi laundry).


Cara Mempertahankan Loyalitas Dan Kepuasan Pelanggan Laundry :


1. Menjalin komunikasi dengan pelanggan

Komunikasi bisnis harus tetap dilakukan untuk memberi tanda bahwa sebagai pengusahan laundry ada dan peduli kepada konsumen. Beri waktu konsumen untuk berinteraksi dengan kita, lalu akan menuai kesan baik setelahnya, tampung keluh kesah konsumen, ini berguna untuk kelangsungan usaha laundry. Tidak semua jasa laundry mau menerima keluh kesah konsumen dengan terbuka dan hati yang tulus.


2. Tingkatkan pelayanan

Dalam meningkatkan pelayanan, sangatlah penting bagi jasa laundry untuk menyadarkan karyawan tentang peran mereka dalam mempertahankan pelanggan. Terkadang, para karyawan adalah satu-satunya penghubung langsung antara usaha laundry dengan para pelanggan, jadi pastikan bahwa para karyawan akan memperlakukan pelanggan dengan sopan.


3. Pandai menempatkan diri

Mempelajari cara untuk menganalisa diri sendiri sebagai pemilik usaha dengan pola pandang pelanggan tidaklah mudah. Hal ini membutuhkan kejujuran yang tinggi dan kerendahan hati untuk mengevaluasi diri. Berapa jenis usaha berjalan kurang baik karena krisis identitas.


4. Memahami kebutuhan konsumen

Membuka bisnis jasa bukan melulu masalah untung dan pelanggan yang banyak. Sebisa mungkin pahami kebutuhan konsumen dan sesuaikan harga layanan. Karena hal itu akan mempertahankan loyalitas dan kepuasan pelanggan laundry. Jika buka di wilayah pelajar seperti di sekitar kampus, konsumen kebanyakan adalah mahasiswa, yang diperlukan mahasiswa adalah bagaimana harga yang ramah dan pelayanan yang cepat.


5. Memberikan service yang sesuai

Kebanyakan orang hanya mencoba sesuatu sekali saja. Namun, jika jasa atau pelayanan yang diberikan benar-benar baik, maka pelanggan akan kembali lagi. Pelanggan akan tetap setia berlangganan jika pelayanan laundry yang mereka dapatkan memiliki kualitas yang konsisten. Kualitas pelayanan jasa sangatlah penting dibandingkan dengan aspek-aspek lain yang terdapat di dalam usaha laundry. Sederhananya, harus bisa membuat pelanggan menyukai dan yakin dngan pelayanan yang ditawarkan, jika tidak, maka mereka tidak akan kembali mencuci di laundry lagi, tidak peduli seberapa menariknya pelayanannya, sebersih apapun toko, dan semurah apapun produknya.


2.3. Pengaruh Kualitas Terhadap Layanan Usaha Laundry

Bisnis laundry merupakan usaha yang membersihkan jasa pencucian pakaian yang sekarang menjamur di sekitar daerah sekolah, kantor, kampus dan lainnya. Kualitas pelayanan merupakan salah satu faktor penting dalam memenuhi kebutuhan kepuasan pelanggan sehingga akan melakukan pembelian berulang atau menjadi konsumen yang loyal kepada usaha laundry. Usaha laundry mengedepankan kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan.


Kualitas pelayanan terbaik merupakan suatu profit strategi untuk meningkatkan lebih banyak pelanggan baru, mempertahankan pelanggan yang ada, menghindari kaburnya pelanggan, dan menciptakan keunggulan khusus yang tidak ada hanya bersaing dari segi harga. Apabila pelayanan yang diterima atau dirasa sesuai dengan yang diharapkan oleh pelanggan, maka kualitas pelayanan dapat dipersepsikan baik dan memuaskan. Keberhasilan suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh bagaimana perusahaan tersebut memberi kepuasan dan kebahagian kepada pelanggan. Usaha sebagai individu dalam suatu sistem memfokuskan kegiatan kepada pelanggan sebagai konsumen jasa, agar dapat lebih efektif dan efesien dalam menjalankan kegiatan dalam memberikan atau menyediakan jasa maupun produk yang berkualitas sesuai dengan harapan pelanggan. Dilain pihak, usaha laundry sebagai suatu sistem juga harus membahagiakan pelanggan internal, dalam hal ini adalah karyawan (produsen jasa). Tujuannya agar dapat menghasilkan layanan yang berkualitas sesuai dengan harapan pelanggan eksternal. Dari lima dimensi kualitas pelayanan yang digunakan untuk melihat kualitas pelayanan jasa pada laundry. Apat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan jasa yang ada di laundry sangat baik. Usaha yang mempunyai kualitas yang baik akan merubah perilaku konsumen sehingga mempengaruhi kepuasan konsumen karena yang memberikan produk atau jasa berkualitas dan bermutu, serta dapat memenuhi tingkat kepentigan konsumen akan dapat lebih bertahan karena menciptakan nilai yang lebih unggul dari pesaingnya.


Usaha di bidang jasa pada saat ini berkembang dengan sangat pesat terutama jasa laundry dan perawatan, karen para pelaku bisnis dibidang jasa ini melihat bahwa pangsa pasar pada sektor jasa akan bertahan lebih lama jika dibandingkan dengan industri manufaktur. 


Meningkatkan pelayanan jasa laundry sangat penting. Hal ini bertujuan untuk menarik perhatian pelanggan lama supaya tidak pindah ke lain hati. Sekarang saatnya bersaing dengan akal sehat, jadi siapkan promo special untuk pelanggan. 


2.4 Mengetahui Customer Relationship Management Dalam Usaha Laundry

Customer Relationship Management (CRM)  disebut sebagai customer management karena terkait dengan pengelolaan data-data konsumen. CRM selalu dikaitkan dengan penggunaan teknologi informasi untuk mengimplementasikan strategi marketing.


CRM adalah pendekatan bisnis yang bertujuan untuk menciptakan, mengembangkan, dan meningkatkan hubungan dengan pelanggan yang ditargetkan dengan cermat untuk meningkatkan nilai pelanggan dan profitabilitas perusahaan dan dengan demikian memaksimalkan nilai pemegang saham.


Tujuan perusahaan dalam kaitannya dengan pelanggan :

  • Mendapatkan pelanggan (acquiring customers)
  • Mempertahankan sekaligus menggiatkan mereka (retaining or reactivating them)
  • Menjual produk-produk yang lebih banyak pada mereka (selling them more products)


Customer Relationship Management berkaitan dengan kegiatan penjualan terpadu, marketing dan strategi pelayanan kepada pelanggan melalu CRM usaha laundry ini menggunakan layanan aplikasi pelanggan yang ada saat ini untuk dapat meningkatkan pendapatan usaha melalui penjualan jasa layanan. Penerapan CRM usaha laundry dilakukan untuk membina dan menjaga hubungan baik antara pelanggan dan pihak manajemen. Pemahaman yang mendalam terhadap pelanggan akan mampu menghasilkan respon yang cepat terhadap perubahan perferensi konsumen sehingga akan mampu meningkatkan pendapatan usaha.


2.5 Mengetahui Benchmarking Dalam Usaha Laundry

Benchmarking adalah suatu upaya mengukur kebijakan dalam suatu perusahaan, produk, strategi, program, dan hal lainnya dengan cara membandingkannya dengan kompetitorlain yang bergerak pada bidang yang sama, agar bisa mendapatkan informasi tentang bagaimana dan bagian apa saja yang harus di evaluasi dalam upaya meningkatkan performa perusahaan.


Menurut Sarjono dalam Setiawan (2016) benchmarking dalam dunia usaha merupakan proses membandingkan produk, jasa atau praktik suatu organisasi terhadap kompetitor untuk menentukan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tingkat kinerja yang tinggi. Tujuan benchmarking menurut Sarjono (2016) adalah menegetahui proses yang dilakukan oleh kompetitor yang agar dapat diambil dan dimplementasikan dalam bisnis. Manfaat benchmarking menurut Huq dalam Adewunmi (2015) dikategorikan menjadi beberapa kategori, yaitu : manfaat organisasi, manfaat inovasi, manfaat pengiriman layanan, manfaat pelanggan, manfaat pengetahuan, dan manfaat strategi dan bisnis. Manfaat benchmarking menurut Huq dalam Adewinmi (2015), yaitu :

  • Manfaat organisasi : ini secara luar dari efisiensi dan efektivitas, kinerja, inovasi, keuangan, kepemimpinan, penetapan tujuan dan sumber daya pengeloaan. Efisiensi dan efektivitas dari mulai tambah ke organisasi, mengurangi biaya operasi, mengurangi tingkat staf dan mengurangi waktu dibawa untuk melakukan pekerjaan.
  • Manfaat inovasi berasal dari ide-ide baru dalam suatu organisasi dan kapan organisasi sejajar dengan perubahan pasar.
  • Manfaat pengiriman layanan ini adalah manfaat perbandingan dalam outsourcing, peningkatan kualitas layanan, keandalan operasi, dan eksporsur kekuatan dan kelemahan pemberian layanan.
  • Manfaat pelanggan ini adalah dari manfaat pelanggan dan peningkatan patronase dari klien, pengguna atau pelanggan.
  • Manfaat pengetahuan ini adalah manfaat dari sikap, pengetahuan tentang praktisi. 
  • Manfaat strategis dan bisnis ini membantu menemukan penggunaan fasilitas sumber daya yang terbaik.

Menurut Ramli (2013), tujuan benchmarking antara lain :

  1. Menilai dan meninjau ulang ekonomis, efisiensi, efektivitas srta kelemahan dan kekurangan yang terdapat dalam fungsi tersebut terkait dengan kondisi yang terjadi.
  2. Mengambil tindakan yang bersifat preventif, artinya untuk menilai apakah ada situasi dalam perusahaan yang potensial dapat menjadi masalah di masa depan meskipun pengamatan sepintas mungkin menunjukkan bahwa situasi demikian tidak dihadapi.
  3. Membandingkan hasil kerja perusahaan secara keseluruhan atau berbagai komponen dengan standar yang mencakup berbagai bidang kegiatan dan berbagai sasaran perusahaan yang ditetapkan sebelumnya.
  4. Menjadi yang terbaik dalam melakukan aktivitas dan proses. Benchmarking juga seharusnya melibatkan perbandingan dengan para pesaingnya atau industri lainnya.
  5. Meningkatkan kinerja organisasi agar mampu bersaing dengan organisasi lain dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.


Proses benchmarking memiliki beberapa metode. Salah satu metode yang paling terkenal yang banyak diadopsi oleh organisasi adalah tahapan 12, yang dikenalkan oleh Camp (1989). Tahapan 12 terlalu luas untuk dijabarkan. Agar mudah, tahapan 12 tersebut dapat diringkas menjadi 6 bagian utama, yaitu :

  1. Identifikasi problem apa yang hendak dijadikan subyek. Bisa berupa proses, fungsi, output, dsb.
  2. Identifikasi industri/organisasi/lembaga yang memiliki aktifitas/usaha serupa. Sebagai contoh, jika ingin mengendalikan turnover karyawan sukarela.
  3. Identifikasi industri yang menjadi pemimpin/leader di bidang usaha serupa. Dengan melihat didalam asosiasi industri, survey, cutomer, majalah finansial yang mana industri yang menjadi top leader di bidang sejenis.
  4. Identifikasi survey pada industri untuk pengukuran dan praktek yang dilakukan. Dengan menggunakan survey kuantitatif atau kualitatif untuk mendapatkan data  dan informasi yang relevan sesuai problem yang diidentifikasi di langkah awal.
  5. Kunjungi “best practicive” perusahaan untuk mengidentifikasi area kunci praktek usaha dimana hal ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi area kunci usaha. Beberapa perusahaan biasanya rela bertukar informasi dalam suatu konsorsium dan membagi hasilnya di dalam konsorsium tersebut.
  6. Implementasikan praktek bisnis yang baru dan sudah diperbaiki prosesnya. Setelah mendapatkan best practice perusahaan dan mendapatkan metode-metod teknik cara pengelolaannya, lakukan proyek peningkatan kinerja dan laksanakan program aksi untuk implemantasinya.


Dalam bidang manajemen penolakan adalah proses perbandingan proses bisnis dan ukuran kinerja suatu perusahaan dengan perusahaan lain atau standar industry. Proses ini biasanya dilakukan dengan menggunakan indikator spesifik tertentu, seperti biaya atau produktivitas. Tujuan penilaian untuk pesaing usaha laundry adalah membandingkan kinerja guna meningkatkan kualitas pelayanan yang ada di laundry.


BAB III

PENUTUP


3.1 Kesimpulan

Laundry adalah Bahasa Indonesia disebut dengan “Binantu” atau “Penentu” yang mempunyai makna usaha jasa yang bergerak dalam bidang pencucian pakaian atau lebih tepatnya mencuci dan menyetrika dengan hitungan kiloan berdasarkan berat material. Berdasarkan dari penelitian yang dilakukan maka dapat di simpulkan, 


Usaha laundry dapat dikategorikan cukup luas, karena melihat aspek pemasaran yang sasarannya mudah didentifikasi, sampai menginginkan bau harum dan cucian halus merupakan faktor pendorong pelanggan dalam menggunakan jasa usaha ini. 


Di era modern seperti ini, kaum perempuan mempunyai peluang untuk berkarir sama dengan kaum pria di luar rumah. Hal ini menyebabkan emansipasi wanita dalam rumah tangga dan pekerjaannya tidak lagi ditangai sepeuhnya oleh sang ibu. Salah satu gaya hidup modern dari masyarakat kota adalah mencuci pakaian di tempat-tempat khusus atau dikenal dengan laundry. Dengan mengeluarkan sejumlah uang, mereka tidak memperdulikan dengan masalah pakaian yang kotor. Hal ini memberikan peluang usaha tersendiri, karena kebutuhan akan pelayanan pencucian ini terus meningkat, dikota-kota besar khususnya, gerai-gerai laundry terus tumbuh. Namun bagi masyarakat menengah, biaya laundry ternama masih menjadi perhitungan. Karena alternatif yang bisa dipilih dari beberapa usaha cuci adalah laundry kiloan.


Strategi pemasaran jasa dirumuskan dalam konteks pemasaran yang dikenal dengan bauran Pemasaran Jasa terdiri dari 8P yaitu, Product, Price, Place, Promotion, Process, People, dan Program dan Perfomance (Physical evidence). Kedelapan unsur bauran pemasaran tersebut saling berhubungan dan berpengaruh satu sama lain, sehingga harus di upayakan untuk menghasilkan suatu kebijakan pemasaran yang mengarah kepada layanan efektif dan kepuasan konsumen.


3.2 Saran 

Berikut beberapa saran yang dapat diberikan antara lain :

  • Kualitas pegawai dalam melayani pelanggan dengan menghasilkan hasil laundry yang sangat memuaskann
  • Kualitas teknologi yatu mesin cuci yang dipakai yang bersih juga dapat menarik pelanggan untuk mencucikan bajunya ke bisnis laundry.
  • Diharapkan dapat melakukan regemntasi pasar dengan menggunakan metode yang sudah ada dan menambahkan metode supaya tidak hanya berpacu dengan metode yang sudah dilakukan.


DAFTAR PUSTAKA

  • Ahmad, Fahri. “Pengertian Laundry: Tugas, Struktur Organissi dan SOP”, https://www.amesbostonhotel.com/pengertian-laundry/. diakses pada 10 Januari 2023 pukul 09.54.
  • Kartika, Dian. (2021). “Update Harga Laundry & Satuan”, https://harga.web.id/daftar-harga-laundry-kiloan-satuan-murah.info. diakses pada 11 Januari 2023 14.37.
  • Laundry.  (2020). “7 Cara Mempertahankan Loyalitas dan Kepuasan Pelanggan Laudry”. https://www.peralatanlaundry.com/blog/7-cara-mempertahankan-loyalitas-dan-kepuasan-pelanggan-laundry .
  • Alexandro, Rinto. (2019). “Kualitas Pelayanan Jasa Pada Usaha Laundry Ririn Di Jalan G. Obos XII Kota Palangka Raya”. Diakses 12 Januari 2023, dari Unversitas Palangka Raya.
  • Saputro, Adji Surya. (2022). “The Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Jasa Laundry Bu Mini Dengan Menggunakan Metode Service Quality Dan Metode Quality Funcition Deploymen”. 2746-0835. Volume 3 No 1(2022). Diakses 11 Januari 2023 10.30, dari Universitas Muhammadiyah Gresik.
  • Mindhayani, Iva dan Anindya, Putri Aulia. (2021). “Analisis Kepuasan Pelanggan De Laundry Dengan Menggunakan Metode Customer Satisfaction Index Dan Service Quality”. 129-136. Volume 7 No 2 (2021). Diakses 12 Januari 2023 18.45, dari Universitas Serang Raya.
  • Setyawati, Yanita dan Lauwis’, Edwin. (2018). “Strategi Komunikasi Pemasaran Cleans Dengan Metode Benchmarking”. Volume 3 No 4 (2018). Diakses 12 Januari 2023 20.30, dari Universitas Ciputra.
  • Ahmad. (2022). “Cara Menulis Daftar Pustaka Dari Buku, Jurnal, Skripsi, Artikel, Website”. https://www.gramedia.com/best-seller/cara-menulis-daftar-pustaka/. Diakses pada 13 Januari 2023 10.34.


Download File Word via SCRIBD: 

Makalah Analisis Manajemen Jasa Laundry (Arrapena) by Deruddy on Scribd


Download File Word via: GOOGLE DRIVE 

0 Comments:

Posting Komentar