Tampilkan postingan dengan label Pidato. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pidato. Tampilkan semua postingan

Contoh 1:


Bapak Ketua RW yang kami hormati,


Bapak Ketua RT yang kami hormati,


Rekan-rekan, hadirin yang kami hormati,


Assalamualaikum warakhmatullahi wabarakaatuh!


Pertama-tama marilah kita bersama-sama bersyukur kepada Allah Subhanahuwataala yang telah memberikan kekuatan lahir dan batin kepada kita semua, sehingga bisa bersama-sama menyelenggarakan rapat dalam rangka pelantikan pengurus Karang Taruna "Sekar Melati" yang baru.


Selanjutnya atas nama pemuda di Desa ini, kami menyampaikan selamat atas terbentuknya pengurus Karang Taruna yang baru di desa kita yang kita cintai. Semoga pengurus yang baru nanti benar-benar dapat melanjutkan perjuangan pengurus yang lama yang sekiranya belum dapat dilaksanakan.


Rekan-rekan pengurus Karang Taruna yang baru, tugas kalian cukup banyak. Namun tidak berarti harus berkecil hati. Namun sebaiknya didasari dengan semangat membangun, semangat rasa kebersamaan dan persatuan yang tinggi, semuanya itu akhirnya harus dilaksanakan dengan menganggapnya sebagai kewajiban, bukan semata-mata sebagai beban.


Dalam menjalankan tugas kepengurusan yang baru nanti, janganlah segan berkonsultasi dengan pengurus yang lama. Setidak-tidaknya pengurus yang lama telah dahulu berpengalaman. Oleh sebab itu setiap anggota pengurus


berikut ketua sebagai pimpinannya hendaknya menyadari bahwa pekerjaan ini merupakan pekerjaan organisasi. Dengan demikian kebutuhan umum harus senantiasa dinomorsatukan setelah kebutuhan pribadi.


Demikian juga halnya janganlah bosan meminta petunjuk para pemimpin Desa jika mengerjakan sesuatu. Mintalah juga pendapat dan sumbangan pikiran pada tokoh-tokoh masyarakat. Dengan demikian kedudukan dan peranan Karang Taruna "Sekar Melati" di Desa ini benar-benar akan menjadi kebanggaan bersama-sama, bukan semata-mata milik ambisi-ambisi perorangan.


Akhirnya saya berpesan, tingkatkan terus solidaritas, tingkatan terus kreativitas, tingkatan rasa persatuan dan kesatuan, semoga idealisme kalian tercapai, semoga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, dan tak lupa semoga mendapatkan kekuatan sekaligus bimbingan dari Allah Subhanahuwata’ala. Aamiin.


Selamat bekerja, selamat berjuang! 

Billahi taufiq walhidayah, wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh!


Contoh 2 :


Assalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Saudara-saudara pengurus yang saya hormati!


Kita sekarang sudah berada di ambang pintu dalam pelaksanaan acara pelantikan para pengurus yang baru. Hasil pemilihan dalam rapat lengkap dan yang dipilih secara langsung bebas rahasia.


Akhirnya sampailah kita pada tujuan yang terakhir ialah untuk menyusun pengurus baru sekaligus program-programnya yang baru pula.


Kita semua telah menyaksikan bahwa selama pemilihan pengurus telah terkesan dalam hati saling adanya pengertian, saling hormat menghormati pendapat, meskipun ada perbedaan pendapat, namun perbedaan itu malah menambah semaraknya dalam rapat itu. Semuanya telah berlangsung dengan tertib dan lancar, sehingga terciptalah suasana persaudaraan dan persatuan.


Oleh karena itu marilah kebiasaan yang baik kita pelihara bersama untuk kita terapkan dalam rapat-rapat apapun yang kita adakan di sekolah ini. Karena dengan cara inilah baru segala sesuatu akan dapat kita wujudkan dengan sebaik-baiknya


Demikianlah sekedar sambutan kami, ada kurang debihnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan kini marilah kita mulai upacara pelantikan para pengurus baru dengan tidak lupa terlebih dahulu mengucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim.


Terima kasih, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.




CONTOH 1:


Hadirin dan hadirat yang kami muliakan, Ibu-lbu yang kami cintai,


Assalamualaikum Warakhmatullahi Wabarakaatuh!


Selamat sejahtera dan berbahagia bagi hadirin dan hadirat yang beragama selain agama Islam.


Pertama sekali marilah hadirin bersama-sama bersyukur kepada Allah Subhaanahu Wataala, atas nikmat yang diberikan kepada kita sekalian, yang berkumpul untuk yang kesekian kalinya, khususnya pada pagi ini dalam rangka memperingati dan menyemarakkan "Hari Ibu".


Yang kedua marilah kita juga bersyukur kepada Tuhan atas kekuatan yang diberikan kepada kita khususnya para Ibu, yang sampai hari ini belum juga kehilangan semangat dalam menangkap sekaligus mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam hikmah "Hari Ibu" yang kita peringati bersama-sama dengan para ibu di seluruh wilayah Indonesia tercinta ini.


Hadirin yang mulia, khususnya para ibu. Peran ibu dalam masa sekarang tampaknya makin meningkat. Bersamaan dengan itu makin berat pula tantangan yang kita hadapi. Namun sebagai bangsa yang besar, maka kita tentunya sepakat untuk pantang menyerah, pantang mundur, pantang mengeluh. Semuanya tantangan hidup sehari-hari seakan makanan lezat yang harus dihadapi dengan penuh kesabaran dan penuh kesadaran.


Di tengah-tengah teknologi yang semakin canggih, ibu-ibu juga merasakan, betapa hebat dampaknya di keluarga kita ini, tanggung jawab seorang ibu dihadapkan pada berbagai masalah, berbagi ragam tantangan, berbagai bentuk persoalan. Bahkan masalah kaum Bapak pun sekarang sudah menjadi bagian penting adalah kaum ibu. Untuk itu kaum ibu mengimbau, janganlah kaum Bapak menganggap kecil peranan ibu. sebab tanpa ibu ibarat burung tak akan pernah terbang sempurna. Ibarat burung tak akan pernah terbang perkasa.


Kaum ibu hendaknya juga menyadari bahwa dengan tugas berat sekarang ini harus tetap waspada terhadap tanggung jawab hidup. Tanggung jawab dapur dan tempat tidur saja. Lebih dari itu sudah tiba saatnya secara langsung kaum ibu membantu para Bapak, yang kalau perlu wajib membantu tugas Bapak di luar rumah, di kantor, bahkan kalau perlu juga di medan perang.


Hadirin yang mulia, tentunya kita juga tetap harus tahu batas, janganlah mencampuri urusan yang bukan urusan kita. Namun tetaplah waspada. Kapan kita boleh membantu, kapan kita wajib membantu, dan kapan pula kita menentukan sikap terhadap kaum Bapak. Semuanya itu kita lakukan untuk menjaga Citra ibu. Suatu Citra yang harus bersumber kepada kepribadian dan bangsa, yakni kepribadian sebagai bangsa yang luhur, yakni kepribadian Pancasila dan UUD '1945.


Dalam menjalankan tugas sehari-hari, semoga Tuhan senantiasa bersama kita. Masih banyak Yang harus klta kerjakan. Masih banyakyang belum selesai. Selamat berjuang, selamat menjalankan tugas, hingga tercapai keluarga yang berbahagia, keluarga sej ahtera di atas ridla Tuhan Yang Maha Kuasa.


Hadirin sekalian, demikian dulu sambutan kami, mohon maaf jika ada yang salah.


Wassalamualaikum Warakhmatullahi Wabaraatuh!

CONTOH 2 :


Assalamu 'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh


Dengan iringan rahmat, hidayah serta inayah dari Allah, kita semua bangsa Indonesia, lebih-lebih kaum ibu dapat memperingati suatu yang bersejarah yaitu HARI IBU, yang jatuh pada tanggal 22 Desember.


Pada hakikatnya hari ibu ini merupakan rangkaian dari hari Sumpah Pemuda yang beberapa waktu yang lalu juga kita peringati.


Keduanya adalah hari yang membangkitkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.


Pada tanggal 22 Desember sampai 25 Desember tahun 1928 di Yogyakarta telah dilangsungkan kongres wanita Indonesia yang bertujuan mempersatukan berbagai kelompok yang ketika itu masih terpecah belah, dan membentuk suatu kesatuan dalam arti yang bulat.


Peristiwa itulah merupakan titik tolak yang melahirkan gagasan pemerintah untuk menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu.


Hari ibu ini mempunyai kecondongan dalam masalah-masalah yang menyangkut dunia kaum ibu, ialah ibu bagi anak-anaknya, ibu bagi kehidupan rumah tangganya, ibu di dalam masyarakat.


Tuntunan utama sebagai ibu dalam rumah tangga ialah tanggung jawab sebagai pendidik anak-anak dan membina keluarga, sedang sebagai ibu di kalangan masyarakat berkewajiban untuk membina para remaja memberikan pengarahan dan penggalangan para pemuda agar mereka kelak menjadi pribadi yang bertanggungjawab terhadap bangsa dan negara. Kita perhatikan hadits Nabi yang mengatakan: Wanita/ibu merupakan tiang negara„ Sebaliknya bilamana bejat akhlaknya, maka bejatlah pula negaranya.


Peranan dan kedudukan kaum ibu sangatlah penting bagi suatu rumah tangga, maupun dalam masyarakat, bahkan di tengah-tengah pergolakan dunia. Banyaklah sudah kata-kata mutiara yang dirangkai orang untuk mengabdikan jasa-jasa serta pengabdian kaum ibu.


Demikianlah sekedar sambutan kami pada kesempatan ini dalam rangka memperingati hari Ibu. Marilah dalam suasana yang penuh khidmat ini kita panj atkan do' a kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, semoga kita semua dilimpahi taufiq dan hidayah. Amin.


Sekian terima kasih.


Wassalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 


Assalamu’alaikum Wr. Wb.


Yang saya hormati Bapak/Ibu … serta para tamu undangan.

Sebelumnya, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan semesta alam yang telah berkenan memberikan kita rahmatnya sehingga kita semua bisa berkumpul dalam acara peringatan hari kemerdekaan ini tanpa ada satu halangan apapun.


Dalam suasana hari kemerdekaan Indonesia ini, saya ingin menggelorakan semangat kemerdekaan Indonesia yang saya rasa sudah terkikis terlalu banyak di jiwa para pemuda Indonesia.


Kita seluruh bangsa Indonesia masih ingat betapa hebatnya perjuangan-perjuangan pahlawan kita dalam mempertahankan dan merebut kemerdekaan dari tangan para penjajah.


Kita sebagai bangsa yang besar harus dapat menghargai jasa pahlawan-pahlawan. Tetapi yang lebih penting lagi pada saat ini ialah mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif. Mengisi kemerdekaan ini dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi diri kita, semua orang dan tentunya bagi bangsa Indonesia sendiri.


Marilah kita teruskan semangat para pahlawan kita itu dengan semangat patriotisme dan nasionalisme. Apakah artinya merdeka jika hidup bertambah sengsara dan bukan bertambah sejahtera. Kita berusaha tetapi Tuhan yang menentukan. Tetapi ingat saudara-saudara... Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang jika manusia sendiri tidak mau berusaha mengubahnya.


Kemerdekaan yang kita peroleh juga merupakan rahmat dari Tuhan. Tetapi jangan diharap Tuhan memberikan semua apa yang kita cita-citakan atau kita inginkan jika kita sendiri tidak mau mengusahakannya.


Sekali lagi, marilah peringatan hari kemerdekaan kali ini kita isi dengan meningkatkan semangat perjuangan yang harus kita wujudkan sebagai semangat patriotisme dan nasionalisme untuk mengisi kemerdekaan ini.


Rupanya sekian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf apabila ada salah kata. 


Akhirnya marilah berdoa dan berjuang, Tuhan bersama kita, MERDEKA...!!!


Terima kasih dan ...

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩْ ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ، ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻼَ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻼَ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ. ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ


Bapak-bapak, Ibu-ibu serta para hadirin sekalian yang berbahagia!


Ucapan tahmid dan tasyakur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT. karena kita semua masih di beri kesempatan oleh Allah hidup di muka buminya, sehingga kita semua masih dapat bertemu dengan bulan Dzulhijjah, utamanya pada tanggal 10 Dzulhijjah yang disebut dengan hari raya Adh-ha atau hari raya Qurban ini.


Bulan Dzulhijjah ini disebut dengan bulan haji, karena pada bulan ini tepatnya pada tanggal 10 dzulhijjah semua hamba-hamba Allah yang mampu ekonomi dan fisiknya telah berkumpul di padang arofah dengan pakaian serba putih, menundukan wajahnya kehadirat Allah, dengan tujuan yang satu yaitu mengerjakan Ibadah haji untuk mengharapkan ridho dan maghfiroh-Nya.


Juga bulan Dzulhijjah ini disebut dengan Hari Raya Qur'ban atau 'Idul Adha, karena seorang muslim mendapat kesempatan untuk beramal bakti dengan menyembelih hewan korban, apakah itu dengan binatang unta, kambing atau lembu. Dan juga bagi orang yang telah di anugrahi rezeki yang melimpah ruah, dia diwajibkan untuk berkorban. Menyembelih binatang kurban itu tidak hanya dilakukan oleh orang-orang yang menunaikan ibadah haji di Mekkah, tetapi bagi setiap muslim dimanapun berada, kemudian daging qurbannya dibagi-bagikan kepada para fakir miskin, dan sebagainya boleh dimakan sendiri.


Dalam Al-Qur'an Surat Al Kautsar, ayat kedua, Allah memerintahkan:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ


"Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).


Dan dalam hadist lain Rasulullah bersabda: 

قَالَ رَسُولُ اللّه صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقرَبَنَّ مُصَلاَّنَا


"Barang siapa mempunyai kelapangan (kejembaran rezeki), mampu untuk berkorban tetapi tidak melakukannya, maka janganlah dia dekat-dekat ke Mushollah tempat kami beribadat".


Hadirin sekalian yang berbahagia!


Binatang korban yang disembelih dengan hati yang ikhlas itu kelak di hari akhir akan ditimbang darahnya, tanduknya, bulunya dan semua anggota tubuhnya, sekaligus akan menjadi saksi baginya.


Rasulullah saw bersabda yang artinya:


"Sembelihlah korban dan senangkanlah hatimu, sesungguhnya seorang muslim yang menghadapkan hewan-hewan sembelihnya ke kiblat, maka darah hewan itu, tanduknya dan bulunya semuanya merupakan kebajikan yang akan ditimbang pada hari kiamat."


Hadirin sekalian yang berbahagia!


Menyembelih binatang korban itu mengandung dua aspek perwujudan, yaitu:


Pertama: Aspek uhudiah (Peribadatan), yaitu berbakti dan mendekatkan diri kepada Tuhan, sesuai dengan asal kata korban itu berasal dari kata "Qoroba" yang artinya mendekatkan diri kepada Allah. Sebagai imbangan pendekatan itu, maka Allah dekat pula kepada orang yang berkorban, dan Tuhan akan melipatgandakan pahalanya di akhirat kelak.


Kedua: Aspek kemasyarkatan. Karena dengan melakukan korban dan membagi-bagikan daging sembelihan itu akan berkembanglah pendekatan sesama umat manusia. Dimana kaum muslimin yang sedang hidup dalam garis kemiskinan yang selama hidupnya tidak pernah makan daging sapi, kini dia merasakan bagaimana nikmatnya makan daging ikan sapi. Dengan jalan ini insya Allah akan terciptalah kemurnian sosial dalam masyarakat.


Hadirin sekalian yang berbahagia!


Demikianlah pidato yang dapat kami sampaikan pada kesempatan ini mudah-mudahan berkenan di hati para hadirin sekalian. Terima kasih atas segala perhatiannya dan mohon maag atas segala kekurangan dan kekhilafannya.


Akhirul kalam.

وَبِاللهِ التَّوْفِيْقُ والهِدَايَةُ وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ




Ibu-lbu, Bapak-Bapak, hadirin dan hadirat yang kami muliakan!


Assalanıualaikunı warakhmalullahi wabarahaatuh!


Pada malam resepsi yang berbahagia ini, kami atas nama sohibul hajat mengajak hadirin untuk bersama-sama bersyukur kepada Allah Subhaanahu Wataala, Tuhan Yang Maha Kuasa, atas nikmat yang diberikan kepada kita semua, sehingga pada malam yang berbahagia ini bisa bersama-sama menghadiri undangan Bapak Musa sekeluarga khususnya dalam rangka melaksanakan resepsi atas nikahnya putra tercinta Fatima Saadah dengan nanda menantu Bagus Basuki.


Yang kedua kiranya patut kita memanjatkan puja dan puji kepada Allah, sekaligus memanjatkan doa semoga junjungan kita Nabi Beşar Muhammad Shallallahu Alaihi Wasalam mendapat tempat yang paling mulia di sisi-Nya.


Hadirin yang mulia, sebagaimana disebutkan tadil bahwa pada malam ini ialah malam resepsi pernikahan putri kami Fatimah Saadah dengan putra Bagus Basuki, maka alhamdulillah bahwa pernikahan tersebut secara resmi dilaksanakan pada siang hari tadi dengan selamat.


Hadirin yang berbahagia atas nama keluarga pengantin pria, mewakili ayahanda putra Bagus Basuki, kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan kepada ronıbongan kami, yang dengan ringan kaki penuh dengan kei khlasan ikut mengantarkan putra Bagus Basuki memenuhi itikad baik untuk malam ini bersanding bak raja sehari dengan putra Bapak Abdullah sekeluarga yakni pengantin putri putranda Fatima saadah, yang sudah barang tentu yang malam iñi bersanding dengan putra Bagus Basuki bak ratu sehari,


Sebagai orang tua, sekaligus atas nama ayahanda Bagus Basuki sekeluarga, sesuai dengan amanat yang kami bawa, maka kami pada malam ini menyerahkan putranda Bagus Basuki kepada Bapak Abdullah sekeluarga, untuk diakui sebagaimana layaknya putra sendiri. Untuk itu sepenuhnya kami persilahkan Bapak dengan ikhlas menerimanya, sekaligus menerima kami sebagai keluarga besar bapak, sebagaimana kami juga menerima keluarga besar Bapak Abdullah sebagai keluarga besar kami sendiri.


Sebagai orang tua, kepada pengantin berdua kami hanya berpesan, berbahagialah kalian, namun ingatlah bahwa masih banyak amalan sebagai seorang suami dan seorang istri yang harus dihadapi sehari-hari. Oleh sebab itu hendaknya rasa syukur malam berbahagia ini hendaknya kalian pakai sebagai pedoman bukan justru untuk lupa diri namun sebaliknya malah untuk mawas diri.


Semoga bahtera hidup kalain senatiasa terbentuk di j alan Allah, senantiasa dalam lindungan Allah, dan senantiasa dalam rahmat dan ridla Allah Subhanaahu Wataala. Amin!


Bapak Abdullah sekeluarga yang kami hormati, kiranya ini saja dulu amanat dari ayahanda putra Bagus Basuki yang merupakan amanat, telah kami sampaikan dengan penuh rasa ikhlas. Semoga Bapak Abdullah berkenan.


Hadirin yang kami muliakan, akhirnya marilah kita doakan pengantin berdua, semoga apa yang diinginkannya senantiasa tercapai di atas ridla Allah Subhanaahu Wataala, amin!


Billahi taufiq walhidayah, wassalamualaikum warakhmatullahi wabarakaatuh!




Bahasa Inggris: 

DEVOTION TO PARENT


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


All the praise be to Allah the Lord of the universe. Blessing and peace may everlastingly be upon a prophet with no prophet after him, Prophet Muhammad Saw, and upon all of his families and companions.


Everyone has parents. There is no single person who was born into the world without parents. We all realize that our parents are always covered with sweats, day and night to work hard physically and mentally with everything on their power to strive for their children so that they could live like other children do. Therefore, on this time, allow me to convey about how important to devote to our parents.


Allah the Wise had compulsorily obliged every child to devote to his/her parents. Even the order to do good deeds to parents in Al Quran came along with the order to acknowledge Allah’s oneness just like was decreed on Al Quran, “And your Lord has commanded you not to worship anyone other than Allah and treat the parents with benevolence. If either or both of them attain to old age in your presence, then do not say even ‘Ugh!’ to them nor reproach them. And always speak to both of them submissively, observing polite manners.” (Al Isra: 23), “And always lower your arms of submissiveness and humility out of soft-heartedness for both of them and keep supplicating (Allah): ‘O my Lord, have mercy on both of them as they brought me up in (my) childhood (with mercy and clemency)” (Al Isra: 24).


To all the dearest companions and audience,


And it also had been stated in Al Quran about the superiority in devotion to parents. And Allah Ta’ala said:


And worship Allah and do not set up any partners with Him. And treat the parents with moral excellence….” (An Nisa: 36). 


In this verse, the order to devote to parents came along with the most prominent deed, namely acknowledging the oneness of Allah, then it shows that this deed is the most prominent deed on the eyes of Allah ‘Azza wa Jalla. The greatness of parents’ dignity is seen by the view of Syariat (Islamic law). The Prophet considered the devotion to parents as the most important thing over Jihad fisabilillah (engage in struggle to defend the religion of Allah for His cause).


Ibnu Mas’ud said: “I asked the Prophet (PBUH) ‘Which deed is loved most by Allah?” He replied, "To offer prayers at their early (very first) stated times.", I asked, “What is the next (in goodness)?” The Prophet (PBUH) said, “To be good and dutiful to one’s parents,” I asked, “What is the next (in goodness)?” The Prophet (PBUH) said, "To participate in Jihad for Allah’s Cause.” (Sahih al-Bukhari 5970).


The hadith shows the greatness in devoting to parents; it even prevails over Jihad fi sabilillah while Jihad actually has a great superiority as well.


To the ennobled companions and audience,


Make your parents cry counts as one of insubordinate deeds. Their tears mean their heart is broken by the deeds of their children. Ibnu ‘Umar emphasized: “Tears of parents is a great insubordination.” (Shahih Al Bukhari, Adabul Mufrod page 31. See the tree of S Al Ahaadits Ash Shohihah by Al Imam Al Albani, 2.898)


And Allah emphasizes in Surah Al Isra that word “ugh” or “Ah” to parents is forbidden, especially those which are more than that. In the verse is also explained to have good deeds to parents.


Now we all have known what the importance and superiority of devoting to parents. Therefore, let’s immediately say your apology to our both parents, because the pleasure of Allah depends on the pleasure of both parents.


That’s all I can say. I say my deep apology for all my words.


Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Bahasa Indonesia:


BERBAKTI KEPADA ORANG TUA 


Assalamu’alaikum Warahmatullai Wabarakatuh


Segala puji bagi Allah yang menguasai seluruh alam. Rahmat dan salam semoga tetap dilimpahkan kepada seorang Nabi yang tidak akan ada Nabi sesudahnya, Nabi Muhammad Saw. , kepada keluarga dan sahabatnya seluruhnya.


Setiap manusia sudah pasti memiliki orang tua. Tidak satupun manusia yang lahir tanpa orang tua. Kita pun menyadari bahwa orang tua berkuah keringat, siang dan malam banting tulang, memeras pikiran, sekuat tenaga memperjuangkan agar anaknya bisa hidup seperti layaknya anak-anak yang lain. Karena itu saat ini ijinkan saya untuk menyampaikan betapa penting berbakti kepada orang tua.


Rekan-rekan dan para hadirin yang saya banggakan.

Allah yang Maha Bijaksana telah mewajibkan setiap anak untuk berbakti kepada orang tuanya. Bahkan perintah untuk berbuat baik kepada orang tua dalam Al Qur’an digandengkan dengan perintah untuk bertauhid sebagaimana firman-Nya, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik- baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.’” (Al Isro’: 23)


Rekan-rekan dan para hadirin yang saya cintai.


Dan juga telah disebutkan dalam Al Quran tentang keutamaan berbakti pada orang tua. Dan Allah Ta’ala berfirman:


Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak.” (An Nisa: 36). Di dalam ayat ini perintah berbakti kepada dua orang tua disandingkan denganamal yang paling utama yaitu tauhid, maka ini menunjukkan bahwa amal ini pun sangat utama di sisi Alloh ‘Azza wa Jalla.

Begitu besarnya martabat mereka dipandang dari kacamata syari’at. Nabi mengutamakan bakti mereka atas jihad fi sabilillah, Ibnu Mas’ud berkata: “Aku pernah bertanya kepada Rosululloh,Amalan apakah yang paling dicintai Alloh?’ Beliau menjawab, ‘mendirikan sholat pada waktunya,’ Aku bertanya kembali, ‘Kemudian apa?’ Jawab Beliau, ‘berbakti kepada orang tua,’ lanjut Beliau. Aku bertanya lagi, ‘Kemudian?’ Beliau menjawab, ‘Jihad di jalan Alloh.’” (HR. Al Bukhori no. 5970). Demikian agungnya kedudukan berbakti pada orang tua, bahkan di atas jihad fi sabililllah, padahal jihad memiliki keutamaan yang sangat besar pula.


Rekan-rekan dan para hadirin yang saya mulyakan.


Membuat menangis orang tua juga terhitung sebagai perbuatan durhaka, tangisan mereka berarti terkoyaknya hati, oleh polah tingkah sang anak. Ibnu ‘Umar menegaskan: “Tangisan kedua orang tua termasuk kedurhakaan yang besar.” (HR. Bukhari, Adabul Mufrod hlm 31. Lihat Silsilah Al Ahaadits Ash Shohihah karya Al Imam Al Albani, 2.898)


Allah pun menegaskan dalam surat Al Isro’ bahwa perkataan “uh” atau “ah” terhadap orang tua saja dilarang apalagi yang lebih dari itu. Dalam ayat itu pula dijelaskan perintah untuk berbuat baik pada orang tua.


Sekarang kita ketahui bersama apa arti penting dan keutamaan berbakti pada orang tua. Maka dari itu bersegeralah kita meminta maaf pada kedua orang tua kita, karna ridho Alloh tergantung pada ridho kedua orangtua.


Demikian yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf jika ada perkataan yang tidak berkenan.


Wassalamu’alaikum Warahmatullai Wabarakatuh


Source: Scribd



Contoh 1: 

Hadirin dan hadirat yang kami muliakan, 


Para remaja yang kami cintai, 


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh! 


Syukur alhamdulillah mari kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wata'ala, karena atas rahmat, taufiq dan hidayahNya kita semua dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat wal'afiat dan penuh ketentraman untuk memperingati hari raya qurban, Idul Adha. 


Hadirin yang berbahagia, atas nama panitia penyelenggara malam peringatan Idul Adha, kami menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada hadirin semuanya, yang penuh kesungguihan dan keikhlasan telah membantu panitia, sehingga pelaksanaan hari raya qurban dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga amal baik hadirin semua dapat diterima dan mendapat balasan dari Allah Subhanahu Wata'ala. Aamiin. 


Hadirin yang dimuliakan Allah, sebagai umat Islam kiranya wajib kita mengetahui bahwa kita hidup di dunia ini hendaknya senantiasa berguna bagi sesama. Untuk itu kita semua harus menyadari bahwa nilai-nilai pengorbanan sebagaimana yang telah diamanatkan melalui Nabi Ibrahim Alaihissalam, dalam peristiwa Idul Qurban ini, benar-benar dapat dihayati sekaligus diamalkan oleh kita semua. 


Dalam rangka menambah pengetahuan, sekaligus meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah Subhanahu Wata'ala, maka pada malam yang berbahagia ini kita akan diberi siraman rohani yang akan disampaikan oleh Bapak Kyai Haji Zein Abdullah. Untuk itu kami juga sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Zein Abdullah yang telah bersedia memberikan siraman rohani pada acara malam ini. 


Untuk mempersingkat waktu, kami akhiri sambutan ini dengan harapan apa yang disampaikan oleh Bapak Mubaligh nanti dapat kita resapi dan kita ambil ilmunya, agar kita dapat mengamalkannya dan akhirnya kita dapat belajar untuk menjadi umat yang semakin memiliki ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wata'ala. 


Billahitaufiq walhidayah. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 



Contoh 2: 

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 


Bapak-bapak, Ibu-ibu, para pemuda dan pemudi, kamu muslimin dan muslimat yang kami banggakan. 


Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wataala, pada hari ini yang meruapakan tanggal 10 Dzulhijjah kita semua dapat berkumpul di tempat yang mulia ini dalam rangka hari raya Idul Adha atau hari raya qurban. 


Sebagai penyelenggara acara qurban, kami sangat berterima kasih sekaligus merasa sangat bangga atas partisipasi saudara-saudara semua dalam acara peringatan Idul Adha ini, semoga seiring waktu berjalan ketaqwaan kita semua kepada Allah Subhanahu Wataala semakin tebal. 


Saudara-saudara kaum musliman yang dirahmati Allah. 


Kiranya telah kita maklumi bersama, bahwa hari raya Idul Adha atau hari raya Qurban ini merupakan hari untuk memperiangatio kejadian yang sangat luar biasa dalam sejarah Islam yakni diperintahkannya Nabi Ibrahim Alaihissalam oleh Allah Subhanahu wataala untuk menyembelih anak yang sangat beliau sayangi yaitu Nabi Ismail Alaihissalam. 


Perintah Allah kepada Nabi Ibrahim tersebut bukan tanpa alasan, yakni ralam rangka menguji seberapa  ketaqwaan Nabi Ibrahim kepada Allah Subhanahu Wataala. Namun, atas besarnya ketaqwaan Nabi Ibrahim kepada Allah dan atas keshalihan dan kepatuhan Nabi Ismail kepada orangtuanya, tanpa ragu Nabi Ibrahim melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya. Atas kehendak Allah bahwa Nabi ismail yang hendak disembelih oleh ayahnya diganti dengan seekor domba yang gemuk. 


Dari peristiwa tersebut, dapat kita tarik satu kesimpulan bahwa hendaklah manusia rela berkorban baik itu harta benda, bahkan jiwa raga sekalipun demi ketaatan kepada Allah, dan demi kepentingan sesama. Nah dengan melakukan qurban pada hewan ternak ini merupakan salah satu wujud perbuatan amal yang semata-mata berlandaskan atas ketaatan kita kepada Allah Ta'ala. 


Oleh karenanya, marilah kita senantiasa berusaha untuk selalu meningkatkan iman kita kepada Allah, jalankan apa yang diperintahkan dan jauhi apa yang dilarangNya. Insya Allah amal baik kita semua diterima oleh Allah Subhanahu Wataala. Aamiin. 


Juga tidak lupa kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu baik itu tenaga, moril, maupun spiritual, hingga penyelenggaraan acara ini dapat berjalan sesuai harapan. 


Demikian sambutan dari kami, semoga bermanfaat. Wabillahitafiq walhidayah. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Contoh Pidato Lainnya: 


Contoh 1: 

Yang terhormat Bapak Kepala Desa ...

Bapak Kepala Dusun ...

Ketua RW dan RT ...

Hadirin dan Hadirat yang berbahagia.


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji kehadirat Allah SWT, atas harmat dan nikmat-Nya yang dilimpahkan kepada kita semua, sehingga hingga saat ini kita masih diberi kesempatan untuk untuk berkumpul di tempat yang mulia ini dalam keadaan tentram dan sejahtera. 


Salam dan solawat kita limpahkan kepada junjunan kita semua yakni Habibana wa Nabiana Muhammad SAW, semoga beliau senantiasa ditempatkan di sisi Allah SWT dengan derajat yang paling tinggi. Aamiin. 


Hadirin dan Hadirat yang berbahagia, pada malam yang mulia ini sepantasnyalah kita semua bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan umat manusia menjadi mahluk yang paling sempurna di sisi Allah. Namun demikian dengan banyaknya tantangan hidup yang diciptakan Allah untuk menguji ketaqwaan kita sehari-hari, menguji kesetiaan kita terhadap ajaran Nabi Muhammad melalui Al-Qur'annul Qarim. 


Oleh sebab itulah hadirin dan hadirat, pada malam ini bertepatan dengan malam Nuzulul Qur'an, kami mengajak sejenak hadirin untuk merenung, melakukan evaluasi, seberapa jauh praktik hidup kita sehari-hari ini berpedoman pada ajaran Al-Qur'an. 


Nuzulul Qur'an adalah peristiwa besar turunnya Al-Qur'an. Masih banyak yang harus diungkap di dalam Al-Quran ini, yang sesuai dengan sukses kehidupan kita sebagai umat Islam. Oleh karena itu pula berbahagia lah kita pada malam ini jika ditengah-tengah kita hadir seorang mubaligh yang akan menambah wawasan kita tentang Al-Qur'annul Qarim, sehingga kami berharap semoga apa yang akan disampaikan beliau, kelak akan benar-benar menjadi pegangan dan pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. 


Atas nama ketua panitia, kami sampaikan terima kasih kepada seluruh hadirin, semoga amal baik kita malam ini mendapat ridho dari Allah SWT. Aamiin. 


Akhir kata, wabillahi taufiq walhidayah. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 


Contoh 2: 

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 


Bapak-bapak, Ibu-ibu, serta saudara-saudara kaum Muslimin yang kami hormati. 


Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah kehadirat Allah SWT, kita semua dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat wal'afiat dalam rangka memperingat Nuzulul Qur'an. 


Pada tanggal 17 Ramadhan ini Allah SWT telah menurunkan wahyu kepada junjunan kita semua yakni Habibana wa Nabiana Muhammad SAW sebagai utusan Allah yang kemudian wahyu demi wahyu itu dihimpun yang pada akhirnya menjadi kitab suci Al-Qur'annul Karim yang terdiri dari 30 Juz. 


Saudara-saudara kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati. 


Kita sudah memaklumi bahwa Nuzulul Qur'an adalah turunnya Al-Qur'an, wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad untuk disampaikan dan diajarkan kepada seluruh umatnya. Al-Qur'an merupakan pegangan hidup kita, merupakan tuntunan serta petunjuk yang ideal bagi kita dalam mengarungi bahtera kehidupan ini. Dengan selalu berpedoman pada kitab suci Al-Qur'an, insya Allah ketaqwaan kita kepada Allah akan tetap terjaga dan terhindar dari melakukan hal yang dilarang oleh Allah, bahkan menyekutukan Allah. 


Didalam Al-Qur'an terdapat konsep hidup manusia dalam segala bidang, semua problem manusia sudah dijawab oleh Al-Qur'an. Al-Qur'an tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, akan tetapi juga mengatur hubungan antar sesama manusia, bahakan hubungan dengan lingkungannya. Yang pasti Al-Qur'an telah memberi solusi atas segala problematika dalam seluruh aspek kehidupan manusia di dunia. Tidak ada kitab suci lain di dunia ini yang dapat melebihi atau sebanding dengan Al-Qur'an. 


Akhirnya tidak lupa kami sampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberi bantuan baik secara moril, materil, dan spiritual demi terlaksananya acara ini. Semoga amal baik saudara-saudara semua diterima oleh Allah SWT. Aamiin. 


Demikian yang dapat kami sampaikan pada kesempatan ini, mudah-mudahan dapat memberi manfaat. 


Wabillahi taufiq walhidayah. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 



Contoh 1: 

Hadirin dan Hadirat yang kami muliakan, 


Para remaja yang kami cintai, 


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh! 


Pertama-tama marilah kita panjatkan rasa syukur kepada Allah SWT, atas nikmat nikmat yang diberikan kepada kita semua, sehingga pada malam ini  kita masih diberi usia panjang dalam kebaikan, diberi kenikmatan untuk menjalankan ibadah, khususnya dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam, Satu Muharram. 


Pada kesempatan yang berbahagia ini pula sepantasnyalah kita juga merenungkan kehidupan satu tahun yang lalu, yang sudah tentu tidak terlepas dari pasang surut, dari berhasil dan gagal, dari senang dan sedih, dari suka dan duka. Tujuan dari merenungkan hal itu tak lain untuk memberikan motivasi kepada kita dimasa-masa mendatang, agar kita sebagai umat Islam, sebagai umat Nabi Muhammad, senantiasa terhindar dari siksa neraka, terhindar dari kesulitan dunia dan akhirat.

 

Bertepatan dengan malam ini sebagai tonggak tahun baru Islam, tentunya kita harus tahu semakin bertambah usia kita, hendaknya semakin bertambah pula rasa iman dan taqwa kepada Allah Subhanahu Wata'ala. 


Untuk tujuan itu pula, tepatlah kiranya pada malam yang berbahagia ini kita dengarkan sekapur sirih umat Islam menaati perintah Allah, mengikuti ajaran Nabi Muhammad Shalalahu Alaihi Wasallam. 


Untuk itu pula, atas nama Panitia penyelenggara, kami juga menyampaikan terima kasih kepada Al- Ustadz Bapak Haji Arif Rahman, yang dengan setia dan sabar menunggu untuk memberikan siraman qolbu. Semoga hasil ceramah malam ini benar-benar dapat menambah iman dan taqwa dalam hati kita semua. 


Sekali lagi atas nama Panitia kami ucapkan selamat mengikuti ceramah, selamat mendengarkan dengan baik, semga dapat dihayati dan akhirnya dapat diamalkan dalam kehidupan kita. 


Billahi Taufiq Walhidayah. Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 


Contoh 2: 

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 


Bapak-bapakj, Ibu-ibu, saudara-saudara kaum Muslimin yang kami hormati. 


Pada kesempatan ini, patutlah kita panjatkan rasa syukur kehadirat Allah SWT yang telah mengaruniakan rahmat, hidayah, dan inayahNya sehingga kita semua dalam kesempatan ini dapat berkumpul di majlis ini dalam keadaan sehat wal'afiat dalam rangka memperingati dan menyambut Tahun Baru Hijriyah. 


Hadirin dan hadirat kaum Muslimin yang berbahagia. 


Sekarang kita memasuki bulan Muharrom, yang berarti kita telah meninggalkan tahun yang telah lalu dan kita melangkah ke tahun yang baru, yaitu tahun ........ Hijriyah. 


Marilah dalam tahun baru ini kita isi lembaran-lembaran kertas putih dan tinta emas demi kesuksesan di masa mendatang. Dan marilah kita tengok ke belakang sejenak, dalam lembaran-lembaran yang penuh catatan-catatan, yang kita jadikan pengalaman dan suritauladan, yang baik kita ambil dan yang buruk kita perbaiki, karena pengalaman adalah guru yang paling baik. 


Salam suasana tahun baru ini kita semua harus senantiasa berusaha meningkatkan pengabdian kita kepada Allah Ta'ala. 


Jika di tahun-tahun yang telah lalu kita masih sering melakukan berbagai kekurangan, maka marilah kita kejar kekurangan-kekurangan itu dengan semangat memperbaiki diri menuju diri yang jeuh lebih baik. 


Jika di masa yang telah lalu kita masih banyak melakukan perbuatan maksiat, maka marilah pada tahun baru ini kemaksiatan itu dengan semangat melakukan kebajikan, amalan-amalan yang diridhoi oleh Allah SWT. 


Kapan kita akan mulai memperbaiki diri jika tidak sekarang? Janganlah suka menunda-nunda, membuang waktu untuk hal yang tak pernah berakhir. Gunakan waktu dengan sebaik-baiknya dengan giat bekerja, giat belajar, giat beribadah serta giat dalam peran membangun bangsa dan negara. Waktu ibarat pedang, jika kita tidak mempergunakannya dengan baik, maka ia dapat memenggal leher kita sendiri. 


Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan saudara-saudara sekalian yang kami hormati. 


Sudah kita maklumi semua bahwa usia kita masing-masing telah ditentukan ajalnya oleh sang pencipta. Artinya usia kita bukan bertambah, akan tetapi sebaliknya, makin berkurang, yang ditandai dengan bergantinya tahun. Oleh karena itu marilah kita isi sisa usia kita dengan memperbanyak amal salih untuk bekal kita di akhirat. 


Sehubungan dengan hal ini ada sebuah riwayat yang menerangkan bahwa pada suatu hari anak Kholifah Umar bin Khattab kembali pulang dari sekolah dengan menangis. Ketika ditanya oleh ayahnya aak itu pun menjawab "Wahai ayahku, teman-temanku di sekolah menghitung tambalan bajuku dan mengejekku dengan ucapan begini: Lihatlah anaknya Amirul Mu'minin, bajunya penuh tambalan". 


Mendengar aduan anaknya, timbullah rasa kasihan dalam hati Umar bin Khattab. Oleh karena itu beliau mengurim sepucuk surat kepada bendaharawan negara yang isinya meminta agar beliau dipinjami uang sebanyak empat dirham, dengan jaminan gajinya bulan depan dipotong. Kemudian bendaharawan negara itu memberikan jawaban dengan mengirim sepucuk surat yang isinya demikian: "Wahai Umar, adakah telah dapat memastikan bahwa engkau akan hidup sampai bulan depan? Bagaimana jika engkau mati sebelum melunasi utangmu? Apa yang akan engkau perbuat dengan utangmu di hadapan Allah?"  


Membaca surat balasan dari bendaharawan negara itu, Umar menangis, lalu beliau menasehati dan berkata kepada anaknya: "Wahai anakku, berangkatlah ke sekolah sebagaimana biasa karena aku tidak dapat memperhitungkan umurku walau berapa jam lagi". 


Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan saudara-saudara sekalian yang kami hormati. 


Demikianlah keterbatasan usia, dan siapapun tidak ada yang dapat mengetahui tentang batas usianya, karena itu adalah ketentuan Allah SWT. Oleh karena itu marilah kita pergunakan sisa usia kita di dunia ini untuk meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kita kepada Allah SWT. 


Demikian sepatah dua patah kata yang dapat kami sampaikan pada kesempatan ini, yakni dalam rangka menyambut tahun baru Hijriyah. Semoga dapat memberi manfaat dan semoga kita termasuk golongan orang-orang masuk ke surganNya. Aamiin. 


Wabillahi Taufiq Walhidayah. Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 

Contoh Pidato Lainnya: 


Pengertian

Pidato merupakan kegiatan seseorang yang dilakukan di hadapan orang banyak dengan mengandalkan kemampuan bahasa sebagai alatnya. Pada saat berpidato sudah dapat dipastikan bahwa akan terjadi hubungan antara yang berpidato dengan yang diberi pidato. Oleh sebab itu maka sebelum berpidato, mereka hendaknya mempersiapkan dirinya dengan sebaik-baiknya agar tercapai apa yang diharapkan. 



Bismillahirrahmanirrahiim....


Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh


Alhamdulillah, alhamdulillah ‘ala ni’matil imani wal islam. Asyhadu’ala illa ha ilallah wa asyhaduanna muhammadan ‘abduhu warrasulluh. Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ‘ali Muhammad ;ama ba’du.


Yang terhormat Dewan Juri Lomba ..........,

Yang saya hormati para hadirin, serta

Teman-teman seperjuangan yang saya sayangi


Pertama-tama dan yang paling utama, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah Subahanahu wata’ala, karena berkat kasih dan sayang-Nya, kita selalu tercurah kebaikan dan dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan yang paling baik. Tak lupa, marilah shalawat serta salam kita haturkan pada junjungan kita, nabi agung, Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam. Beliau, adalah nabi yang telah membawa peradaban kita dari jaman kegelapan menuju jaman yang terang-benderang. 


Pada kesempatan yang baik ini, ijinkanlah saya untuk membawakan sebuah kabar baik untuk teman-teman semua. Apakah itu? Ya, kesempatan untuk mendapatkan tiket ke surga! Saya akan menyampaikan sebuah cara agar kita bisa mendapatkan tiket itu. Apa ya? Teman-teman tahu?


Ya... benar, saya akan menyampaikan tentang “Berbakti Kepada Orangtua”.


Hadirin wal hadirat rahimakumullah,


Pernah tidak ketika sedang bermain atau belajar, kemudian Ibu atau Ayah memanggil untuk meminta tolong? Apa yang akan kalian lakukan? 


Apakah langsung bergerak membantu atau malah diam saja? Seharusnya, ketika keduanya meminta tolong, kita berusaha membantu mereka. Apalagi jika Ibu kita yang membutuhkan pertolongan. Jadi, tidak baik apabila kita malah mengeluh ketika orang tua meminta bantuan kita. Atau bahkan mengucapkan kata “Ah!”, “Males!”, “Nggak mau!” dan sebagainya. Kenapa demikian?


Ya, coba pikirkan bersama saja teman-teman. Ibu kita selama ini sudah mengandung kita selama 9 bulan. Menjaga kita dalam kandungannya. Ketika kita lahirpun, Ibu memberikan semua kasih sayangnya pada kita. Ketika kita sakit, Ibu juga akan merasa sakit bahkan sampai sedih. Ayah juga berjasa bagi kehidupan kita, ayah bekerja dari pagi sampai malam untuk memenuhi kebutuhan kita tanpa pernah mengeluh pada kita. Coba pikirkan betapa lelahnya Ayah dan Ibu kita!


Oleh karena itu, pantaskah kita tidak berbakti pada keduanya?


Tentu, tidak wahai teman-temanku. Sebagai seorang anak, sesibuk apapun kita, ketika orang tua membutuhkan pertolongan, kita harus membantu mereka.


Hadirin wal hadirat yang saya sayangi,


Suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihiwassalam pernah didatangi oleh Ibnu Mas’ud. Ia bertanya pada Rasul:


“Amal apa yang paling dicintai Allah?”. Rasul menjawab “Shalat tepat pada waktunya.” Ibnu Mas’ud bertanya lagi, “Lalu apa lagi?”. Rasul menjawab “Birrul walidain.” Ibnu Mas’ud bertanya lagi “Lalu apa lagi Rasul?”. Rasul menjawab “Jihad fii sabilillah.” (H.R. Bukhari dan Muslim).


Dari hadis tadi, tentu kita jadi tahu kan teman-teman, betapa pentingnya untuk berbakti kepada kedua orang tua. Bahkan berbakti pada kedua orang tua lebih baik daripada jihad. Dulu Rasulullah pernah didatangi oleh seorang pemuda. Ia bertanya pada Rasul, “Ya Rasulullah sesunggunya aku ingin ikut untuk berjihad”. Rasulpun menjawab “Apakah orang tua mu masih hidup?”. Pemuda itu menjawab “Iya.” Maka Rasul menjawab kembali, “Kalau begitu kembalilah pada keduanya dan berjihadlah dengan berbakti pada mereka.” 


Hadirin wal hadirat yang berbahagia,


Sudah jelas kan betapa pentingnya kita untuk berbakti pada kedua orang tua terutama pada ibu kita. Ibu merupakan tiket ke surga kita yang paling utama. Teman-teman jangan pernah membantah ya apa yang Ibu kita katakan. Karena, ucapan yang Ibu katakan adalah doa yang mudah sekali dikabulkan oleh Allah.


Dulu ada seseorang yang mendatangi Rasul dan bertanya, “Wahai Rasulullah, pada siapakah aku harus berbakti pertama kali?”. Rasul menjawab “Ibumu!”. Pemuda ini bertanya lagi “Kemudian siapa lagi?”. Rasul menjawab, “Ibumu!”. Pemuda ini bertanya lagi, “Siapa lagi?”. Rasul menjawab, “Ibumu!”. Pemuda ini pun bertanya lagi, “Siapa lagi wahai Rasul?”. Rasul menjawab, “Ayahmu.” (H.R. Bukhari dan Muslim).


Bayangkan saja teman-teman Ibu disebut tiga kali dan ayah satu kali. Ini tandanya kita harus patuh pada Ibu kita, tapi jangan berpikir kita bisa seenaknya ya pada ayah. Ibu dan ayah adalah dua orang yang harus kita sayangi, karena ridha mereka juga mendatangkan ridha dari Allah untuk setiap perbuatan kita.


Dengan berbakti kepada orang tua, kita juga akan dengan mudah mendapatkan tiket ke surga. Allah sudah menjanjikan hal tersebut lho! Karena ada sebuah ungkapan yaitu Al-jannatu tahta aqdam al-ummahat yang artinya surga berada dibawah telapak kaki Ibu. Jadi mulai hari ini kita siap ya membantu Ibu dan tidak membantah? Siap tidak teman-teman untuk mendapat tiket masuk surga secara cuma-cuma?


Hadirin wal hadirat yang insya Allah dimuliakan Allah,


Kita sudah tahu keutamaan apa saja yang bisa kita dapatkan ketika berbakti pada kedua orang tua. Maka sudah sepantasnya kita untuk terus berusaha menjadi anak yang baik dengan mematuhi keduanya dan tidak membantah apa yang mereka sampaikan. Tahu tidak teman-teman? Kita adalah tabungan akhirat lho bagi kedua orang tua kita, oleh karena itu kita harus berusaha jadi anak yang shalih dan shalihah, salah satunya dengan mendoakan keduanya. Teman-teman hafal doanya tidak? Siapa yang belum hafal? Yuk, kita baca doanya bersama-sama. Saya hitung satu sampai tiga ya! Satu, dua, tiga...

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَلِوَ الِدَىَّ وَارْ حَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَا نِى صَغِيْرًا
Yang artinya : “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi aku diwaktu kecil.” Aamiin


Doa tadi harus selalu kita baca selepas shalat ya teman-teman. Doa ini dapat menjadi tabungan bagi kedua orang tua kita jika telah tiada. Teman-teman juga bisa membaca doa ini di waktu-waktu yang mustajab lho! Jadi, kalau selesai shalat jangan langsung lari dan bermain, tapi mendoakan kedua orang tua dulu ya!


Hadirin wal hadirat rahimakumullah,


Seperti yang sudah saya sampaikan tadi, berbakti pada kedua orang tua merupakan hal yang wajib bagi kita terutama berbakti kepada Ibu. Dengan berbakti pada kedua orang tua, kita akan mendapatkan jaminan surga dengan mudah. Selain itu, ridha Allah itu berasal dari ridha orang tua. Maka, jangan pernah membantah apa yang diucapkan orang tua ya! Mari kita jadi anak yang shalih dan shalihah teman-teman!


Demikian tadi sedikit yang dapat saya sampaikan, terima kasih karena sudah mau memperhatikan dan jika banyak salah kata atau perilaku, saya mohon maaf.


Es dawet pakai santan,

Kalau ada salah mohon dimaafkan

Billahi taufik wal hidayah,

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh


Source: https://id.scribd.com/document/437559108/Teks-Pidato-Anak




Bismillahirrohmanirrohim 

Buah pinang dibagi opat 
Pamasihan di mang Ahmad 
Jawablah salam anu semangat 
Tawis anjeun umat nabi Muhammad 

Assalamu’alaikum Wr.Wb. 

Langkung tipayun hayu urang sami-sami manjatkeun puji sinareng syukur ka Alloh SWT. Anu mana mantena parantos nyiptakeun dualisme anu teu tiasa dipisahkeun antawis hiji sareng anu sanesna. Langit sareng bumi, bulan sareng panon poe, cai sareng taneuh, dugikeun kasampurna kahirupan manusa di alam dunya. 

Teu kakantu n sholawat sinareng salam mugia dilelerkeun ka junjunan alam nyaeta Nabi Muhammad SAW. Anu mana anjeuna parantos ngabimbing umat kana jalan anu caang tur hurung mancur nyaeta DINUL ISLAM. 

Dina kasempetan ieu abdi bade neda widi seja ngiring tausiyah singkat anu judulna:
“ANJEUN HIJRAH DINA KAHIRUPAN MODEREN”

Angin malam membawa nikmat 
Tidur dalam nyenyak sangat
Saya sampaikan salam dengan hormat 
Kepada muslimin dan muslimat 
Assalamualaikum Wr. Wb. 
Handan syakirin wasyukurillah wasolatu ala Rosulillah 
Amma ba’du 
Puji syukur kehadirat Alloh SWT yang mana Beliau telah menciptakan dualisme yang tak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Langit dan Bumi, Bulandan Matahari, Air dan Api sehingga sempurnalah kehidupan manusia di muka bumi ini. Dan tidak lupa pula solawat beserta salam kepada junjunan kita Habibana wa Nabiyana Muhammad SAW, yang mana beliau telah membimbing kita dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benerang yaitu Diinul Islam. 
Dengan niat yang tulus karena Alloh saya akan belajar bertausiyah tentang ‘KEJUJURAN’


Bismillahirrohmanirrohim 
Assalamu’alaikum Wr. Wb. 
Hamdan syakirin wasyukurillah wassolatu’ala Rosulillah, Amma ba’du 
Pertama-tama mari kita panjatkan puji syukur kita kehadirat Alloh SWT yang mana beliau telah menciptakan dualism yang tak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya, langit dan bumi, bulan dan matahari, air dan api. Sehingga sempurnalah kehidupan manusia di muka bumi. Tak lupa pula solawat beserta salam kepada junjunan kita habibana wanabiyyana Muhammad SAW, yang mana beliau telah membimbing kita dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang, yaitu dinul islam. 
Hadirin rohimakumulloh. 
Dewan juri yang saya hormati, teman-teman yang dimulyakan oleh Alloh SWT. Dalam kesempatan yang baik ini saya akan belajar menyampaikan tausiyah yang berjudul Birul Walidain. 


Assalamu’alaikum Wr.Wb
Puji syukur kehadiran Alloh SWT yang mana beliau telah menciptakan dualism yang tak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya, langit dan bumi, bulan dan matahari, air dan api, sehingga sempurnalah kehidupan manusia di muka bumi ini.
Tidak lupa pula sholawat serta salam kepada junjunan kita Nabi Muhammad SAW yang mana beliau telah membimbing kita dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang yaitu Diinul Islam. 
Hadirin rohimakumulloh. 
Dewan juri yang saya hormati, teman-teman yang dimuliakan oleh Alloh, dalam kesempatan ini saya akan belajar menyampaikan tausiyah yang berjudul “Kewajian Mencari Ilmu”. 
Jika kita melihat pemuda jaman dahulu, berbaicara sopan dan tertunduk hormat, tapi jaman sekarang mereka berbicara suara lantang dan kepala geleng-geleng.