Selasa, 31 Juli 2012

Cing Cang Keling Itu Ternyata Keren

Hanya postingan ringan. Ngabuburit tadi sore, saya mengisinya hanya dengan nangkring di Youtube. Di luar, ada beberapa anak kecil yang sedang bercanda sambil menyanyikan lagu 'Cingcangkeling', hmm...iseng saja saya tulis "cingcangkeling" di mesin pencari Youtube. Lalu tampaklah beberapa option video, dan perhatian saya tertuju pada Video dengan judul -Simfoni Untuk Bangsa: "Cing Cang Keling"- yang dibawakan secara Orcestra.

Saya klik tombol 'Play', mulai menyimak, dan 20 detik kemudian alis saya mulai terangkat, 1 menit kemudian musik ini sukses membuat saya merinding, dan gumam saya "...sialan...keren banget...!!!". Mungkin untuk orang lain penampilan ini biasa saja, tapi buat saya pribadi ini sangat berbeda. Bukan karena musiknya berasal dari daerah saya sendiri (Sunda), tapi ini soal kualitas bermusik dan suasana yang disajikan Sob.

Usut punya usut, ternyata ini adalah salah satu penampilan dalam Konser 'Simfoni Untuk Bangsa' yang digelar oleh salah satu Konduktor muda Indonesia yaitu Avip Priatna bersama Batavia Madrigal Singer (BMS) dan Chamber Orchestra pada 22 Agustus 2010 lalu dalam rangka merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-65. Hahh...2010???, hehe...iya, ini adalah konser pada tahun 2010 lalu, tapi saya baru melihatnya sekarang, dan kagumnya juga sekarang, telatnya kebangetan ya?!, tapi gak melanggar hukum kan?!, anggap saja flashback. *Maksa.

Inilah cuplikan Video yang diunggah oleh seseorang dengan nama akun Youtube isradestiwi pada 19 Juli 2011:


Saya akui kalau saya ini bukan termasuk orang yang kental dengan budaya daerah dan saya juga akui itu sangat memalukan. Tapi setelah menyimak video ini saya jadi perfikir,  dijaman sekarang ini budaya daerah semakin terlindas oleh budaya modern ala barat, tapi jika budaya daerah itu dikemas dengan 'kemasan' yang cerdas dan dapat menyentuh selera generasi jaman sekarang tanpa menghilangkan orisinalitas budaya itu sendiri, maka bukan tidak mungkin bisa membangkitkan semangat generasi muda sekarang untuk lebih menyukai dan menghargai budayanya sendiri. Saya yakin banyak dari kita yang sanggup mewujudkan itu.

Itu hanya opini saya saja, selebihnya...itu tergantung bagaimana cara otak anda berfikir. Syyuhh...kok jadi berat gini ya? hehe...

Makasi.