Gambar ku: den.cyberia
Kasadaran pikeun ngajaga kabersihan lingkungan rupana teu dipiboga ku sakabeh jalma. Loba keneh jalma anu kurang empati lamun ningali runtah balatak, sanajan si runtah itateh pabalatak dina jajalaneun manehna. Kuring mindeng nempo kajadian siga kitu wanci latihan di taman olahraga di daerah kuring. 
Pernah sakali waktu kuring jeung babaturan saenggeus latihan langsung ngalakukeun 'Operasi Semut' atawa gerakan mulungan runtah babarengan, tina sakitu lobana jalma anu aya di lingkungan taman olahraga eta, ngan aya saurang anu boga kereteg hate miluan  gerakan mulungan runtah. Padahal anu sok olahraga didinya teh kuring yakin lain jalma sambarangan, artina jalma anu nyakola, anu pernah ngasaan sakola luhur, lamun dipikirmah jelema anu kaasup kaum intelektual kitu kuduna mah boga rasa hanyang ngajaga kabersihan lingkungan anu leuwih gede, malahan teu perlu diajak angot dicontoan mah. Angot ieu keur kapentingan balarea. 

Dulu setiap kali menyaksikan kejuaraan lari marathon, saya selalu dibuat kagum oleh kemampuan tubuh para atlet elit profesional yang begitu tahan melibas lintasan sepanjang 42,195 kilometer tanpa berhenti dengan pace yang mengagumkan. Tapi ada satu pertanyaan yang menggelitik saya, yaitu kenapa atlet maraton profesional itu rata-rata memiliki tubuh yang cenderung kurus? Ternyata ada bebrapa penjelasan ilmiah mengenai hal ini, tapi dalam postingan ini saya akan mengulas jenis otot pada pelari. 
Secara umum serat otot terbagi menjadi dua tipe, yaitu Slow Twitch (Tipe I) dan Fast Twitch (Tipe II). Pada dasarnya otot manusia terdiri dari kedua tipe otot ini, dengan perbandingan yang cenderung simbang. Tapi dengan aktivitas atau latihan tertentu, salah satu dari dua jenis otot tersebut bisa terbentuk menjadi lebih dominan dari yang lainnya, dan dapat memberi pengaruh pada efisiensi konteraksi otot, sehingga dapat memeberi peluang keberhasilan yang lebih besar pada cabang olahraga tertentu
Dalam tultorial Photoshop kali ini saya akan coba menguraikan langkah-langkah cara edit huruf dengan efek kaca transparan atau Glass Typography.  

Mari kita mulai!
Gambar: Rudy Arra
Dina postingan #ReboNyunda ieu kuring masih ngabahas sabudeureun basa sunda. Terus terang, sanajan kuring urang sunda pituin, tapi kuring kaasup diajar keneh ngagunakeun basa sunda, dina nulis atawa ngetik, maca atawa ngalisankeun basa sunda. Bet naha bisa kitu? lah tong jauh-jauh, contona ue lamun kuring dititah maca basa sunda sok kalah cigah anu keur diajar maca, teu lancar nereleng cigah maca tulisan dina bahasa Indonesia. 

Angot lamun kuring dititah ngetik tulisan dina basa sunda, hadeuuuuhh pokonamah alahbatan ngetik rumus matematika, mendingan dititah nulis tulisan dina bahasa Inggris. Tah tidinya kuring sadar yen basa sunda teh teu gampang. Loba keneh aturan-aturan jeung kosakata basa sunda anu ku kuring can kaharti, kadang kuring era sorangan. 

Gambar Oleh@Irdanmau
Juli 2008 mungkin akan menjadi bulan yang tak terlupakan bagi saya, karena di bulan itu saya mengalami kejadian buruk yang membuat saya harus bed rest hampir satu bulan lamanya. Semua itu karena kaki kanan saya mengalami cedera cukup parah akibat tertindih motor saat mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Bypass Soekarno-Hatta, Bandung. Bersyukur saya tidak mengalami patah tulang, akan tetapi ada beberapa jaringan otot kaki yang terputus dan bergesernya beberapa bagian sendi. Butuh berbulan-bulan proses penyembuhan hingga saya bisa berjalan kembali.

Kaki kanan saya sudah bisa berfungsi seperti sedia kala, namun ternyata kondisi pergelangan kaki atau engkel saya tidak se-normal dulu. Aktivitas yang memberi tekanan cukup besar pada pergelangan kaki seperti menaiki tangga, melompat, menendang selalu membuat engkel terasa sakit, bahkan bengkak. Bahkan rasa sakit tersebut membuat gerakan shalat saya menjadi tidak sempurna. Sudah banyak cara saya coba untuk mengatasi masalah pada engkel saya tersebut, mulai dari cara tradisional hingga medis, untuk beberapa waktu memang terasa dampak positifnya, tapi biasanya tak bertahan lama, rasa sakit pada engkel pun timbul kembali.

Bagi sebagian orang termasuk saya, olahraga lari sudah menjadi candu. Sehari saja tidak berlari rasanya hidup ini tak ada artinya. Terkesan berlebihan memang, tapi saya benar-benar pernah berada dalam kondisi seperti itu. 

Lagi-lagi ini berdasarkan pengalaman saya. Walaupun saya sudah aktif dalam beberapa cabang olahraga semenjak kecil, tapi baru bebrapa tahun belakangan ini saya mendalami dunia lari. Ketertarikan saya pada dunia lari semakin tinggi ketika saya berkenalan dengan Trail Running. Ketertarikan saya yang begitu besar tersebut membuat saya terobsesi dengan segala hal yang berhubungan dengan olahraga lari. Mulai dari mengumpulkan running gear hingga keranjingan berlatih tanpa memperdulikan posri yang pas. 

Pada saat itu saya sangat menikmati tempo latihan yang saya lakukan setiap hari. Bahkan hingga dua kali dalam sehari, pagi dan sore, tak perduli sebelumnya saya baru bisa tidur pada pukul dua dini hari. Semua itu saya jalani hingga tiba saatnya saya merasa ada yang tidak beres dengan kondisi tubuh. 

Gambar oleh: Rudy Arra
Pada postingan kali ini saya tidak akan membas sesuatu yang bersifat teknis. Mungkin ini lebih bersifat pemberitahuan untuk teman-teman khususnya yang tidak mengerti bahasa sunda.

Terdorong oleh rasa ingin melanjutkan kebiasaan menulis postingan blog dalam bahasa sunda, maka dalam jarak satu minggu sekali saya akan menulis postingan berbahasa sunda di blog ini, lebih tepatnya saya akan mengunggah tulisan saya tersebut khusus setiap hari rabu. Mengapa harus diunggah setiap hari rabu? Karena bertepatan dengan program #ReboNyunda yang dicetuskan oleh Kang Ridwan kamil dan merupakan salah satu program dari Pemerintah Kota Bandung. 

Motivasi saya menulis menggunakan bahasa sunda adalah karena ingin memiliki andil dalam usaha “ngamumule” atau melestarikan bahasa sunda. Selain itu saya merasa miris karena ternyata banyak generasi muda sunda yang sudah mulai merasa malu menggunakan bahasa sunda. Bukan tidak boleh menuruti atau menyukai budaya luar, karena saya juga pengagum beberapa kebudayaan luar, tapi jangan sampai kita menjadi tak peduli atau bahkan lupa pada akar budaya sendiri. 




Bagi teman-teman yang tidak mengerti bahasa sunda, silahkan berkunjung pada potingan berikut: Mulai Kembali Menulis Menggunakan Bahasa Sunda




#ReboNyunda

Gambar oleh: Rudy Arra
Ti leuleutik, Mamah jeung Bapa ngajarkeun ka kuring basa sunda lemes, kitu oge ka lanceuk jeung ka adi. Kolot kuring kaasup tegas ngadidik barudak na soal babasa. Inget keneh baheula lamun kuring ngomong kasar teh osok langsung dicarekan ku kolot, makana kuring jadi sok araringgis lamun arek ngomong sunda kasar teh, tepi ka kuring pernah dilandi budak anu ngomongna paling lemes dikampung kuring eta. Numatak numawi budak botak kaseglong Hui, tepi ka kiwari kuring masih ngagunakeun basa sunda lemes lamun ngobrol jeung batur, sanajan teu ka kabeh jalmi.
*gagaro*

Lamun ngobrol jeung budak leutik oge kuring osok ngagunakeun basa sunda lemes, angot lamun ka kolot mah. Aya oge sih sababaraha urang babaturan deukeut anu geus biasa ngobrol make basa sunda kasar jeung kuring, tapi sanajan sunda kasar oge tara nepi ai ka sok mamawa urang Ragunan mah. Suwer!

Gambar oleh: Rudy Arra
Saat saya sedang dalam ritual ngopi sambil iseng ngubek dunia maya, saya menemukan sebuah artikel keren di runnersworld.com yang membahas tentang efek dari kondisi tubuh yang sedang mengalami kelelahan mental (Fatigue) terhadap kinerja otot (fisik). Bagi saya ini sangat menarik karena kondisi tersebut sering saya alami. Dan mungkin hal ini ada hubungannya dengan tulisan saya tentang  Krisis Stamina Dalam Olahraga Lari yang saya tulis beberapa waktu yang lalu. 
Jadi begini, pada akhir tahun 1880-an, seorang ahli fisiologi yang bernama Angelo Mosso melakukan sebuah observasi tentang ketahanan/kinerja otot terhadap dua orang yang merupakan sesama Professor sebelum dan sesudah melakuakan Test Lisan, dan hasilnya ternyata setelah mengalami beban kerja mental (Test Lisan), kedua Professor tersebut mengalami penurunan kinerja otot atau kelelahan pada otot secara lebih cepat. Ini merupakan demonstrasi pertama yang menunjukan efek atau pengaruh dari kelelahan mental terhadap performa fisik. 

Gambar oleh: Rudy Arra
Beberapa waktu lalu saya terlibat diskusi kecil dengan beberapa teman tentang baik atau buruknya night run atau melakukan olahraga lari di malam hari. Seorang teman menyatakan menurut sumber informasi yang didapatnya bahwa melakukan olahraga atau melakukan aktivitas tubuh secara intens dalam waktu yang dekat dengan waktu tidur dapat mengganggu sistem metabolisme tubuh. Dan teman saya yang satunya lagi berpendapat berbeda, Ia justru berpendapat melakukan olahraga pada malam hari justru dapat memperbaiki kualitas tidur dan baik secara psikologis. 
Akhirnya saya memutuskan untuk melakukan riset kecil-kecilan secara online. Dan ternyata memang di dunia penelitian juga terdapat dua pendapat yang bertolak belakang mengenai night run ini. Berikut saya kutip bebrapa pendapat dari peneliti yang saya dapat dari beberapa sumber:

Ada beberapa temen yang bilang "Kalo posting typography tuh jangan cuma posting yang udah jadinya, dong! Sesekali posting bareng Tut's-nya ngapa?" Untuk mengatasi kesewotan di dunia persilatan, saya akan coba bikin sebuah contoh Tutorial Typography. Dan untuk mengantisipasi efek pusing, mual, galau bahkan meriang bagi yang baru mengenal Photoshop, saya berusaha membuat Tut ini se-detail mungkin, walau mungkin gak detail banget. Oke, kita mulai dengan niat yang tulus dan secangkir kopi.
Klik gambar untuk memperbesar. 
1. Buatlah Dokumen baru untuk background dengan ukuran 1000x1000 pixel dengan Mode RGB Color dan Resolusi 72dpi. Setelah itu buatlah Layer baru dan berilah warna pada layer baru tersebut menggunakan ‘Paint Bucket Tool’ dengan kode warna ‘#272727’.
2. Dalam poin ini kita akan memberi efek tekstur pada layer background menggunakan ‘Subtle Grunge Brush’.
3. Untuk mendapatkan efek background yang lebih dramatis, sekali lagi buatlah sebuah layer, lalu Fill dengan menggunakan ‘Soft Round Brush’ (Size:  800px, Hardness; 0%) dengan cara melingkar ke semua sisi/sudut Layer, bagian tengah Layer biarkan kosong. Pilih ‘Layer’ pada’Menu Bar’ lalu pilih ‘Layer Style’ dan ‘Blending Option’, selanjutnya setting ‘Opacity’ dengan parameter 47%. 
4. Background sudah jadi dan sekarang kita akan mulai bermain dengan Font. Buatlah sebuah kalimat mengguakan ‘Type Tool ’ (T) yang terletak pada ‘Tool Box’. Disini saya menggunakan Font ‘Contour Generator’ dengan Size 380pt.
5. Sekarang kita akan memberi beberapa efek pada Font. Pertama kita akan memeberikan efek bayakangan dengan  cara pilih ‘Layer’ pada ‘Menu Bar’ lalu pilih ‘Layer Style’ dan pilih ‘Drop Shadow’. Settinglah dengan parameter: Blend Mode = Normal, Opacity = 80 %, Distance = 24 %, Spread = 0%, Size = 32%, Contour = Linear, Noise = 0%. Bisa dilihat pada gambar dibawah ini
6. Masih pada ‘Layer Style’, kini beralih pada setting ‘Inner Shadow’. Blend Mode = Normal, Opacity = 100%, Angle = 110, Distance = 18px, Choke = 0%, Size = 11%, Contour = Linear, Noise = 1%. Jangan tutup Tab ‘Layer Style’ ini, karena kita akan beranjak ke settingan selanjutnya
7. Beralih ke setting ‘Bevel and Emboss’. Pada kolom Structure: Style = Inner Bevel, Technique = Smooth, Depth = 29%, Size = 24px, Soften = 1px. Pada kolom Shading: Angle = 110, Altitude = 41, Gloss Contour = Double Ring, Highlight Mode = Screen, Opacity = 97%, Shadow Mode = Multiply, Opacity = 82%
8. Masih pada setting ‘Bevel and Emboss’, pilih dan beri tanda centang pada menu ‘Contour’, lalu pada kolom Elements, pilih style ‘Half Round’.
9. Sekarang kita beri efek Satin: Blend Mode = Normal, Opacity = 75%, Angle = 19, Distance = 30px, Size = 13px dan Contour = Linear. 
10. Untuk ‘Color Overlay’: Blend Mode = Normal (Dengan kode warna #979797), Opacity = 100%.
11. Terakhir adalah setting Stroke: Size = 4px, Position = Outside, Blend Mode = Normal, Opacity = 100%, Fill Type = Gradient, Style = Linear (Centang ‘Align With Layer’), Angle = -90, Scale = 91%. Nah jika settingan anda sesuai dengan settingan saya, maka akan menghasilkan gambar seperti pada gambar berikut.
Sudah selesai? Ah tentu aja belum, kalau ada yang mau ngopi dulu silahkan, karena ini baru setengah jalan. Nahlo!
Udah ngopinya? Oke kita lanjutkan ke tutorial bagian 2.
1. Duplikat Layer yang tadi kita edit dengan cara klik kanan pada thumbnail Layer, pilih ‘Duplicate Layer’ lalu klik ‘OK’. Setelah itu klik kanan lagi pada hasil duplikat Layer barusan dan cari tulisan ‘Clear Layer Style’, langkah ini bertujuan untuk menghilangkan efek yang sudah kita bubuhkan pada layer pertama, karena pada Layer kedua ini kita akan membubuhkan efek dengan style yang berbeda. Perhatikan bagian gambar yang diberi tanda panah merah.
2. Pertama kita akan melakukan setting pada menu ‘Drop Shadow’: Blend Mode = Normal, Opacity = 80, Angle = 110, Distance = 6px, Spread = 0%, Size = 8px, Contour = Linear, Noise = 0%.
3. Selanjutnya kita masuk ‘Inner Shadow’. Blend Mode = Normal, Opacity = 100%, Angle = 110, Distance =20px, Choke = 0%, Size = 26%, Contour = Linear, Noise = 2%. 
4. Untuk ‘Outer Glow’ silahkan masukan setting berikut: Blend Mode = Screen, Opacity = 20%, Noise = 0 %, Technique = Softer, Spread = 0%, Size = 55px, Contour = Linear, Range = 100%, Jitter = 2%. 
5. Beralih lagi ke setting ‘Bevel and Emboss’. Pada kolom Structure: Style = Inner Bevel, Technique = Smooth, Depth = 113%, Size = 30px, Soften = 11px. Pada kolom Shading: Angle = 110, Altitude = 40, Gloss Contour = Linear, Highlight Mode = Linear Light (dengan kode warna #dea565), Opacity = 78%, Shadow Mode = Multiply, Opacity = 0%.
6. Jika pada layer pertama tadi tidak menggunakan style ini, maka disini kita akan membubuhkannya dengan settingan: Blend Mode = Normal, Opacity = 38%, Style = Linear, Angle = 90, Scale = 100
7. Sekarang kita memasuki style ‘Pattern Overlay’: Blend Mode = Normal, Opacity = 100%, Pattern = Canvas.
8. Sekarang kita beri efek Satin: Blend Mode = Color Burn, Opacity = 50%, Angle = 19, Distance = 10px, Size = 9px dan Contour = Gaussian.
9. Kali ini benar-benar yang terakhir, yaitu setting ‘Stroke’: Size = 11px, Position = Inside, Blend Mode = Normal, Opacity = 0%, Fill Type = Color. Nah jika keseluruhan setting sesuai, maka hasilnya akan tampak seperti pada gambar dibawah ini. Sekarang tinggal finishing yaitu klik tombol ‘Save’ untuk penyimpan Dokumen PSD, dan tombol ‘Save As…’ untuk menyimpan file berbentuk file JPG. 
Dan silahkan lihat hasil dari editing kali ini pada gambar diawal postingan ini. Selamat mencoba dengan  menyesuaikan kalimat dan font sesuai selera anda. Saya mau ngaso dulu sambil-ngupi-ngupi. Terima kasih.

Gambar: Sport-GLO
Memilih untuk menjadi seorang pelari endurance itu bukan hanya sekedar mengikuti tren, apalagi cuma ikut-ikutan biar kelihatan keren. Walau bukan berlabel Atlet Elite Pro, tetap saja harus memiliki pola latihan, pola istirahat dan pola makan yang baik, agar kondisi tubuh tetap seimbang.

Tapi bagi saya yang sering dikejar deadline dalam pekerjaan, membuat saya harus duduk di depan Monitor selama berjam-jam sampai larut malam dalam jangka waktu berhari-hari, bahkan bisa sampai satu minggu penuh. Mungkin untuk sebagian orang itu bukan masalah besar, tapi jika anda termasuk orang yang aktif berolahraga khususnya lari endurance, pasti akan sangat terasa dampaknya terhadap stamina tubuh.

Kini saya sedang berada dalam kondisi ini, penurunan stamina yang signifikan karena pola makan dan pola istirahat yang kacau. Tapi walaupun kondisi tubuh sedang manja-manjanya, keinginan untuk berlatih tetap besar dan akhirnya saya selalu gagal menahan hasrat untuk berlari.


Ini bukan iklan, hanya ingin berbagi pengalaman. Sebelum melakukan Trail Run ke Gunung, seorang Trail Runner pastinya harus benar-benar mempersiapkan kondisi tubuhnya dan perlengkapan dasar yang harus dibawa, Terlebih jika Trail Run yang akan dilakukan bukan merupakan sebuah acara kompetisi resmi, karena tentunya disepanjang rute kita tidak akan menemukan Water Station ataupun Checkpoint Spot, yang artinya kita benar-benar ‘berlari  sendiri’, oleh karena itu semua perlengkapan harus dipersiapkan dengan baik. 

Salah satu hal yang wajib nyelip di Hydropack adalah energy supply untuk tubuh, daintaranya adalah Meals atau makanan ringan kaya energi. Sebenarnya banyak benget meal yang bisa dijadikan pilihan, tapi saya biasa memilih makanan yang mengandung coklat, gula, dan karbohidrat atau bahkan madu. Dan satu lagi yang tidak boleh tertinggal adalah Pisang, karena buah Pisang juga memang sudah menjadi andalan para Trail Runner dunia. 





BUKAN TYPOGRAPHY MODUS!!! Hanya typography yang terinspirasi dari teman yang baik hati. 

#colekrani
#nyengir
#seruputkopi



Gambar oleh: Rudy Arra
Sebenarnya berlari bukan hal yang asing bagi saya, karena sejak masih duduk di Sekolah Dasar saya sudah aktif berolahraga. Mulai dari Sepak Bola hingga Volly pernah saya tekuni. Jenis olahraga yang juga disebut sebagai ‘The Mother of Sport’ ini memang tak bisa dipisahkan dari cabang olahraga manapun, karena semua Olahragawan/Atlet pasti menyertakan olahraga lari sebagai bagian pokok dari latihan rutin mereka, bahkan bagi Atlet Catur sekalipun. 

Tapi saat saya mulai memamsuki dunia kerja, waktu untuk berolahraga mulai terbatas, bahkan terkadang tidak sempat, sehingga fokus saya pada dunia olahraga yang sangat saya cintai itu semakin pudar, dan mau tidak mau saya pun harus merelakannya. Sejak itu jadwal olahraga saya semakin kacau, kesibukan pekerjaan benar-benar menyita waktu saya, sampai pada akhirnya olahraga menjadi hal yang terasa asing dan sulit untuk dilakukan. 

Bertahun-tahun saya “terjebak” dalam lingkaran kesibukan yang sangat menyita waktu, membuat tubuh saya semakin “gak jelas”, otot menjadi kendur, perut menjadi bulat, kulit semakin pucat dan jejak-jejak bekas latihan yang begitu keras dahulu tak tampak lagi. Menyedihkan! 

Untuk kedua kalinya Komunitas Running Loka Ciamis menjadikan gunung Galunggung sebagai track latihan trail running pada tanggal 20 September 2015 kemarin. Alasan kami memilih track Galunggung kembali karena pada trail running sebelumnya di Galunggung kami merasa ada beberapa hal yang terlewatkan, disamping itu ada beberapa kawan kami yang sebelumnya tidak ikut serta dan kini ingin menjajal track Galunggung. 


Yang turut serta dalam latihan kali ini adalah kang Erik Risnandar, kang Harjanto Galant, kang Irdan Maulana, kang Hasan dan tentunya saya sendiri. Karena persiapan yang lebih baik, perjalanan kali ini jauh lebih terencana, seperti persiapana fisik, perbekalan dan persiapan rute trail running. Berikut rute yang kami gunakan. 
Setiap Warga Negara Indonesia mempunyai caranya sendiri dalam merayakan kari kemerdekaan negaranya yang jatuh pada tanggal 17 Agustus. Dan bagi saya, hari perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke-70 tahun ini terasa berbeda, karena saya merayakannya dengan melakukan sesuatu yang belum pernah dan sangat ingin saya lakukan sebelumya, yaitu melakukan trail running ke puncak sebuah gunung, dan kali ini tujuan saya dan kawan-kawan adalah puncak Galunggung.
Rute Yang Kami Lalui
Ini adalah pengalaman trail running pertama saya dengan medan pegunungan. Biasanya saya latihan di track datar yang tidak terlalu menantang. Ternyata memang benar, teknik berlari di medan datar dengan medan pegunungan memang sangat berbeda, mulai dari teknik pernapasan hingga teknik tumpuan kaki, karena medan pegunungan terdiri dari banyak jenis tekstur pijakan, seperti medan berpasir, medan bebatuan, medan tanah dan lainnya. Perlu konsentrasi dan ketahanan tubuh ekstra agar tidak terjadi hal yang tidak diharapkan pada tubuh.
Saya sering mendengar ungkapan “indahnya silaturahmi”, dan saya selalu berpikir “ya, gua juga tahu, silaturahmi memang indah” hanya sebatas berpikir seperti itu. 

Memanfaatkan momen Idul Fitri, dalam dua minggu kemarin saya melakukan perjalanan menemui beberapa teman lama di Bandung. Sudah lumayan lama kami tidak bertemu. Entah mengapa perjalanan silaturahmi saya kali ini begitu terasa berbeda. Bertemu teman lama, berjabat tangan, rangkulan, ngobrol tentang pengalaman saat masih bersama dahulu. Walaupun suasana sudah berbeda, tidak se-‘liar’ dahulu karena beberapa dari mereka sudah berkeluarga, tapi terasa indah banget. 

Bahkan dalam kesempatan itu saya sempatkan untuk menemui seseorang yang pernah berselisih dengan saya. Alhamdulillah, niat baik saya disambut dengan senyuman, walaupun dalamnya isi hati orang siapa tahu, saya tidak ingin memperdulikannya. Momen yang baik harus dipergunakan dengan baik, termasuk menunjukkan pada dirimu sendiri bahwa dirimu sudah menjadi lebih baik dengan memiliki niat baik dan mengesampingkan ego. 

Mulai sekarang saya tidak akan lagi meremehkan yang namanya ‘bersilaturahmi’, karena bagaimanapun hidup tidak akan pernah bisa diprediksi. Entah apa yang akan terjadi pada diri kita dan sekitar kita satu detik kedepan. Entah berada dimana diri kita dan teman kita satu jam kemudian. 

Oiya, ada satyu hal yang bagi saya tak kalah penting, bahwa kumpul-kumpul di social media tidak akan pernah seindah kumpul-kumpul bertemu muka. 

Indahnya bersilaturahmi.



Begitu saya membuka postingan ini di blog saya beberapa saat lalu, saya mendapati komentar dari seorang blogger yang namanya begitu biasa di ingatan saya tetapi dengan isi komentar yang tidak biasa, komentar yang cukup panjang terdiri dari beberapa paragraf. Degup jantung saya berdetak lebih kencang dari biasanya setelah membaca kata pertama di komentar beliau tersebut. Selesai membaca seluruh komentar yang beliau tulis, bahkan hingga dua kali saya baca, beberapa saat saya tertegun sambil memandangi kolom komentar balasan milik saya yang masih kosong. Mungkin semua itu karena sosok beliau yang begitu berkesan bagi saya.

 Berikut isi tulisan beliau: 

PAMIT
Menjalani hidup dengan mengalir itu sangat indah. Mengekspresikan buah pikiran dalam setiap kegiatan, seperti bertualang, bermusik, melukis, dan menulis adalah sebagian dari keindahan itu. Itu pula yang saya jalani dengan segenap keriangan dan keasyikan selama ini. 
Berekspresi dalam berkata-kata dalam blog, pun sedemikian indahnya. Saya mendapatkan kebahagiaan, kebanggaan, dan teman-teman. 
Tapi saya harus menunduk dan mengaku, bahwa kebanggaan yang saya rasakan itu kerap bergeser pada rasa ujub dan riya’. Hati saya mengakui itu. Sebuah sikap mental yang nista, yang belum bisa sepenuhnya saya hindarkan saat berkata-kata. Ada sekeping rasa bersalah dan tidak nyaman menyelinap di dada saya. Sebenarnya, sedikit saja. Sangat sedikit. Tapi Tuhan telah berfirman, sekecil apapun kesombongan, maka tidak berhak baginya surga. Saya takut kehilangan momentum untuk berubah. 
Dan saya, dalam komitmen pada usia saya sekarang (saya sudah 40 sekarang), memutuskan untuk mengambil sikap. Adalah tentang keinginan untuk mulai menepi dari segenap kebanggaan, untuk sekedar menunduk, lalu memantapkan diri dalam menjalani sisa hidup. 
Saya memutuskan, untuk mundur dari dunia blog. 
Teman-teman, terima kasih atas segalanya. Kalian telah menjadi bagian yang sangat indah dari perjalanan hidup saya. Saya meminta maaf jika selama ini saya banyak berucap yang tidak semestinya, dan bergurau yang tidak pada tempatnya, Benar, saya tidak pernah bermaksud melukai hati teman-teman semua. Tidak ada secuil pun rasa benci, iri hati, dan dengki yang pernah saya rasakan dalam berkiprah di blog. Saya menyayangi teman-teman semua. Saya bangga pada teman-teman semua.
Tulisan ini saya tujukan kepada teman-teman semua, meski saya tidak bisa mengetuk blog teman-teman satu persatu. Titip salam buat semuanya.
Saya berdoa, semoga Allah selalu memberikan kasih sayang-Nya kepada teman-teman, kepada kita semua (kita selalu dalam komitmen saling mendukung dan saling mendoakan kan?)
---------------------
Saya tetap di sini. 
Silakan, welcome setiap saat jika hendak bertandang kemari.
Alamat saya di Jalan Jambudipa No 9 RT 1 RW 7 Cilebut – Kabupaten Bogor.
Alamat kantor saya di Biro Hukum Kementerian Keuangan, Gedung Juanda I lantai 14, Jalan Wahidin Nomor 1, Jakarta Pusat. Silakan hubungi saya di ponsel 081316716844, atau di nomor kantor 3449230 Pesawat 6382, juga di email zachroni@gmail.com atau zachronisampurno@depkeu.go.id. 
Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wa barakatuh
Zachroni Sampurno
(dulu pemilik blog zachflazz)

Tanpa ingin membuat beliau merasa bangga hati, saya harus mengatakan bahwa selama ini tulisan-tulisan beliau begitu menginspirasi saya. Bahkan beberapa tulisan beliau sanggup merubah cara berpikir saya, menuju hal yang lebih baik tentunya. 

Dan paragraf ini seakan menjadi sebuah amanat bagi saya, yang harus saya sampaikan "Tulisan ini saya tujukan kepada teman-teman semua, meski saya tidak bisa mengetuk blog teman-teman satu persatu. Titip salam buat semuanya." Dan melalui postingan ini, saya berusaha untuk menyampaikan apa yang sudah beliau titipkan pada saya.

Semoga tanggapan saya ini tidak menjadi berlebihan, karena itulah yang benar-benar saya rasakan. 

Sampai jumpa, Mas Zach. Tak akan ada yang bisa membatasi tali pertemanan kita semua. 

Jaman globalisasi kayak sekarang membuat kita sulit untuk tidak terlibat dalam budaya popouler, terlebih jika kita bersentuhan langsung dengan teknologi. Tapi bukan berarti harus kehilangan jati diri. Ini bukan postingan SARA, saya hanya ingin menunjukan bahwa saya adalah orang sunda. Sunda Pituin. 

Getih sunda salawasna!


Iseng-iseng bikin typography 'BARLOX' ah...

Sedikit info tentang BARLOX: 
'BARLOX' merupakan nama dari sebuah komunitas yang anggotanya terdiri dari para anak muda yang menjadikan lapangan Lokasana Ciamis sebagai basecamp atau tempat utama untuk kegiatan olahraga mereka. Sebenarnya nama 'BARLOX' adalah kependekan dari 'Barudak Lokasana' atau 'Anak-anak Lokasana'. Mungkin sebagian orang akan terganggu dengan huruf 'X' di belakan nama tersebut, karena jika kependekan dari 'Barudak Lokasana' harusnya jadi 'BARLOK' atau 'BARLOK'S' dong, ya? Yaa namanya juga anak muda, apapun yang melekat pada dirinya harus terkesan keren dan 'keras', dan huruf 'X' diakhir kata 'BARLOX' dinilai sudah cukup mewakili hal itu. Asal huruf 'X'-nya cukup satu aja, jangan banyak-banyak. Ngerti kan, ya? Oke. 


Udah lama gak bikin typography, kangen juga rasanya. Lagian udah lama gak melampiaskan khayalan pada media gambar. Tadinya typography yang ini cuma buat di-posting di Instagram, tapi dipikir-pikir, blog juga jadi tempat paling nyaman buat beberapa karya saya. Yaudah, saya pencet aja tombol Publish-nya. :)


Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Mohon maaf lahir bathin. 

Sedikit karya typography dari saya yang pada saat mendisainnya terbayang-bayang terus kue Mochi. Muehehe... 

Contoh Logo Komunitas Galur Bandung
Disuruh bikinin logo komunitas sama Kakak, tapi katanya pengen yang bertema typography dan harus ada ikon kota Bandungnya. Yaudah, saya pilih Gedung Sate aja. Oh iya, maaf kalo disainnya agak cupu, waktunya mepet banget soalnya. Hehe...

Cucuran keringat masih terasa di punggung, begitupun aroma ketek masih semerbak tajam dalam radius kurang lebih 2 meter mengikuti arah angin, tapi kali ini saya sudah tidak sabar ingin berbagi cerita di awan. 

Berawal dari percakapan santai seusai latihan dengan kang Erik di bawah tiang pull up. Sambil selonjoran di atas paving block pinggiran track dan dikelilingi oleh jejak-jejak manusia modern yang katanya jauh lebih cerdas. Bisa tebak bagaimana bentuk jejak-jejak tersebut? Ya, berupa plastik-plastik tak terpakai yang berserakan di area yang seharusnya tanpa dikomando siapapun harus turut menjaga kebersihannya. 

Begitu saja saya nyeletuk pada kang Erik "...a Erik, andai saja anak-anak belum berangkat mengikuti test seleksi TNI mereka, kita bisa bergerak mungutin sampah bareng, pasti seru..." Lalu kang Erik membalas "...kenapa gak kita berdua aja sekarang bergerak? Ayo sambil menuju parkir kita keliling track mungutin sampah!" Kalimat yang begitu kuat nancap di otak saya dari kang Erik. Kami pun langsung bergerak dengan memanfaatkan kantong kresek yang kami dapat dari tempat sampah untuk mengumpulkan sampah-sampak yang berserakan tadi. 

Saat itu kami banyak mendapat tatapan aneh dari beberapa pengunjung di sana, entah apa yang mereka pikirkan, semoga saja pikiran positif untuk kami. Tapi diantara tatapan aneh itu, terdengar suara mungil "Om...om...ini sampahnya" ujar seorang anak SD yang masih memakai seragam olahraga sambil menyodorkan segenggam sampah plastik bekas es sirop dan cilok di tangan kecilnya. Sambil bertingkah khas anak-anak, ia pun mulai memunguti sampah dengan beberapa temannya. Ya ampuun, tindakan anak-anak itu adalah investasi yang sangat berharga bagi saya. 

Selain itu beberapa teman mahasiswa juga mulai memunguti sampah dan memberikannya kepada kami, meskipun hanya sebatas memungut sampah yang ada di hadapan mereka saja, tapi saya anggap ini akan menjadi awal yang baik. 

Dan kami sudah sepakat untuk berusaha melakukan gerakan memungut sampah ini setiap usai latihan, tak perduli hanya kami berdua yang melakukannya. Tapi bagaimanapun kami tetap berharap, akan semakin banyak orang yang tergerak melakukan hal yang sama seperti yang telah kami lakukan, yaitu bergerak memungut sampah di lapang Lokasana Ciamis. 
Saya sangat bersyukur karena tidak jauh dari tempat tinggal saya terdapat lapangan atau area untuk olahraga. Tempatnya cukup nyaman, fasilitas seperti track lari juga cukup baik, walaupun untuk beberapa fasilitas lain dinilai kurang layak. 

Terdapat beberapa area olahraga di daerah tempat tinggal saya yang selalu ramai pengunjung. Ini sangat menyenangkan bagi saya. Tapi ada satu hal yang membuat saya bertanya-tanya, yaitu kenapa diantara semua area olahraga yang ada, tidak satupun yang menyediakan tempat khusus untuk para pedagang kaki lima? 

Bagi saya ini penting, agar orang-orang yang berjualan di area lapangan olahraga tidak sembarangan memilih tempat untuk membuka lapak. Bahkan selama ini masih ada beberapa pedagang yang membuka lapaknya di track lari. Bagaimanapun ini tidak betul, selain menyebabkan rasa tidak nyaman pada pengguna track karena menghalangi jalur, hal itu juga dapat membahayakan karena bisa menyebabkan cedera jika sewaktu-waktu terjadi benturan fisik. Selain untuk kenyamanan pengguna area olahraga, menyediakan tempat khusus untuk pedagang kaki lima juga akan membuat area lapangan menjadi lebih tertata, sehingga dapat menambah keindahan. 

Saya pernah ngobrol-ngobrol dengan pihak pengelola, secara tidak resmi saya menyampaikan apa yang saya pikirkan ini, "...kami akan coba sampaikan aspirasi anda..." katanya. Baiklah, saya mencoba untuk puas, tapi tetap gak lemas. 

Maaf bukannya saya arogan apalagi membenci orang yang berjualan, mereka sedang mencari rejeki, saya dukung, tapi bagaimanapun perlu ditata, sekali lagi agar rasa aman dan nyaman bisa dirasakan oleh semua pihak. Yang mencari sehat aman sentosa, yang mencari rejeki lancar jaya. Merdekalah hidup ini!
#Urang Sunda

Sakumaha biasa, tadi kuring nyaring jam lima isuk-isuk. Pak kuniang tina luhur kasur, terus jrut napakkeun dampal suku kana tehel nu tiis matak murigrig. Lengkah suku kuring ngarah ka kamar mandi, niat keur wudhu. Beres sholat subuh, kuring langsung beberes sasapu, ngepel, ngumbah motor, ngan mandi nu henteu teh, nu penting mata bebas cileuh we heula. Bae lah disebut dokok oge, Ucing oge tara mandi geuningan lumpatna tarik. 

Beres bebenah, kuring langsung ngajius ka lapangan, biasa...ngala kesang. Isuk-isuk tadi panon poe meuni moncorong, cerah, enakeun keur olahraga mah, teu matak malik tiis kana awak. Teu cigah sababaraha poe katukang, isuk-isuk geus aleum, sesa hujan peutingna, meureun. Barudak Lokasana geus karumpul, siap-siap ngamimitian latihan. Duh awak kuring keur kurang jag-jag, euy, asa laleuleus, maklum geus lima poe ieu kuring digeder latihan, makana latihan ayeuna moal diporsir teuing, ah, bisi paeh.

Masih nyambung dengan postingan sebelum ini, postingan ini cuma buat ngganjel aja, sih, sebenernya. Sejak saya kumpul dengan sahabat-sahabat saya yang baru saya kenal itu di Lokasana, saya merasa menemukan diri saya kembali, setelah sakian lama. Bentar, saya jelasin dulu tentang kalimat 'sahabat yang baru saya kenal'. Baru kenal kok udah dianggep sahabat? Ya, saya menganggapnya begitu, mungkin karena saya merasa sa' klek banget sama mereka. Kekompakan, kerjasama, pengorbanan, begitu terasa. 'Membangun Lokasana' itu adalah misi kami saat ini. 

Walaupun apa yang kami kerjakan ini sering dianggap mengganggu oleh beberapa pihak, tapi pada faktanya sekarang hasil dari apa yang kami kerjakan selama ini bisa dirasakan oleh banyak orang. Itu adalah salah satu alasan mengapa kami tetap bersemangat. Ini adalah kontribusi kami terhadap salah satu fasilitas publik di daerah kami, kontribusi yang mungkin tak bernilai, begitu kecil, bahkan tidak terlihat. Ya, karena kami bekerja "SENDIRI".

Lega banget rasanya, kalau kata orang sunda mah "asa bucat bisul", karena mimpi kami membangun Pull Up Bar di Lapangan/Taman Lokasana Ciamis akhirnya bisa terwujud. Tapi sebelum saya bercerita lebih jauh, saya perkenalkan para anak muda harapan bangsa yang sudah rela mengorbankan sebagian harta dan tenaganya dalam usaha mewujudkan rencana yang sudah cukup lama tertunda ini. 

Bingung!!!

Saya bingung dengan kurikulum 2013!

Atau mungkin karena saya kurang mendapat informasi tentang kurikulum 2013 ini? Bisa jadi, sih. 

Tapi kebingungan saya juga bukan tanpa alasan, kebingunan saya juga dapat "dukungan" dari respon teman saya yang sudah lama tidak bertemu. Ketika dia saya tanya pendapatnya tentang kurikulum 2013, dia langsung menyambar dengan jawaban "...musingin!" Duh jadi bingung saya. 

Belum lagi begini, saya kan baca di media bahwa Mendikbud, Bapak Anies Baswedan akan menghentikan kurikulum 2013 sejak  tahun ajaran baru nanti, tapi tadi ada yang bilang beberapa sekolah akan meneruskan kurikulum 2013 dan sebagian lagi memang akan kembali ke kurikulum 2006. Tuh, kan, jadi bingung lagi deh saya. 

Mungkin saya memang ku'in dan kuper mengenai ini. Atau mungkin karena saya lelah. Bodo ah. 

Nanti aja deh saya cari informasi lagi. 

Ngantuk!!!


Bagi saya, buku adalah satu-satunya media baca yang paling bersahabat bagi mata. Dalam keadaan santai, buku yang saya anggap menarik dengan ukuran sekitar 140 x 200 mm / font : 12 / spasi : 1,5 / tebal : 300-an halaman bisa saya selesaikan dalam waktu beberapa jam, tanpa merasa pusing. Berbeda dengan media baca elektronik, semacam e-book, misalnya. Bila e-book tersebut memiliki jumlah halaman yang cukup banyak dan saya harus membacanya hingga selesai, saya memilih untuk mencetaknya terlebih dahulu. Maklum mata saya tidak tahan cukup lama menatap layar monitor. Puyeng. 

Ya, buku yang menarik memang dapat membuat lupa waktu, menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk membaca buku. Tapi pernah, gak, sih, temen-temen membeli sebuah buku karena melihat tampilan jilid yang menarik dengan judul yang provokatif? Saya ada beberapa. Dan pada akhirnya buku tersebut tidak selesai dibaca. Tertunda. Dan entah kapan akan dibuka lagi, karena saya lebih memilih membaca buku yang lain. Atau jika memang harus diselesaikan, saya harus mencari alasan yang dapat memoptivasi, atau menunggu momen 'Tak Ada Pilihan Lain'.

Eh tapi bukan berarti buku yang saya anggap tidak menarik itu jelek. Yang membuat buku tersebut tidak menarik bisa saja karena cara penyajian buku yang tidak sesuai dengan selera. Menarik bagi orang lain belum tentu menarik bagi kita. Bagi saya itu memang tidak bisa dipaksakan. 

Nah, buat temen-temen, buku menarik apa yang sekarang sedang kalian baca?
"Aduh data tugas gue kehapus / gak kebuka / corrupt / error / ketelen...mana gak ada bek-ap-an nya lagih!!!"

Keluhan macam itu sering banget saya dengar dari mulut beberapa teman, terutama yang masih berstatus pelajar. Kadang saya jadi greget sendiri, apa mereka gak kepikiran untuk membuat data cadangan? Apalagi sekarang sudah ada teknologi cloud drive, sayang banget jika tidak dimanfaatkan. 

Bagi saya yang berada di tempat dimana koneksi internet tersedia dengan cukup baik, nitip data di awan jadi salah satu andalan, saya anggap itu tempat yang cukup aman, asalkan akun penitipan data kita dirawat dengan baik, toh Mas Gatot Kaca sama Bro Supermen juga pasti males ngoprek data saya.   

Membuat data cadangan itu sangat penting, apapun medianya, yang penting ketika kita membutuhkannya kita bisa mengaksesnya dengan mudah. Jadi buat temen-temen, biasakan untuk membuat data cadangan, ya! Ah sebenernya itu bukan sesuatu yang harus diajari, sih. 
Mungkin saya agak telat menulis hal yang saya bahas pada postingan kali ini, tadinya saya ingin menulis di blog jauh sejak masa-masa sosialisasi, tapi ternyata saya hanya sempat menuliskannya di Twitter, tapi tak apa lah, asal jangan sampai telat 3 bulan aja. 

Mulai tanggal 1 Desember 2014 yang lalu penerapan denda bagi pembuang sampah di kota Bandung resmi diberlakukan. Menurut Walikota Bandung, Kang Ridwan Kamil, karena masih dalam tahap sosialisasi, pada satu minggu pertama, sanksi masih berupa teguran secara langsung terhadap pihak yang ketahuan membuang sampah sembarangan (belum ada denda), namun pada pekan kedua atau mulai tanggal 8 Desember 2014 (?) denda mulai diberlakukan. 

Besaran denda bagi pembuang sampah tersebut mulai dari Rp. 250.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) hingga Rp. 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah). Nah puyeng, kan, lo?

Punya banyak temen yang pandai mengutarakan opini dengan latar belakan dan pandangan yang berbeda-beda itu memang asik campur greget, walau kadang bikin mumet. Kalau lagi ngumpul gak bakal mati gaya, selalu saja ada yang diomongin, semacam diskusi, walau tak jarang malah jadi debat kusir dengan segala ke-sotoyan-nya, masih mending kalo sotoynya rada ilmiah, lah ini sotoynya dua puluh empat karat. 

Saya yang sejak lahir males mikir ini hanya jadi pendengar yang baik, melongo merhatiin orang berbincang sambil sesekali ngisi mulut dengan kacang. Tapi kadang gatel juga ingin nimpalin pendapat orang, dan akhirnya nyeletuk ganteng. 

Terlebih akhir-akhir ini, suasana politik di Negara Kesatuan Republik Indonesia lagi gemes-gemesnya, makin banyak bahan, deh, tuh para Pendekar debat. 

Merasa bersyukur saya tidak pernah terpancing untuk bersikap ekstrim terhadap pendapat/opini/pandangan orang lain. Seaneh apapun pandangannya tersebut, Saya selalu berusaha untuk tidak membencinya, terlebih memutuskan tali silaturahmi dengannya. Karena jika sampai begitu, justru akan tidak baik untuk diri kita sendiri, kita akan memiliki pandangan yang homogen, atau lebih parah malah jadi alodoxaphobia, mendingan jadi skaphobia bisa goyang hepi. 

Di dunia maya juga gitu, tuitter, misalnya. Saya banyak belajar dari twitter, karena disanalah gudangnya opini yang natural, murni dari otak para penghuninya. Ada beberapa teman saya yang bercerita kalo mereka lebih memilih untuk unfollow akun yang selalu berbeda pandangan dengannya. Itu hak masing-masing individu, sih, untuk memilih siapa yang ingin dia dengar dan siapa yang ingin dia jadikan pendengar. Tapi bagi saya, hanya membaca pandangan-pandangan yang sama dengan pandangan kita itu gak fair, gak akan ada penyeimbang, gak akan ada yang mengkritisi. 

Contohnya, di twitter saya mem-follow satu akun yang kerap mengkritik (menghina?) Islam. Saya asik-asik aja, saya tetap mengukuti dia, karena bagi saya itu menarik. Saya jadi tahu sisi lain dari pandangan orang terhadap agama yang saya anut. Hikmahnya, saya jadi tertarik mencari tahu hal tentang hal yang dia kritik, akhirnya pengetahuan saya tentang Islam bertambah. Itu salah satu contonya. Ambil positifnya napa?

Jadi ya...gitu, deh. 

Bagi saya, salah satu kesulitan yang saya alami saat menghadapi bulan puasa seperti sekarang adalah sulitnya mengatur jadwal olah raga. Bahkan boleh dibilang selama bulan puasa aktivitas olah raga saya berhenti, kecuali ngepel, ngangkut air, nyuci baju dan nganterin Mamah ke pasar.

Jadwal olah raga tersandra, jogging pun tiada, padahal itu adalah salah satu olah raga yang saya banggakan. Olah raga yang satu ini cukup menjadi candu buat saya. Hampir setiap pagi saya sempatkan untuk melakukannya, kecuali kalau di pagi hari nya ada acara mendadak yang tidak bisa diganggu gugat, semacam mules akut, misalnya. 

Untuk saya pribadi, lari pagi itu penting, karena dapat membatu tubuh agar tetap stabil dan fit. Lagipula, ketika kita mengeluarkan keringat, itu berarti tubuh kita juga mengeluarkan racun-racun yang bersarang dalam tubuh, kan, ya? Sayangnya dosa-dosa tak ikut keluar.

Selain dapat menjaga stabilitas tubuh, lari pagi juga baik untuk kesehatan mata saya, khususnya disaat-saat tertentu seperti hari libur. Bagaimana tidak, saat-saat libur seperti itu bakal bertebaran deh mahluk-mahluk manis berwajah istriable disana. Cuci mata, bro. Siapa tahu hasil dobel akan segera berpihak, tubuh menjadi sehat, calon istri pun dapat. Ah itumah hanya pengharapan lelaki berspesies lajang macam saya. Lupakan!

Sebenarnya bukan mustahil berolah raga di bulan puasa. Idealnya dilakukan satu jam sebelum berbuka, dengan begitu energi yang sudah terkuras akan langsung terbarukan saat berbuka, sehingga tubuh akan terhindar dari dehidrasi. Tapi sayangnya saya tidak mempunyai cukup waktu untuk berolah raga disore hari. Apa boleh buat.


Bagi orang yang merupakan pemula dalam dunia usaha seperti saya, mengamalkan kata ‘FOKUS’ itu tidak mudah. Mungkin dalam hal ini faktor usia juga cukup berpengaruh, masih ingin coba-coba (labil?), secara usia saya masih diatas ABG dikit, yaa masih pantes lah jadi pacar Chelsea Islan.  

*fokus*

Dalam proses menjalankan sebuah ide usaha, sering kali di tengah jalan kita akan menemukan ide-ide baru yang dinilai lebih segar. Loh, bukannya itu akan berpengaruh baik untuk perkembangan sebuah usaha? Ya, itu memang dapat memberi pengaruh baik, tapi jika tidak disertai dengan manajemen yang baik, bisa jadi itu malah akan menjadi pengalih perhatian, sehingga kita menjadi tidak fokus pada ide usaha pertama. Dalam hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, karena profit dari ide usaha baru tersebut lebih menjanjikan, misalnya. 

Saya sudah melihat banyak contoh. Seorang kawan yang membuka usaha jasa dibidang IT, tiba-tiba mulai tergiur untuk memulai usaha ternak Lele. Dan sekarang dia sudah mantanan dengan usaha pertamanya. Lagian siapa juga yang mau  jika  dinomor duakan setelah Lele, gak mau juga, kan? Sudahlah, dia memang gitu, kok.

“Sekecil apapun usahamu, jangan sekali-kali menganggap itu sebagai usaha sampingan”, kata seorang teman. Mungkin artinya kita memang harus fokus, itu kuncinya. Sekali kita mengesampingkan, bisa jadi selajutnya kita akan mengabaikan, padahal kelak ide yang sedang dikembangkan akan menjadi sangat dibutuhkan oleh banyak orang. 

Tapi saya selalu ngacungin empat jempol, kalau perlu lima jempol untuk orang (terutama kaum muda) yang memiliki lebih dari satu cabang usaha, dan dia padat tetap fokus pada setiap usahanya tersebut. Itu keren operlod namanya. Semoga semakin banyak kaum muda Indonesia yang seperti demikian. 

Senja - Olympus FE5020
Sudah lama tidak menikmati senja di atas bukit 
Dengan semilir angin menampar bosan 
Dimana aku bisa berdiri lepas penuh obsesi
Seakan merajai hamparan kota berbentuk wajan 

Disana bisa ku buang rasa sakit 

Walaupun hanya sementara
Tapi setidaknya bisa kudapat setitik inspirasi
Untuk menghadapi hidup dan kembali menjalaninya

Suasana senja di atas bukit
Sepertinya aku sakau akan itu