Rada kaget juga ketika menemukan sebuah jurnal yang membahas tentang resiko buruk yang diakibatkan kebiasaan duduk terlalu lama. Sebenarnya saya sudah tahu tentang hal itu, tapi yang mengejutkan saya adalah bahwa ternyata resiko buruk duduk terlalu lama tersebut tetap tinggi meskipun rutin melakukan olahraga lari. Betapa tidak, saya termasuk orang yang dalam bekerja selalu dalam posisi duduk hingga berjam-jam, dan sebelumnya saya berpikir dengan rutin berlari dapat mencegah dampak buruk tersebut.

Dalam jurnal tersebut disebutkan pada laporan yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine bulan Januari bahwa posisi duduk dalam waktu lama setiap hari dapat meningkatkan resiko penyakit Kanker, Jantung, Diabetes Tipe-II, dan penyakit Kardiovaskular. Kebiasaan duduk terlalu lama  dapat meningkatkan resiko penyakit jantung sebesar 15-20% dan  Diabetes hingga 90%, dan statisktik tersebut diperoleh dari subjek yang memiliki pola hidup aktif dengan berolahraga sekitar 30 menit setiap harinya.
Bagi seorang pelari, cedera lutut  yang juga biasa disebut Runner’s Knee atau Patellofemoral Pain Syndrome (PFPS) seakan bukan hal yang tidak asing lagi. Baik dengan kondisi cedera yang  ringan atau pun parah, seorang pelari pasti pernah mengalaminya. 

Saat ini saya sedang berada dalam masa penyembuhan dari cedera lutut yang cukup parah, yang membuat saya harus menghindari lari intens selama hampir satu bulan lamanya. Dan sepertinya kini masa penyembuhan saya sudah hampir 100%, karena tadi pagi saat saya coba berlari dengan pace cepat dan jarak yang cukup jauh, rasa sakit pada lutut tidak timbul lagi.

Pengalaman buruk tersebut membuat saya mulai mencari tahu sebenarnya apa, sih, penyebab umum dari cedera lutut pada pelari? Ada pendapat yang senada dari beberapa sumber yang saya dapatkan, yaitu ternyata cukup sulit untuk menentukan penyebab pasti dari cedera lutut pada pelari, karena faktor biomekanis juga berperan dalam terjadinya cedera lutut tersebut. Misalnya karena struktur patella (tempurug lutut) yang lebih besar di bagian luar dibandingkan bagian dalam, patella yang terletak terlalu tinggi dari alur femoral atau adanya kemungkinan patella mudah bergeser dari tempat yang seharusnya.
Olahraga lari dapat membuat badan menjadi sehat. Namun jika kita mendalaminya, maka kita akan mengerti bahwa lari tak sesederhana itu. Banyak sekali manfaat yang sudah saya dapatkan dari rutinitas berlari, namun selain itu, kini saya juga menjadi lumayan akrab dengan jarum infus. 
Harus saya akui bahwa salah satu kelemahan saya adalah tidak sabaran dalam berlatih. Seringkali saya melanggar aturan dan batasan program latihan, padahal yang menyusun semua itu adalah saya sendiri, hehe. Dan karena sifat nakal saya itu, dalam lima bulan terakhir ini saya sudah dua kali masuk ruang UGD. 

Semua berawal ketika saya dan beberapa teman merencanakan untuk melakukan Trail Running menuju puncak gunung Ciremai pada tanggal 18 Februari 2017. Sejak jauh-jauh hari kami melakukan persiapan mental dan fisik untuk menghadapi trek pendakian gunung Ciremai dengan berlari. Maklum, berlari menanjak di gunung yang memiliki ketinggian 3078 Mdpl pada musim hujan tidak dapat dianggap remeh. 

Assalamu'alaikum, Semua! Kali ini saya tidak akan membuat postingan dengan tema yang berat, saya hanya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha bagi teman-teman yang merayakan. Sudah sepatutnya kita berbahagia menyambut hari raya ini, karena kita bisa saling bersilaturahmi antara keluaraga dan kerabat. Walau dalam budaya kita perayaan Idul Adha tak semeriah perayaan Idul Fitri, tentu tidak menghilangkan maknanya. 

Dalam kesempatan ini saya juga ingin membagikan kembali atau repost sebuah typography karya saya yang seblumnya pernah saya posting disini. Tak ada niat pamer kok, hanya buat have fun aja hehe. Oiya, supaya postingan ini tak hanya curcol dan tetap informatif, saya akan melampirkan jadwal perayaan Hari Raya Idul Adha pada tahun 2020, 2021, 2022, 2023 dan 2024. Semoga dapat menambah informasi ya. 

Tahun

Tanggal

Hari

2020

31

Jumat

2021

20

Selasa

2022

10

Minggu

2023

29

Kamis

2024

17

Senin


Selamat hari raya Idul Adha! 

Setelah sukses menjalankan tugas sebagai Ketua KPPS pada Pemilu Serentak tahun 2019 yang penuh kontroversi dan sangat-sangat melelahkan, pada tahun 2020 ini saya kembali ditunjuk menjadi petugas KPPS pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Namun, kali ini saya hanya menjabat sebagai anggota, karena jabatan Ketua harus diisi oleh Kepala Dusun setempat. 

Pada awalnya, Pilkades serentak Kabupaten Ciamis yang terdiri dari 143 Desa dijadwalkan pada tanggal 12 April 2020, namun karena terjadinya pandemi covid-19, maka melalui rapat koordinasi Pilkades serentak memutuskan untuk menunda penyelenggaraan Pilkades 2020 hingga bulan Agustus 2020, sesuai yang diungkapkan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya pada Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan SKPD. “Dalam rapat kali ini, untuk waktu pelaksanaan direncanakan pada pertengahan Agustus 2020. Sedangkan teknisnya akan kami kaji dan persiapan oleh SKPD terkait,” ungkapnya. 

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) atau Sindrom Lorong Karpal adalah kondisi umum penyebab terjadinya rasa sakit, kesemutan, lemah bahkan mati rasa, di area tangan dan lengan. Kondisi disebabkan oleh salah satu saraf utama atau syaraf median di pergelangan tangan terhimpit atau atau tertekan saat melakukan pergerakan. 

Pembengkakan jaringan di sekitar tendon flexor memberikan tekanan pada syaraf median, jaringan ini disebut Sinovium. Fungsi dari sinovium di sekitar Carpal Tunnel adalah sebagai pelumas bagi tedon yang membuat pergerakan jari jemari menjadi lebih mudah. Ketika sinovium mengalami pembengkakan, maka akan memadati/menghimpit syaraf di sekitarnya, ini menimbulkan rasa sakit, lemah, kesemutan atau bahkan mati rasa. 

Pada bebrapa kasus, Carpal Tunnel Syndrome berangsur memburuk seiring waktu, sehingga diperlukan diagnosis dan penanganan yang tepat dan cepat. Sejak awal timbul gejala dan tingkat cedera yang ringan, gejala dapat segera diatasi dengan menggunakan alat penyangga pergelangan tangan atau menghindari gerakan yang terkonsentrasi pada pergelangan tangan. Jika gejala tak segera diatasi dan syaraf median terus menerus terhimpit maka dapat menyebabkan kerusakan syaraf yang semakin parah.