Tampilkan postingan dengan label Pidato. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pidato. Tampilkan semua postingan


Contoh 1: 

Hadirin dan hadirat yang kami muliakan, 


Para remaja yang kami cintai, 


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh! 


Syukur alhamdulillah mari kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wata'ala, karena atas rahmat, taufiq dan hidayahNya kita semua dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat wal'afiat dan penuh ketentraman untuk memperingati hari raya qurban, Idul Adha. 


Hadirin yang berbahagia, atas nama panitia penyelenggara malam peringatan Idul Adha, kami menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada hadirin semuanya, yang penuh kesungguihan dan keikhlasan telah membantu panitia, sehingga pelaksanaan hari raya qurban dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga amal baik hadirin semua dapat diterima dan mendapat balasan dari Allah Subhanahu Wata'ala. Aamiin. 


Hadirin yang dimuliakan Allah, sebagai umat Islam kiranya wajib kita mengetahui bahwa kita hidup di dunia ini hendaknya senantiasa berguna bagi sesama. Untuk itu kita semua harus menyadari bahwa nilai-nilai pengorbanan sebagaimana yang telah diamanatkan melalui Nabi Ibrahim Alaihissalam, dalam peristiwa Idul Qurban ini, benar-benar dapat dihayati sekaligus diamalkan oleh kita semua. 


Dalam rangka menambah pengetahuan, sekaligus meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah Subhanahu Wata'ala, maka pada malam yang berbahagia ini kita akan diberi siraman rohani yang akan disampaikan oleh Bapak Kyai Haji Zein Abdullah. Untuk itu kami juga sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Zein Abdullah yang telah bersedia memberikan siraman rohani pada acara malam ini. 


Untuk mempersingkat waktu, kami akhiri sambutan ini dengan harapan apa yang disampaikan oleh Bapak Mubaligh nanti dapat kita resapi dan kita ambil ilmunya, agar kita dapat mengamalkannya dan akhirnya kita dapat belajar untuk menjadi umat yang semakin memiliki ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wata'ala. 


Billahitaufiq walhidayah. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 



Contoh 2: 

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 


Bapak-bapak, Ibu-ibu, para pemuda dan pemudi, kamu muslimin dan muslimat yang kami banggakan. 


Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wataala, pada hari ini yang meruapakan tanggal 10 Dzulhijjah kita semua dapat berkumpul di tempat yang mulia ini dalam rangka hari raya Idul Adha atau hari raya qurban. 


Sebagai penyelenggara acara qurban, kami sangat berterima kasih sekaligus merasa sangat bangga atas partisipasi saudara-saudara semua dalam acara peringatan Idul Adha ini, semoga seiring waktu berjalan ketaqwaan kita semua kepada Allah Subhanahu Wataala semakin tebal. 


Saudara-saudara kaum musliman yang dirahmati Allah. 


Kiranya telah kita maklumi bersama, bahwa hari raya Idul Adha atau hari raya Qurban ini merupakan hari untuk memperiangatio kejadian yang sangat luar biasa dalam sejarah Islam yakni diperintahkannya Nabi Ibrahim Alaihissalam oleh Allah Subhanahu wataala untuk menyembelih anak yang sangat beliau sayangi yaitu Nabi Ismail Alaihissalam. 


Perintah Allah kepada Nabi Ibrahim tersebut bukan tanpa alasan, yakni ralam rangka menguji seberapa  ketaqwaan Nabi Ibrahim kepada Allah Subhanahu Wataala. Namun, atas besarnya ketaqwaan Nabi Ibrahim kepada Allah dan atas keshalihan dan kepatuhan Nabi Ismail kepada orangtuanya, tanpa ragu Nabi Ibrahim melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya. Atas kehendak Allah bahwa Nabi ismail yang hendak disembelih oleh ayahnya diganti dengan seekor domba yang gemuk. 


Dari peristiwa tersebut, dapat kita tarik satu kesimpulan bahwa hendaklah manusia rela berkorban baik itu harta benda, bahkan jiwa raga sekalipun demi ketaatan kepada Allah, dan demi kepentingan sesama. Nah dengan melakukan qurban pada hewan ternak ini merupakan salah satu wujud perbuatan amal yang semata-mata berlandaskan atas ketaatan kita kepada Allah Ta'ala. 


Oleh karenanya, marilah kita senantiasa berusaha untuk selalu meningkatkan iman kita kepada Allah, jalankan apa yang diperintahkan dan jauhi apa yang dilarangNya. Insya Allah amal baik kita semua diterima oleh Allah Subhanahu Wataala. Aamiin. 


Juga tidak lupa kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu baik itu tenaga, moril, maupun spiritual, hingga penyelenggaraan acara ini dapat berjalan sesuai harapan. 


Demikian sambutan dari kami, semoga bermanfaat. Wabillahitafiq walhidayah. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 


Contoh 1: 

Yang terhormat Bapak Kepala Desa ...

Bapak Kepala Dusun ...

Ketua RW dan RT ...

Hadirin dan Hadirat yang berbahagia.


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji kehadirat Allah SWT, atas harmat dan nikmat-Nya yang dilimpahkan kepada kita semua, sehingga hingga saat ini kita masih diberi kesempatan untuk untuk berkumpul di tempat yang mulia ini dalam keadaan tentram dan sejahtera. 


Salam dan solawat kita limpahkan kepada junjunan kita semua yakni Habibana wa Nabiana Muhammad SAW, semoga beliau senantiasa ditempatkan di sisi Allah SWT dengan derajat yang paling tinggi. Aamiin. 


Hadirin dan Hadirat yang berbahagia, pada malam yang mulia ini sepantasnyalah kita semua bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan umat manusia menjadi mahluk yang paling sempurna di sisi Allah. Namun demikian dengan banyaknya tantangan hidup yang diciptakan Allah untuk menguji ketaqwaan kita sehari-hari, menguji kesetiaan kita terhadap ajaran Nabi Muhammad melalui Al-Qur'annul Qarim. 


Oleh sebab itulah hadirin dan hadirat, pada malam ini bertepatan dengan malam Nuzulul Qur'an, kami mengajak sejenak hadirin untuk merenung, melakukan evaluasi, seberapa jauh praktik hidup kita sehari-hari ini berpedoman pada ajaran Al-Qur'an. 


Nuzulul Qur'an adalah peristiwa besar turunnya Al-Qur'an. Masih banyak yang harus diungkap di dalam Al-Quran ini, yang sesuai dengan sukses kehidupan kita sebagai umat Islam. Oleh karena itu pula berbahagia lah kita pada malam ini jika ditengah-tengah kita hadir seorang mubaligh yang akan menambah wawasan kita tentang Al-Qur'annul Qarim, sehingga kami berharap semoga apa yang akan disampaikan beliau, kelak akan benar-benar menjadi pegangan dan pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. 


Atas nama ketua panitia, kami sampaikan terima kasih kepada seluruh hadirin, semoga amal baik kita malam ini mendapat ridho dari Allah SWT. Aamiin. 


Akhir kata, wabillahi taufiq walhidayah. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 


Contoh 2: 

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 


Bapak-bapak, Ibu-ibu, serta saudara-saudara kaum Muslimin yang kami hormati. 


Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah kehadirat Allah SWT, kita semua dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat wal'afiat dalam rangka memperingat Nuzulul Qur'an. 


Pada tanggal 17 Ramadhan ini Allah SWT telah menurunkan wahyu kepada junjunan kita semua yakni Habibana wa Nabiana Muhammad SAW sebagai utusan Allah yang kemudian wahyu demi wahyu itu dihimpun yang pada akhirnya menjadi kitab suci Al-Qur'annul Karim yang terdiri dari 30 Juz. 


Saudara-saudara kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati. 


Kita sudah memaklumi bahwa Nuzulul Qur'an adalah turunnya Al-Qur'an, wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad untuk disampaikan dan diajarkan kepada seluruh umatnya. Al-Qur'an merupakan pegangan hidup kita, merupakan tuntunan serta petunjuk yang ideal bagi kita dalam mengarungi bahtera kehidupan ini. Dengan selalu berpedoman pada kitab suci Al-Qur'an, insya Allah ketaqwaan kita kepada Allah akan tetap terjaga dan terhindar dari melakukan hal yang dilarang oleh Allah, bahkan menyekutukan Allah. 


Didalam Al-Qur'an terdapat konsep hidup manusia dalam segala bidang, semua problem manusia sudah dijawab oleh Al-Qur'an. Al-Qur'an tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, akan tetapi juga mengatur hubungan antar sesama manusia, bahakan hubungan dengan lingkungannya. Yang pasti Al-Qur'an telah memberi solusi atas segala problematika dalam seluruh aspek kehidupan manusia di dunia. Tidak ada kitab suci lain di dunia ini yang dapat melebihi atau sebanding dengan Al-Qur'an. 


Akhirnya tidak lupa kami sampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberi bantuan baik secara moril, materil, dan spiritual demi terlaksananya acara ini. Semoga amal baik saudara-saudara semua diterima oleh Allah SWT. Aamiin. 


Demikian yang dapat kami sampaikan pada kesempatan ini, mudah-mudahan dapat memberi manfaat. 


Wabillahi taufiq walhidayah. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 



Contoh 1: 

Hadirin dan Hadirat yang kami muliakan, 


Para remaja yang kami cintai, 


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh! 


Pertama-tama marilah kita panjatkan rasa syukur kepada Allah SWT, atas nikmat nikmat yang diberikan kepada kita semua, sehingga pada malam ini  kita masih diberi usia panjang dalam kebaikan, diberi kenikmatan untuk menjalankan ibadah, khususnya dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam, Satu Muharram. 


Pada kesempatan yang berbahagia ini pula sepantasnyalah kita juga merenungkan kehidupan satu tahun yang lalu, yang sudah tentu tidak terlepas dari pasang surut, dari berhasil dan gagal, dari senang dan sedih, dari suka dan duka. Tujuan dari merenungkan hal itu tak lain untuk memberikan motivasi kepada kita dimasa-masa mendatang, agar kita sebagai umat Islam, sebagai umat Nabi Muhammad, senantiasa terhindar dari siksa neraka, terhindar dari kesulitan dunia dan akhirat.

 

Bertepatan dengan malam ini sebagai tonggak tahun baru Islam, tentunya kita harus tahu semakin bertambah usia kita, hendaknya semakin bertambah pula rasa iman dan taqwa kepada Allah Subhanahu Wata'ala. 


Untuk tujuan itu pula, tepatlah kiranya pada malam yang berbahagia ini kita dengarkan sekapur sirih umat Islam menaati perintah Allah, mengikuti ajaran Nabi Muhammad Shalalahu Alaihi Wasallam. 


Untuk itu pula, atas nama Panitia penyelenggara, kami juga menyampaikan terima kasih kepada Al- Ustadz Bapak Haji Arif Rahman, yang dengan setia dan sabar menunggu untuk memberikan siraman qolbu. Semoga hasil ceramah malam ini benar-benar dapat menambah iman dan taqwa dalam hati kita semua. 


Sekali lagi atas nama Panitia kami ucapkan selamat mengikuti ceramah, selamat mendengarkan dengan baik, semga dapat dihayati dan akhirnya dapat diamalkan dalam kehidupan kita. 


Billahi Taufiq Walhidayah. Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 


Contoh 2: 

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 


Bapak-bapakj, Ibu-ibu, saudara-saudara kaum Muslimin yang kami hormati. 


Pada kesempatan ini, patutlah kita panjatkan rasa syukur kehadirat Allah SWT yang telah mengaruniakan rahmat, hidayah, dan inayahNya sehingga kita semua dalam kesempatan ini dapat berkumpul di majlis ini dalam keadaan sehat wal'afiat dalam rangka memperingati dan menyambut Tahun Baru Hijriyah. 


Hadirin dan hadirat kaum Muslimin yang berbahagia. 


Sekarang kita memasuki bulan Muharrom, yang berarti kita telah meninggalkan tahun yang telah lalu dan kita melangkah ke tahun yang baru, yaitu tahun ........ Hijriyah. 


Marilah dalam tahun baru ini kita isi lembaran-lembaran kertas putih dan tinta emas demi kesuksesan di masa mendatang. Dan marilah kita tengok ke belakang sejenak, dalam lembaran-lembaran yang penuh catatan-catatan, yang kita jadikan pengalaman dan suritauladan, yang baik kita ambil dan yang buruk kita perbaiki, karena pengalaman adalah guru yang paling baik. 


Salam suasana tahun baru ini kita semua harus senantiasa berusaha meningkatkan pengabdian kita kepada Allah Ta'ala. 


Jika di tahun-tahun yang telah lalu kita masih sering melakukan berbagai kekurangan, maka marilah kita kejar kekurangan-kekurangan itu dengan semangat memperbaiki diri menuju diri yang jeuh lebih baik. 


Jika di masa yang telah lalu kita masih banyak melakukan perbuatan maksiat, maka marilah pada tahun baru ini kemaksiatan itu dengan semangat melakukan kebajikan, amalan-amalan yang diridhoi oleh Allah SWT. 


Kapan kita akan mulai memperbaiki diri jika tidak sekarang? Janganlah suka menunda-nunda, membuang waktu untuk hal yang tak pernah berakhir. Gunakan waktu dengan sebaik-baiknya dengan giat bekerja, giat belajar, giat beribadah serta giat dalam peran membangun bangsa dan negara. Waktu ibarat pedang, jika kita tidak mempergunakannya dengan baik, maka ia dapat memenggal leher kita sendiri. 


Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan saudara-saudara sekalian yang kami hormati. 


Sudah kita maklumi semua bahwa usia kita masing-masing telah ditentukan ajalnya oleh sang pencipta. Artinya usia kita bukan bertambah, akan tetapi sebaliknya, makin berkurang, yang ditandai dengan bergantinya tahun. Oleh karena itu marilah kita isi sisa usia kita dengan memperbanyak amal salih untuk bekal kita di akhirat. 


Sehubungan dengan hal ini ada sebuah riwayat yang menerangkan bahwa pada suatu hari anak Kholifah Umar bin Khattab kembali pulang dari sekolah dengan menangis. Ketika ditanya oleh ayahnya aak itu pun menjawab "Wahai ayahku, teman-temanku di sekolah menghitung tambalan bajuku dan mengejekku dengan ucapan begini: Lihatlah anaknya Amirul Mu'minin, bajunya penuh tambalan". 


Mendengar aduan anaknya, timbullah rasa kasihan dalam hati Umar bin Khattab. Oleh karena itu beliau mengurim sepucuk surat kepada bendaharawan negara yang isinya meminta agar beliau dipinjami uang sebanyak empat dirham, dengan jaminan gajinya bulan depan dipotong. Kemudian bendaharawan negara itu memberikan jawaban dengan mengirim sepucuk surat yang isinya demikian: "Wahai Umar, adakah telah dapat memastikan bahwa engkau akan hidup sampai bulan depan? Bagaimana jika engkau mati sebelum melunasi utangmu? Apa yang akan engkau perbuat dengan utangmu di hadapan Allah?"  


Membaca surat balasan dari bendaharawan negara itu, Umar menangis, lalu beliau menasehati dan berkata kepada anaknya: "Wahai anakku, berangkatlah ke sekolah sebagaimana biasa karena aku tidak dapat memperhitungkan umurku walau berapa jam lagi". 


Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan saudara-saudara sekalian yang kami hormati. 


Demikianlah keterbatasan usia, dan siapapun tidak ada yang dapat mengetahui tentang batas usianya, karena itu adalah ketentuan Allah SWT. Oleh karena itu marilah kita pergunakan sisa usia kita di dunia ini untuk meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kita kepada Allah SWT. 


Demikian sepatah dua patah kata yang dapat kami sampaikan pada kesempatan ini, yakni dalam rangka menyambut tahun baru Hijriyah. Semoga dapat memberi manfaat dan semoga kita termasuk golongan orang-orang masuk ke surganNya. Aamiin. 


Wabillahi Taufiq Walhidayah. Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. 


Pengertian

Pidato merupakan kegiatan seseorang yang dilakukan di hadapan orang banyak dengan mengandalkan kemampuan bahasa sebagai alatnya. Pada saat berpidato sudah dapat dipastikan bahwa akan terjadi hubungan antara yang berpidato dengan yang diberi pidato. Oleh sebab itu maka sebelum berpidato, mereka hendaknya mempersiapkan dirinya dengan sebaik-baiknya agar tercapai apa yang diharapkan. 

Bismillahirrahmanirrahiim....


Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh


Alhamdulillah, alhamdulillah ‘ala ni’matil imani wal islam. Asyhadu’ala illa ha ilallah wa asyhaduanna muhammadan ‘abduhu warrasulluh. Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ‘ali Muhammad ;ama ba’du.


Yang terhormat Dewan Juri Lomba ..........,

Yang saya hormati para hadirin, serta

Teman-teman seperjuangan yang saya sayangi


Pertama-tama dan yang paling utama, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah Subahanahu wata’ala, karena berkat kasih dan sayang-Nya, kita selalu tercurah kebaikan dan dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan yang paling baik. Tak lupa, marilah shalawat serta salam kita haturkan pada junjungan kita, nabi agung, Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam. Beliau, adalah nabi yang telah membawa peradaban kita dari jaman kegelapan menuju jaman yang terang-benderang. 


Pada kesempatan yang baik ini, ijinkanlah saya untuk membawakan sebuah kabar baik untuk teman-teman semua. Apakah itu? Ya, kesempatan untuk mendapatkan tiket ke surga! Saya akan menyampaikan sebuah cara agar kita bisa mendapatkan tiket itu. Apa ya? Teman-teman tahu?


Ya... benar, saya akan menyampaikan tentang “Berbakti Kepada Orangtua”.


Hadirin wal hadirat rahimakumullah,


Pernah tidak ketika sedang bermain atau belajar, kemudian Ibu atau Ayah memanggil untuk meminta tolong? Apa yang akan kalian lakukan? 


Apakah langsung bergerak membantu atau malah diam saja? Seharusnya, ketika keduanya meminta tolong, kita berusaha membantu mereka. Apalagi jika Ibu kita yang membutuhkan pertolongan. Jadi, tidak baik apabila kita malah mengeluh ketika orang tua meminta bantuan kita. Atau bahkan mengucapkan kata “Ah!”, “Males!”, “Nggak mau!” dan sebagainya. Kenapa demikian?


Ya, coba pikirkan bersama saja teman-teman. Ibu kita selama ini sudah mengandung kita selama 9 bulan. Menjaga kita dalam kandungannya. Ketika kita lahirpun, Ibu memberikan semua kasih sayangnya pada kita. Ketika kita sakit, Ibu juga akan merasa sakit bahkan sampai sedih. Ayah juga berjasa bagi kehidupan kita, ayah bekerja dari pagi sampai malam untuk memenuhi kebutuhan kita tanpa pernah mengeluh pada kita. Coba pikirkan betapa lelahnya Ayah dan Ibu kita!


Oleh karena itu, pantaskah kita tidak berbakti pada keduanya?


Tentu, tidak wahai teman-temanku. Sebagai seorang anak, sesibuk apapun kita, ketika orang tua membutuhkan pertolongan, kita harus membantu mereka.


Hadirin wal hadirat yang saya sayangi,


Suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihiwassalam pernah didatangi oleh Ibnu Mas’ud. Ia bertanya pada Rasul:


“Amal apa yang paling dicintai Allah?”. Rasul menjawab “Shalat tepat pada waktunya.” Ibnu Mas’ud bertanya lagi, “Lalu apa lagi?”. Rasul menjawab “Birrul walidain.” Ibnu Mas’ud bertanya lagi “Lalu apa lagi Rasul?”. Rasul menjawab “Jihad fii sabilillah.” (H.R. Bukhari dan Muslim).


Dari hadis tadi, tentu kita jadi tahu kan teman-teman, betapa pentingnya untuk berbakti kepada kedua orang tua. Bahkan berbakti pada kedua orang tua lebih baik daripada jihad. Dulu Rasulullah pernah didatangi oleh seorang pemuda. Ia bertanya pada Rasul, “Ya Rasulullah sesunggunya aku ingin ikut untuk berjihad”. Rasulpun menjawab “Apakah orang tua mu masih hidup?”. Pemuda itu menjawab “Iya.” Maka Rasul menjawab kembali, “Kalau begitu kembalilah pada keduanya dan berjihadlah dengan berbakti pada mereka.” 


Hadirin wal hadirat yang berbahagia,


Sudah jelas kan betapa pentingnya kita untuk berbakti pada kedua orang tua terutama pada ibu kita. Ibu merupakan tiket ke surga kita yang paling utama. Teman-teman jangan pernah membantah ya apa yang Ibu kita katakan. Karena, ucapan yang Ibu katakan adalah doa yang mudah sekali dikabulkan oleh Allah.


Dulu ada seseorang yang mendatangi Rasul dan bertanya, “Wahai Rasulullah, pada siapakah aku harus berbakti pertama kali?”. Rasul menjawab “Ibumu!”. Pemuda ini bertanya lagi “Kemudian siapa lagi?”. Rasul menjawab, “Ibumu!”. Pemuda ini bertanya lagi, “Siapa lagi?”. Rasul menjawab, “Ibumu!”. Pemuda ini pun bertanya lagi, “Siapa lagi wahai Rasul?”. Rasul menjawab, “Ayahmu.” (H.R. Bukhari dan Muslim).


Bayangkan saja teman-teman Ibu disebut tiga kali dan ayah satu kali. Ini tandanya kita harus patuh pada Ibu kita, tapi jangan berpikir kita bisa seenaknya ya pada ayah. Ibu dan ayah adalah dua orang yang harus kita sayangi, karena ridha mereka juga mendatangkan ridha dari Allah untuk setiap perbuatan kita.


Dengan berbakti kepada orang tua, kita juga akan dengan mudah mendapatkan tiket ke surga. Allah sudah menjanjikan hal tersebut lho! Karena ada sebuah ungkapan yaitu Al-jannatu tahta aqdam al-ummahat yang artinya surga berada dibawah telapak kaki Ibu. Jadi mulai hari ini kita siap ya membantu Ibu dan tidak membantah? Siap tidak teman-teman untuk mendapat tiket masuk surga secara cuma-cuma?


Hadirin wal hadirat yang insya Allah dimuliakan Allah,


Kita sudah tahu keutamaan apa saja yang bisa kita dapatkan ketika berbakti pada kedua orang tua. Maka sudah sepantasnya kita untuk terus berusaha menjadi anak yang baik dengan mematuhi keduanya dan tidak membantah apa yang mereka sampaikan. Tahu tidak teman-teman? Kita adalah tabungan akhirat lho bagi kedua orang tua kita, oleh karena itu kita harus berusaha jadi anak yang shalih dan shalihah, salah satunya dengan mendoakan keduanya. Teman-teman hafal doanya tidak? Siapa yang belum hafal? Yuk, kita baca doanya bersama-sama. Saya hitung satu sampai tiga ya! Satu, dua, tiga...

Yang artinya : “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi aku diwaktu kecil.” Aamiin


Doa tadi harus selalu kita baca selepas shalat ya teman-teman. Doa ini dapat menjadi tabungan bagi kedua orang tua kita jika telah tiada. Teman-teman juga bisa membaca doa ini di waktu-waktu yang mustajab lho! Jadi, kalau selesai shalat jangan langsung lari dan bermain, tapi mendoakan kedua orang tua dulu ya!


Hadirin wal hadirat rahimakumullah,


Seperti yang sudah saya sampaikan tadi, berbakti pada kedua orang tua merupakan hal yang wajib bagi kita terutama berbakti kepada Ibu. Dengan berbakti pada kedua orang tua, kita akan mendapatkan jaminan surga dengan mudah. Selain itu, ridha Allah itu berasal dari ridha orang tua. Maka, jangan pernah membantah apa yang diucapkan orang tua ya! Mari kita jadi anak yang shalih dan shalihah teman-teman!


Demikian tadi sedikit yang dapat saya sampaikan, terima kasih karena sudah mau memperhatikan dan jika banyak salah kata atau perilaku, saya mohon maaf.


Es dawet pakai santan,

Kalau ada salah mohon dimaafkan

Billahi taufik wal hidayah,

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh


Source: https://id.scribd.com/document/437559108/Teks-Pidato-Anak

Bismillahirrohmanirrohim 

Buah pinang dibagi opat 
Pamasihan di mang Ahmad 
Jawablah salam anu semangat 
Tawis anjeun umat nabi Muhammad 

Assalamu’alaikum Wr.Wb. 

Langkung tipayun hayu urang sami-sami manjatkeun puji sinareng syukur ka Alloh SWT. Anu mana mantena parantos nyiptakeun dualisme anu teu tiasa dipisahkeun antawis hiji sareng anu sanesna. Langit sareng bumi, bulan sareng panon poe, cai sareng taneuh, dugikeun kasampurna kahirupan manusa di alam dunya. 

Teu kakantu n sholawat sinareng salam mugia dilelerkeun ka junjunan alam nyaeta Nabi Muhammad SAW. Anu mana anjeuna parantos ngabimbing umat kana jalan anu caang tur hurung mancur nyaeta DINUL ISLAM. 

Dina kasempetan ieu abdi bade neda widi seja ngiring tausiyah singkat anu judulna:
“ANJEUN HIJRAH DINA KAHIRUPAN MODEREN”

Angin malam membawa nikmat 
Tidur dalam nyenyak sangat
Saya sampaikan salam dengan hormat 
Kepada muslimin dan muslimat 
Assalamualaikum Wr. Wb. 
Handan syakirin wasyukurillah wasolatu ala Rosulillah 
Amma ba’du 
Puji syukur kehadirat Alloh SWT yang mana Beliau telah menciptakan dualisme yang tak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Langit dan Bumi, Bulandan Matahari, Air dan Api sehingga sempurnalah kehidupan manusia di muka bumi ini. Dan tidak lupa pula solawat beserta salam kepada junjunan kita Habibana wa Nabiyana Muhammad SAW, yang mana beliau telah membimbing kita dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benerang yaitu Diinul Islam. 
Dengan niat yang tulus karena Alloh saya akan belajar bertausiyah tentang ‘KEJUJURAN’
Bismillahirrohmanirrohim 
Assalamu’alaikum Wr. Wb. 
Hamdan syakirin wasyukurillah wassolatu’ala Rosulillah, Amma ba’du 
Pertama-tama mari kita panjatkan puji syukur kita kehadirat Alloh SWT yang mana beliau telah menciptakan dualism yang tak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya, langit dan bumi, bulan dan matahari, air dan api. Sehingga sempurnalah kehidupan manusia di muka bumi. Tak lupa pula solawat beserta salam kepada junjunan kita habibana wanabiyyana Muhammad SAW, yang mana beliau telah membimbing kita dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang, yaitu dinul islam. 
Hadirin rohimakumulloh. 
Dewan juri yang saya hormati, teman-teman yang dimulyakan oleh Alloh SWT. Dalam kesempatan yang baik ini saya akan belajar menyampaikan tausiyah yang berjudul Birul Walidain. 
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Puji syukur kehadiran Alloh SWT yang mana beliau telah menciptakan dualism yang tak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya, langit dan bumi, bulan dan matahari, air dan api, sehingga sempurnalah kehidupan manusia di muka bumi ini.
Tidak lupa pula sholawat serta salam kepada junjunan kita Nabi Muhammad SAW yang mana beliau telah membimbing kita dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang yaitu Diinul Islam. 
Hadirin rohimakumulloh. 
Dewan juri yang saya hormati, teman-teman yang dimuliakan oleh Alloh, dalam kesempatan ini saya akan belajar menyampaikan tausiyah yang berjudul “Kewajian Mencari Ilmu”. 
Jika kita melihat pemuda jaman dahulu, berbaicara sopan dan tertunduk hormat, tapi jaman sekarang mereka berbicara suara lantang dan kepala geleng-geleng.